
Liodra menghempaskan tubuhnya,ia menarik nafas panjang,entah kemana pikirannya melayang,sesekali nampak memejamkan mata yang terasa lelah.
.
.
.
Liodra terbangun saat ia merasa silau akan cahaya yang seolah memaksanya membuka mata.
"Astaga....aku telat pasti....!!!?" Liodra tersentak berlari ke kamar mandi.
Kriing...kriing....!!!!Handphone Liodra berdering.
Dengan tangan yg masih sibuk menyisir Liodra berusaha mengangkat telponnya.
*Ya...halo...*Liodra
*Ehhh...ini udah jam brapa kenapa lo belum nyampe di sekolah...!!!*Suara Ina yg melengking membuat Liodra menjauhkan handphonenya dari telinga.
*Pelan dikit napa sii...iya gue tau...ini juga udah mau otw....*Liodra.
Liodra berlari,ia tak menyadari ada seseorang menunggunya di depan rumah,Liodra lewat begitu saja.
"Heeeeiiiii...Li...!!!!!!" Panggil Genova
Liodra kaget langsung menghentikan langkahnya.
"hah..hahh...elo...Ge ..syukurlahh..."Dengan nafas terengah-engah Liodra mendekati Genova.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di sekolah,namun semua siswa sudah mulai mengikuti pelajaran pertama.
" Ge...gimana dong...??****** kita sekarang kan pelajaran Pak Kemal,kita pasti habis nihh kalo ketahuan dia..."Liodra merasa cemas.
"Udah...lo tenang aja Li...lo tinggal ikutin gue dari belakang,gak bakal ketahuan dehh..." Genova merasa percaya diri.
"Yakin lo...Ge...??" Liodra agak ragu.
"Udah...percaya sama gue..." yakin Genova
Liodra menurut dan mengikuti Genova dengan berjalan mengendap-endap ke ruang kelas,perlahan Genova membuka pintu belakang kelas,ia berjalan merunduk di ikuti oleh Liodra.Mereka tak menyadari ada bahaya mengancam di belakang mereka.
"Eekkhemmmm....!!!!" Suara itu terdengar tak asing.Sontak menghentikan langkah keduanya.
Liodra dan Genova membalikkan tubuh mereka.
"He...he...Pak selamat pagi...." Genova
"Gak usah cengangas cengenges di depan saya,apa kalian tau!!!!kalian telah membuang waktu 30menit pelajaran saya dimana artinya kalian tidak menghargai sejarah dan tidak menghargai pahlawan yang telah berkorban untuk kita...dan....ah...sudahlah percuma saya bicara panjang lebar kalian juga tak akan mengerti,Kalian berdua saya Hukum...!!!!!" Pak Kemal melotot ke kedua muridnya yg tertunduk merasa bersalah.
"Yahh...Pak...maaf kasi kita permakluman ya..pak..." Rengek Liodra
"Tidak bisa,kalau saya memaafkan kalian nanti yang lain akan mengikuti kelakuan kalian ini,nanti sepulang sekolah kalian bersihkan dan rapikan perpustakaan...!!!" Pak Kemal.
"Apa..perpus..???Pak apa gax salah perpus kita kan luas banget...ganti dong Pak hukumannya..." Genova mencoba menawar.
"Kamu ini...tak ada tawar menawar dengan saya atau saya tambahkan dengan membersihka kamar mandi mau...!!!" Pak Kemal.
"Eee...nggak Pak perpus aja gak apa-apa...he..." Genova menyalami tangan Pak Kemal.
Pak Kemal berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Eluu...sihhh Ge...gara-garanya..." Liodra mengeluh.
"Iya...sorry mana gue tau Pak Kemal ada di balik pintu,tau gitu mending gue bolos sekalian ..." Genova.
.
.
.
.
Tak terasa jam pulang berbunyi.Liodra dan Genova bersiap-siap ke perpustakaan untuk menjalani hukuman mereka.Sahabat mereka Gilang,Nova,dan Ina mencoba pergi diam-diam agar tak di libatkan.
"Eeiittt...kalian mau kemana...." Liodra menarik kerah baju belakang Ina.Sedangkan Genova menghadang jalan Gilang dan Nova.
"Mmm...gue lagi...buru-buru...bener..." kata Gilang mencoba mencari alasan.
"Lo..pikir gue ***** lo sengaja mau kabur karena gak mau bantuin gue sama Liodra kan...??" Genova
"Temen macem apa kalian,giliran gue susah masak mau main kabur-kaburan sihh...dasar..." Liodra
Mereka bertiga tak bisa lagi mengelak dan dengan berat hati ikut menjalani hukuman.