
Beberapa hari berlalu Genova dan Liodra tak pernah lagi terlihat menghabiskan waktu bersama,seolah mereka saling menjauh.
.
.
.
Matahari bersinar cerah siang ini,seorang gadis duduk di bawah pohon sembari memegang sebuah buku di tangannya,sesekali ia terlihat tersenyum,kadang mengerutkan keningnya seolah tenggelam kedalam kisah yang ia baca.
Genova memperhatikan gadis itu dengan seksama tanpa sapa atau mendekat,ia masih merasa bersalah dan tak tau cara memulai kata maaf.
.
.
.
Liodra menengadah kelangit beberapa kali menghela napas,ia memperhatikan awan yang seolah ingin pergi menjauh dari langit,tapi langit begitu luas tak mungkin rasanya,ia menghela napas lagi,hatinya terasa hampa dan kosong.
"Hhhaaaa.....sepertinya cinta pertamaku kandas begitu saja...." Gumam Liodra.Perlahan ia menoleh ke kiri matanya kini bertemu dengan mata Genova,Liodra menatapnya tanpa ekspresi,Genova seolah tertangkap basah telah menatapnya begitu lama.Mereka saling pandang tanpa berani untuk menyapa,entah apa yg ada di balik tatapan itu.
Liodra tak sadar seorang gadis mengendap-endap dari belakang.
"Duuuaaarrrr.....hayoo...ngelamunin apa lo..." Ina menepuk pundak Liodra sontak membuyarkan lamunannya.
"Ngapain kalian tatap-tapan gitu...???" Sambung Ina.
"Iiihhh...apaan sih...lo Na bikin gue kaget aja...orang gue gax natap dia...dihhh..." elak Liodra.
"Diihhh...ngeles lagi,udah...lo baikan aja sama dia Li..." kata Ina sembari menunjuk Genova.
Genova merasa ke dua gadis itu sedang membicarakannya,ia menatap kearah Liodra penuh harap.
"Lo..gax tau Na masalahnya,kalau lo jadi gue mungkin lo ngelakuin hal yg sama..." gerutu Liodra
"Ya....makanya lo cerita sama gue Li,sebenernya kalian kenapa,lo gax percaya ya..curhat sama gue..." Ina merajuk.
"Enggak...bukan gitu Na,gue cuma belum siap,oke sekarang gue cerita deh sama lo..." Kata Liodra,ia mulai menceritakan dari awal mereka makan hingga akhirnya Liodra kesal dengan Genova.
.
.
.
.
"Gitu...Na...ceritanya..." Liodra menundukkan kepalanya.
"Astaga...emang b*go ya tu anak,ya wajar lo marah..." Ina ikut merasa kesal.
.
.
.
Ina sedang menata buku di perpustakaan,seseorang menarik tangannya.
"Na...tadi lo ngomongin apa sama Liodra???" tanya Genova penasaran.
"Astaga ni anak b*go bikin gue kaget aja..." Ina menghela napas.
"Pleace...Na...bantuin gue,gue gax bermaksud..." Genova memohon .
"Lu...ya...gimana Liodra gax marah,lo kiss dia seolah lo ada rasa,dan besoknya lo minta maaf seolah lo gax suka sama dia..." Ina kesal.
"Bukannya gue gax suka sama Liodra,kemarin tu gue minta maaf karena tiba-tiba kiss dia tanpa ijin,sebenernya itu maksud gue..." Genova sedih.
"Ok...sekarang gue tanya sama lo,karena ini menyangkut sahabat terbaik gue,Lo suka gax sama Liodra..??" Kata Ina.
"Suka lah...kalo gue gax suka ngapain gue marah saat di deket si Alex,dan muji-muji dia.."kata Genova meyakinkan.
" Mmmfffhhhh...ternyata lo bisa gitu juga ya..."Ina tertawa sembari menutup mulutnya.
"Gue manusia juga b*go..." Genova merasa kesal.
"Oohhh...lo gax mau gue bantuin,ya..udah...gue cabut..." Ina berjalan perlahan.
"Ehhh...Na...bantuin gue biar bisa baikan sama Liodra...pleace...pleace...." Genova menyakupkan ke dua tangannya.
"Okeee...tapi lo harus bayarin gue makan satu bulan,gimana???" kata Ina.
"Satu bulan...???gila lo..." Genova kaget.
"Ya...udah kalo gax mau..." goda Ina.
"aahhhh.....oke...oke...gue setuju asal bisa baikan sama Liodra.
