Liodra

Liodra
Salah Paham



Di sebuah kamar yang sepi Liodra meringkuk memeluk foto Lilian ibunya.


"Ma...apa yang harus aku lakuin??,aku tau kakak sangat mencintai wanita itu,tapi aku juga marah dengan wanita itu karena menabrak mobil kita...aku bingung ma..." Air mata mengalir lembut di pipi Liodra.


Drrttt...drrrtt...."dering telepon masuk.


"Halo...kak Alex ada apa??" Tanya liodra serak.


"Li...kamu kok kayak habis nangis kenapa???" Alex khawatir.


"Enggak apa-apa kak,tadi habis nonton drakor..." Liodra mencari alasan.


"Oohh...Li...sebenernya ada yang pengen aku bilang sama kamu.." Alex memutuskan kalimatnya.


"Bilang aja kak...apaan sihh??" Liodra penasaran.


"mm...kamu bisa nggak berdiri di balkon kamar kamu bentar aja..." Pinta Alex.


"Mm..oke...aku kluar..." Jawab Liodra sembari memhapus airmatanya.


Liodra keluar dari kamarnya,matanya menatap ke bawah tampak Alex berdiri tersenyum dan melambaikan tangan,Liodra pun membalasnya.Dengan handphone yang masih terhubung mereka berbicara.


"Kakak kok disana???"Liodra


" Aku...pengen liat kamu..."Alex


"Apaan sih kak" Liodra tersenyum


"Kamu cantik...,mmm...sebenernya aku udah lama merhatiin kamu Li...cuma akunya aja yang pengecut..." Alex


"Maksud kakak apa???" Liodra


"Aku....aku...aku suka sama kamu..." Alex


Liodra terpaku ia tak menyangka jika Alex menyatakan perasaanya,Liodra merasa bingung apa yang harus ia katakan pada Alex yang ia anggap sebagai sahabat.


"Kak...maaf...gin..." Belum selesai Liodra berbicara Alex memotongnya.


"Nggak kamu jangan jawab sekarang aku kasi kamu waktu dua hari,jadi gax usah buru-buru yahh.." Alex


Liodra mengangguk,meski sekarang ia sudah punya jawaban namun ia menuruti Alex agar tak terlalu melukai hatinya.Karena Liodra merasa Alex begitu baik padanya.


.


.


.


.


.


Dari belakang sebuah tangan menutup matanya.


"Kak Alex???" tebak Liodra


Jawaban Liodra membuat Genova sangat marah hingga ia meninggalkan Liodra begitu saja.


"Lah...Ge...sorry...gue gax tau itu lo..." panggilan Liodra tak membuat Genova berbalik malah dia mempercepat langkahnya.


"Aaakkhhh...pusing aku,masalah Alex belum kelar,ehh...sekarang Genova ngambek lagi..." keluh Liodra.


"Apaan sih..lo...pagi-pagi udah galau???" Tanya Ina


"nggak...nggak ada.." Dalih Liodra


"ehh....gue denger gosip lo jadian sama Alex,bener gak???"Ina penasaran.


" iihh...siapa yang bilang,iya kak Alex nembak gue tapi gue belum nerima..."kata Liodra


"Ha...Alex nembak lo...kenapa gax langsung terima sih..." tanya Ina dengan bersemangat.


"Ya..." Belum selesai melanjutkan kalimatnya tiba-tiba Genova menarik tangannya dan membawanya pergi,Liodra merasa bingung hanya mengikuti,Ina pun merasa bingung Genova yang tiba-tiba datang dan membawa sahabatnya itu.


Dengan rasa marah Genova membawa Liodra ke belakang sekolah yang terlihat sepi dan mendorong Liodra ke sebuah bangku hingga ia terduduk disana.


"Aduuhh..Ge sakit tangan gue..." Liodra memegang tangannya.


"Oohh..jadi gitu...lo udah jadian sama si Alex itu..." Genova bertanya dengan tatapannya yang tajam.


Wajah Genova sangat dekat dengan Liodra,jantungnya berdebar semakin cepat hingga teriakan Genova membuatnya sadar.


"Jawab...!!!!" Hardik Genova


"Apaan sih...lo Ge...main bentak-bentak gue,emang kenapa kalo gue jadian sama dia...!!!" Liodra mulai marah.


"Oohh...gitu jadi gue selama ini hanya salah paham sama perhatian lo ke gue...wahhh hebat lo...." Genova merasa dadanya sesak dan sakit untuk pertama kali dalam hidupnya.


Genova pergi meninggalkan Liodra matanya berkaca-kaca tangannya bergetar dia benar-benar merasa cemburu.


"Ge....tunggu....gue..gue..." Liodra tak bisa menyelesaikan kalimatnya karena Genova tak menghiraukannya.