Liodra

Liodra
Menyadari Rasa



Genova merasa sangat bahagia menghabiskan harinya bersama Liodra.


waktu berlalu begitu cepat matahari mulai merendah,Liodra pamit kepada Genova.


"Ge..gue pulang ya....by..by..." Kata Liodra melambaikan tangan.


"Tunggu....." seru Genova


"Kenapa???" Tanya Liodra


"mmm...makasi...lo udah nemenin gue..." kata Genova tersenyum.


"Sante aja kali....lagian sekolah ngebosenin gak ada lo..." kata Liodra


Genova tersenyum mendengar ucapan Liodra,dia memandang punggung Liodra hingga menghilang dari balik pintu.


"Non...saya sudah siapkan mobil,mari..." kata pak Lukman


"iya...pak makasi banyak..." kata Liodra.


.


.


.


.


Di tepi pantai Alex duduk sendiri,perlahan seseorang datang mendektinya dari belakang lalu menepun pundak Alex dengan lembut.


"Lex..." kata wanita yang tinggi itu.


Alex membalikkan tubuhnya.


"laahh...sofia...kenapa disini???" tanya Alex dengan raut wajah kaget.


"Kebetulan aku jalan-jalan aja..." kata Sofia yang duduk di sebelah Alex.


"kamu kenapa bengong Lex dari tadi aku perhatiin..." tambah Sofia.


"Nggak Fi...cuma pengen main kesini aja..." kata Alex.


Sofia menatap Alex khawatir,dia tau jika Alex pasti sedang merasa sedih karena jelas terlihat dari raut wajahnya.


"Mmm..Lex boleh gak aku tanya sesuatu???" tanya Sofia lembut.


"Ya...apa??" jawab Alex


"Kamu apa benar udah jadian sama Liodra??" Sofia


"Nggak..." Alex raut wajahnya nampak kesedihan


"ya..udah...tapi dia gak nerimaku,mungkin dia suka sama orang lain..." Alex


Sofia memandang laki-laki di sampingnya itu,tampak dari wajahnya rasa kecewa dan sakit hati.Sofia merasa sedih melihat laki-laki yang ia sukai seperti itu.


"Lex...temenin aku nyari kerang yuk..." ajak Sofia.


"Males ah..." kata Alex


"udah...ayoookk bangun...jalan-jalan biar kamu bisa cepet move on..he..he..." kata Sofia menarik tangan Alex.


Alex dan Sofia berjalan-jalan,Sofia berusaha keras menghiburnya,dalam hatinya Sofia berharap suatu saat nanti Alex bisa move on dari Liodra dan bisa melihat dirinya yang selalu berdiri di belakangnya seolah menjadi bayangan.


.


.


.


.


Liodra sampai di rumah raut wajahnya tampak sangat bahagia.Davin yang sedang duduk di ruang tengah memperhatikan Liodra yang senyum-senyum sendiri.


"Eehh..Lion lo gak sakit kan??!" kata Davin yang menempelkan tangannya di dahi Liodra.


"Iiissh...apaan sih lo kak," Liodra menepis tangan kakaknya.


"Terus kenapa lo cengengesan sendiri kaya orang kesurupan aja...." kata Davin


"Udah Ahh..gue gak mau debat sekarang ya kak ganggu aja lo....wlleeekk" kata Liodra berjalan menjauhi kakaknya yang tampak masih berpikir.


"Gue..tau lo pasti lagi jatuh cinta ya...." goda Davin.


"Iss..apaan sih lo kak sok tau...." Liodra


"Pasti bemer nih...apa yang gue bilang,wajahlo aja udah merah kayak tomat..ha..ha..." ledek Davin


"Enggak....apaan sih.." Luodra mengelak ia merasa salah tingkah.


"Ciiiee....adik gue udah gede dong,tau cinta-cintaan" Davin


"Enggak...apaan sih..." Liodra


Liodra langsung berlari kekamarnya dan menutup pintu.Liodra mulai berpikir .


*Apa bener gue jatuh cinta sama si Ge*batinnya


"Ma...apa aku bener jatuh cinta???" Liodra menatap Foto yang ada di sebelah tempat tidurnya.


"Ma....kenapa ya...kalo aku sama dia,waktu terasa cepet banget berlalu,rasanya selalu ingin di dekatnya,tapi aku takut bagaimana kalau dia sebenernya gak cinta sama aku.Aaahhkkk...pusing......!!!" Liodra berguling-guling di tempat tidur.