*Yesss...lumayan gue hemat satu bulan,uang jajan gue bisa buat beli alat make up baru...hi..hi...*kata Ina dalam hati.
Di ruang kelas Liodra sedang menatap layar hpnya,Ina datang mendekatinya.
"Apaan lu...tiba-tiba nanya gitu..." Liodra salah tingkah.
"Ya...gue pengen tau aja..." kata Ina.
"Mmm..iya..." Liodra tersipu.
"Ehh...nanti lo di suruh bu Ida ke gudang ngambil sapu baru buat kelas kita..."kata Ina.
" Mm..oke..."kata Liodra
Ina memberi kode kepada Genova,Genova tersenyum,entah apa yang mereka rencanakan.
.
.
.
Di dalam Gudang.
"Dimana sapunya ya..."Liodra mencarinya.
seseorang masuk lalu menutup pintu.Liodra menoleh,ia tertegun menatap Genova yang berdiri di hadapannya kini.
" Ngapain lo kesini..."Cetus Liodra.
"Ngg...Li gue tau,gue b*go harusnya gue gax minta maaf,tapi...tapi..."kata Genova
"Tapi..apa...ngomong yang jelas,biar gue gax salah paham,dan lo gax usah lagi deket-deket gue,seolah lo..." Liodra belum menyelesaikan kalimatnya Genova tiba-tiba memeluknya dengan erat.
"Gue suka sama lo,tapi kemarin tanpa ijin gue kiss lo tanpa persetujuan dari lo,gue takut lo marah,jadi gue minta maaf..." Genova memeluk erat Liodra.
Liodra terpaku,jantungnya berdebar,namun ia tersenyum karena ternyata cintanya tak jadi kandas.
"Bodoh...gue kira cuma gue yang punya rasa ke elo..." Kata Liodra ia memeluk Genova dengan erat.
"Jadi...sekarang..kita..." Genova melepaskan pelukannya.
"Iya...aku...pacar kamu..." Liodra meyakinkan.
"Yesss...aku pengen denger sekali lagi..." Genova seolah tak percaya.
"Aku...pacar kamu..." Sahut Liodra.
"Aahhh......sekali lagi...." rengek Genova
"Dihhh apaan sihhh...aku pacar kamu...aku pacar kamu...aku pacar kamu...udah puass..." kata Liodra sembari memegang tangan Genova.
"Belum...kau harus mengucapkannya tiap hari..." pinta Genova.
"Astaga...sepertinya aku akan bosan..." kata Liodra.
"Iisshhhh...gue pengen muntah...." Kata Ina,yang mengintip dari jendela bersama Gilang dan Nova.
"Iihhh...gue gax nyangka Genova bisa sok manja kek gitu...uuueekkkk...." Cetus Nova geli.
"Udah..lah...kita pergi aja guys,sepertinya mereka ingin berduaan..." Kata Nova merangkul ke dua temannya.
Mereka meninggalkan Genova dan Liodra yang sedang tenggelam dalam rasa indah mereka.Liodra dan Genova berjalan ke ruang kelas dengan bergandengan tangan bersama,sontak membuat seisi kelas kaget dan terpaku.
"Waahh...wahhh...ternyata Liodra menjadi pawangnya Genova...." celetuk seorang siswa.
"Aduhhh...mata gue jadi sepet...guys..." goda Nova.
"Apaan sihh..lo pada..." kata Liodra malu.
Genova berjalan ke depan kelas.
"Oke...guys...sekarang gax ada yang boleh deket-deket sama Liodra karena dia milik gue..." tegas Genova.
"Iiiiyuuuhhhh...apaan sihh lo Ge norak tau..." Ina merasa geli.
"Wahhh gue jadi merinding...." kata Gilang mengelus-elus tangannya.
Liodra tersipu malu,seisi kelas menggodanya.
.
.
.
Pulang sekolah Genova dan Liodra pulang bersama,mereka menaiki sepeda motor,Liodra memeluk erat pinggang Genova mereka berbincang dan tertawa,tampak pasangan muda yang sedang penuh cinta.Genova berhenti di pinggir jalan ia merasa hpnya terus bergetar sedari tadi.
"Kenapa Ge..." tanya Liodra.
"Bentar ya...hpnya getar mulu dari tadi..." sahut Genova mengambil hp dari saku jaketnya.
"Halo..pa......." Genova terlihat kaget dan tercengang seolah sesuatu buruk sedang terjadi...
*Tunggu next episodenya guys...Selamat membaca❤❤