
Liodra masuk ke dalam kelas yang masih kosong hanya terdapat satu orang yang tertidur lelap,ia menatap wajah Genova yang terlihat tampan dan imut ketika tidur.
*Ternyata si devil cakep juga yahhh kalo kalem kek gini...*Batinnya
Liodra duduk menghadap Genova ia tersenyum menyiratkan sesuatu.
Liodra mengeluarkan Lipstik dari dalam tasnya perlahan ia menghias wajah Genova.
Liodra menutup mulutnya agar tawanya tak terdengar.
Tettt..tettt...tettt..."Bel masuk berbunyi.
Genova terbangun ia masih belum sadar dengan wajahnya,seluruh mata di kelas itu melotot padanya seketika tawa mereka meledak.Genova kaget memandang Liodra,Liodra tak bisa bicara hanya terbahak-bahak melihat ekspresi kaget dari Genova.
"Ha...ha....nih lo liat sendiri...ha..ha..." Liodra memberikannya cermin
"Gadis Lion ini pasti kerjaan lo kan...!!!" Genova langsung mengambil tisu dari dalam tasnya segera menghapus lipstik dari wajahnya.
"Ha..ha...itu balasan buat lo karena lo boongin gue,kaki lo gax separah itu keseleonya..."Kata Liodra.
Genova benar-benar lupa bahwa ia sedang pura-pura kakinya terluka parah.Genova sangat kesal kali ini dia kalah dari Liodra.
Saat berjalan ingin ke toilet Genova memegangi perutnya ia merasa perutnya sangat sakit dan terasa mual matanya mulai berkunang-kunang.Genova melewatkan sarapan dan makan siang padahal dia sendiri memiliki sakit magh.
Bugghhh...!!!"Genova tiba-tiba terjatuh,sontak membuat seisi kelas kaget dan mengerumininya.Salah seorang pergi kekantor guru meminta bantuan.
Liodra melihat hal itu ia langsung berlari mendekati Genova yang wajahnya terlihat pucat dan lemah.Liodra merebahkan kepala Genova di pangkuannya ia begitu panik.
" Ge...lo kenapa...???bangun...Ge...!!!"Liodra menggoyangkan tubuh Genova.
Mata Genova setengah terbuka menatap Liodra yang tampak khawatir.
Supir Genova datang bersama wali kelasnya. Genova langsung di bawa ke ke Rumah Sakit.Liodra ikut menemani,ia terus menggosok tangan Genova yang dingin,di wajahnya terlihat kekhawatiran yang teramat sangat.
Dokter telah selesai memeriksa Genova.
"Genova kenapa dok???" Tanya Liodra
Pak supir mengurus semua hingga Genova di bawa ke kamar inap.Liodra menemani Genova ia menatap Genova yang tidur tak berdaya.Namun ada yang mengganjal di hatinya.Ia memberanikan diri bertanya pada pak supir Genova.
"Mmm...pak maaf boleh tidak saya bertanya???" kata Liodra sungkan
"Iya nona tanya saja..." Pak supir tersenyum
"Apa bapak tidak memberi tahu mama papa Genova???" Tanya Liodra.
"Sudah nona,tapi beliau tidak bisa datang katanya ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda..." Kata Pak supir yang terlihat iba dengan Genova.
Liodra begitu kaget mendengar jawaban Pak supir,*Gimana bisa sih...pekerjaan lebih penting dari anak*batinnya,namun ia tak ingin mengorek kehidupan Genova yang menurutnya terlalu tidak sopan,Liodra hanya mengangguk saja.
"Mm...Bapak namanya siapa???biar saya enak manggilnya.." Kata Liodra tersenyum.
"Saya Pak Lukman nona,kalau nona siapa??" Kata pak Lukman ramah.
"Saya Liodra pak,bapak udah lama kerja sama Genova???" Tanya Liodra
"Sudah non dari tuan TK..." Kata Pak Lukman
"Wahhh...lama juga pak..." sambung Liodra.
Seorang perawat masuk membawa makanan dan teh hangat.
"Nona nanti jika tuan sudah bangun kasi minum teh hangatnya dulu,baru setelah itu buburnya ya..." Kata perawat dengan ramah.
*Anak sultan emang beda...*Batin Liodra
"Maaf non Liodra,apa bisa nona tinggal di sini beberapa saat,saya ada hal yang harus di urus,kasian jika tuan sendirian..." Kata pak Lukman sungkan.
"Iya..pak bapak pergi saja...biar saya yang jaga Ge..." Jawab Liodra.
Di ruangan itu memang terlihat mewah bahkan sangat mewah,tapi Genova hanya sendiri tak ada satupun keluarga di sisinya,Liodra memandang Genova merasa sangat iba.Liodra juga bersyukur bahwa ia masih sangat di perhatikan oleh ayah dan kakak-kakaknya.