
Uhuuukkk...uhuuukk...uhuuukk....
Suara batuk yang terdengar keras di sebuah kamar yang tampak mewah.
"Tuan waktunya minum obat..." seorang asisten menaruh nampan yang berisi obat di meja sebelah tempat tidur.
"Mmm...biikk...mama kemana??" Tanya Genova serak.
"Nyonya....nyonya....." kata asisten itu tak mampu menjawab.
Prrraaaannggg!!!!
Nampan itu terlempar kelantai,pecahan sirup obat bercecer di lantai.
Membuat pak Lukman bergegas masuk melihat kondisi di dalam kamar,nampak asisten itu gemetar memungut pecahan gelas dan botol obat.
Pak lukman memberi kode ke pada asisten yang lain untuk percepat membersihkannya.
.
.
.
.
*Di sekolah*
"Hayoooo..lo kenapa bengong...." Ina menepuk pundak Liodra.
"ehh...Na lo tau gak kemana Genova gak sekolah-sekolah udah tiga hari juga...??" Liodra
"Mmm...gue gak tau...ehhh..itu Nova lo tanya dia gih..." Pinta Ina
"Apee...gue baru dateng lo manggil-manggil gue Na...,kangenn...???" Cetus Nova
"iihh...Liodra mau nanya lo tau gak Genova kemana???" Tanya Ina
"Oohh...Ge...dia sakit..."Jawab Nova santai.
" Apa...??!!sakit...lo kok gak bilang gue sih??!!"Kata Liodra sontak berdiri.
"Tenang dulu nape sihh...dia di rawat di rumahnya..." sambung Nova.
"Na...ntar pulang sekolah gue mau kesana yah.." Liodra.
Ina hanya mengangguk pelan.Dari pelajaran pertama hingga selesai Liodra tak konsentrasi pikirannya hanya tertuju pada keadaan Genova.
Begitu bel pulang telah berbunyi Liodra bergegas keluar kelas,Alex yang melihatnya begitu terburu-buru sontak mengejarnya.
"Liodra...Liodra....tunguu....!!!" Teriak Alex
Liodra tak meresponnya iya tetap melangkah dengan cepat.Alex langsung berlari hingga dia bisa meraih tangan Liodra.
"Maaf kak aku gak denger..." Kata Liodra
"Emang kamu mau kemana buru-buru gitu???" tanya Alex.
"Aku mau nengok Genova kak udah dua hari dia gak masuk katanya lagi sakit..." Liodra tampak sedih dari raut mukanya.
Alex merasa dadanya sesak melihat Liodra begitu khawatir kepada Genova,namun ia tetap memasang wajah tenang meski ia sangat terluka.
*Sebegitu hawatirnya kamu Li...sama Genova...*Batin Alex
"Mm...ya udah biar aku aja yang anterin kamu Li..." ajak Alex.
"Emang gax ngerepotin kak??" tanya Liodra sungkan
"Apaan sih kamu Li kayak kita baru kenal aja..." Alex tersenyum.
Tidak butuh waktu lama Liodra dan Alex sampai di rumah besar bak istana itu.
"Li..ini rumah Genova???" tanya Alex heran.
"ha..ha...kakak heran??sama aku juga.." Liodra
"Yuk..." Ajak Liodra
Mereka berdiri di gerbang berwarna gold itu Liodra menekan bel.Seorang satpam menghampirinya.
"Cari siapa non???" Tanya pak satpam
"Kami temannya Genova pak,ingin menengok Ge kesini..." Jelas Liodra
"Ohh...iya silakan masuk..." pak satpam membuka gerbang.
Alex dan Liodra berjalan menaiki tangga agar sampai di pintu utama,seorang asisten wanita mendekat.
"Nona temannya tuan???" tanya asisten itu
"Iya...bik...boleh saya masuk???" tanya Liodra
"sebentar ya non..." asisten itu mendekati pak lukman yang tampak berdiri di ruang tamu,ia terlihat membisikkan sesuatu.Pak Lukman berjalan mendekati Liodra dan Alex.
"Ehh...non Liodra silakan masuk non tuan sedang di kamarnya tidur,jika boleh saya minta bantuan nona saya ingin minta tolong..." kata Pak Lukman sopan
"Bantuan apa pak???" tanya Liodra
"Begini non....dari kemarin tuan belum makan dan minum obat hanya berbaring di kasur..." kata Pak Lukman sedih.
"Apa...???dasar tu bocah,tenang aja pak serahkan semuanya sama saya..." kata Liodra.
Liodra dan Alex menuju ke lantai atas letak kamar Genova.