
"Wah..wah...gue gax nyangka lo sedeket itu sama Alex..."Kata Genova ketus.
" Ya..iyalah..dia itu udah ganteng,baik,perhatian lagi..."Sambung Liodra sembari duduk di kursi samping Genova.
"Oohh...gitu...yaa udah lo pergi aja cari tu cowok baik hati lo..." Genova kesal,ia membaringkan tubuhnya membelakangi Liodra.
Liodra tertawa kecil melihat tingkah Genova yang ngambek.
"Alahhh...Lo cemburu kan sama gue..." Goda Liodra.
"Nggak akan..." Jawab Genova
"Ohhh...bagus itu artinya gax abakal ada yang gangguin hubungan gue sama Alex..." Kata Liodra.
"Terserah..." Cetus Genova.
Pak Lukman akhirnya datang,Liodra meninggalkan Genova yang sedang tertidur.Saat Liodra menunggu bus sebuah mobil tepat berhenti di depannya dan menurunkan kaca mobil.
"Kak Gino..." Kata Liodra bersemangat.
"Masuk..." Kata Gino dingin
"Kakak darimana???" Tanya Liodra
"Tadi habis belanja keperluan Cafe..." Jawab Gino
"kamu kenapa ada disini Li???"Gino
" aahh...tadi aku anterin temen aku ke RS,trus karena orang tuanya gax bisa dateng temenin dia,jadi aku diam di sana sebentar..."Liodra
"Ohh....kamu udah makan??" tanya Gino
Liodra menggelengkan kepalanya,Gino membelai kepala Liodra dengan lembut.Liodra tertidur lelap,Gino tersenyum menatap adiknya.
"Li...bangun udah nyampe..." kata Gino Lembut.
Liodra membantu mengangkat barang belanjaan Gino.Sampai di lantai atas Liodra duduk di sofa nenatap kakaknya yang tengah sibuk memasak.Liodra mendekat dan bersender di meja.
"Kak...aku boleh nanya??" Liodra ragu.
"Tanya aja.." jawab Gino yang masih fokus dengan Pekerjaannya.
"Kak...kakak gax kesepian tiap hari sendiri di sini???" Tanya Liodra
Sejenak Gino terdiam dengan pertanyaan adiknya itu.
"Gimana kakak bilang kalo sebenernya kakak sangat kesepian semenjak kecelakaan itu,kepergian mama,dan kakak harus meninggalkan orang yang paling kakak cintai..." Kata Gino meneteskan air matanya.
Liodra mendekati kakaknya yang kini diam mematung dengan air mata yang membasahi pipinya,untuk kali pertama Liodra melihat kakaknya menangis di hadapannya dadanya terasa sesak melihat kakaknya.Hanya pelukan hangat yang bisa Liodra berikan kepada kakaknya.Liodra perlahan menepuk-nepuk punggung Gino.
"Maksud kakak gimana,kakak ninggalin orang yang kakak cintai??" Liodra bertanya dengan lembut.
"Sebenernya yang menabrak mobil papa waktu itu mobil pacar kakak yang mengalami rem blong..." jawab Gino dengan tatapan kosong namun air matanya tak berhenti mengalir.
"Apa...???terus pacar kakak sekarang dimana???" Liodra kaget mengetahui kebenarannya setelah lima tahun berlalu.
"Di...dia...dia...." Gino merasa tak sanggup menjawabnya.
"Dimana kak???,apa dia kabur???" Liodra kini tak bisa menahan tangisnya,ia merasa marah kepada orang yang menabrak mobil papanya hingga menyebabkan kematian ibunya,meski perempuan itu pacar kakaknya.
"Dia....koma semenjak itu..." Gino tertunduk
"Apa????ini udah lima tahun kak,apa dia selama itu koma???" Liodra kaget sekaligus merasa iba bagaimana bisa Gino menahannya sendiri selama ini.
"iya...tapi kakak belum pernah menjenguknya sekalipun semenjak kecelakaan itu" Gino bicara sorot matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam.
"Aku ngerti kakak,akan sulit juga buatku jika aku ada di posisi kakak,bahkan aku masih belum bisa mengatasi traumaku setiap ulang tahun,tapi aku percaya kakak lebih mengerti di banding aku." Liodra menatap mata kakaknya yang memperlihatkan betapa dia sangat mencintai wanita tersebut.
Hati Liodra merasa tercabik-cabik mendengar kebenaran semua itu,ia tak membayangkan ternyata kakaknya yang paling terluka selama ini,bagaimana bisa dia menghadapi kehilangan ibu sekaligus pacarnya yang koma dan juga menjadi penyebab kematian ibunya.