Liodra

Liodra
Cemburu



Alex berdiri di depan gerbang sekolah,matanya terbelalak memandang Liodra dan Genova berboncengan nampak raut bahagia terpancar di wajah mereka.Hati Alex seolah hancur berkeping-keping cinta pertamanya kini telah jauh darinya.


"Kenapa bukan aku Li..." gumamnya pelan.


Sebuah tangan tetiba menggenggam tangan Alex,Alex memalingkan wajah tampak Sofia tersenyum kepadanya.Sofia menarik tangan Alex,Alex mengikuti tanpa bicara.


.


.


.


.


Di dalam ruang kelas teman-teman Liodra begitu heboh membicarakan Liodra dan Genova.Ketika yang di bicarakan oleh mereka memasuki ruang kelas semua menjadi diam.


"Ciiiee...kayaknya ada hal yang kita lewatkan nih kemarin..." Goda Ina


"Maksud lo apaan Na..???" Kata Liodra sembari meletakkan tasnya.


"Ge...lo traktir kita gak nihh...???" sambung Galang


"Udah...gak usah main rahasiaan lagi...semua orang udah liat..."sambung Nova


" Apaan sih Lo pada..."Kata Genova tersipu.


"Iddiih....muka lu merah gitu....ha..ha..." goda Galang


"Udah...apaan sih..." Liodra malu


"Ciiaahhh...si Liodra ikutan merah...ha..ha...lucu banget deh lo berdua..." kata Ina.


Liodra dan Genova saling pandang dan saling melempar senyum.Ina seolah memberi isyarat kepada Galang agar bertukar tempat duduk.


"Mmm...Li...gue duduk di depan ya,sama Ina lo disini aja,mata gue hari ini agak burem..." cetus Galang.


"Gue duduk sama Ge dong..." Liodra kaget.


"Iyalah...sekali aja ya..yahhh..." jawab Galang


"Mm..oke.." jawab Liodra.


Jantung Liodra berdebar tak henti karena sekarang ia berada di samping Genova.Sesekali mata mereka bertemu Liodra tersipu malu.


Genova melihat tangan mungil Liodra di atas meja ia memberanikan diri menggenggam tangan itu dan menyembunyikannya di celah meja agar yang lain tak melihat.Liodra menatap kaget Genova namun bibirnya tersenyum,Genova membalas dengan mengedipkan matanya.


Teettt..tett..."jam istirahat berbunyi.


"Lepasin dong..." bisik Liodra


Genova menggelengkan kepalanya.


"Nanti diliat yang lain,maluu..." Liodra mencoba melepaskan genggaman Genova yang semakin erat.


"Nggak...kenapa..." Liodra salah tingkah.


"Adehhh...udah ah...kalian...kantin yuukkk laper nihh..." kata Ina yang memegangi perutnya.


"Ayoookkk...jalan..." Liodra menarik tangan Ina.


Genova mengikuti dari belakang.Di kantin tampak Alex sedang duduk sendiri dan tampak murung.Liodra yang melihat langsung menghampirinya.


"Hay...kak...boleh aku gabung..???" tanya Liodra lembut.


"Oohh...kamu Li...boleh kok..." Alex merasa senang.


Genova merasa kesal,dia memandang sinis ke Alex.Alex hanya tersenyum ketir.Ketika Liodra mau duduk tiba-tiba tangannya di tarik seseorang.


"Lo ngapain disini???" kata Sofia dingin


"Mm...kamu siapa???" tanya Liodra bingung


"Gue temennya Alex,dan gue minta lo jauh-jauh dari Alex..." Sofia mendorong Liodra.


Genova menopang tubuh Liodra yang hampir jatuh.Genova memandang penuh amarah ke Sofia.


"Sekali lagi lo berani sentuh cewe gue,lo habis sama gue..." Genova menggertak.


Sofia ketakutan melihat wajah marah Genova.


"Ge...udah...gue gak apa-apa...." Liodra memegangi tangan Genova


"Yuk...cabut gue udah gak mood makan..." Genova menarik tangan Liodra.


Alex terpaku tanpa bisa melakukan apapun.Dia tak bicara namun menatap marah kepada Sofia.


"Lex..tunggu..." Sofia mencoba memanggil Alex namun tak di hiraukan.


Di belakang sekolah Genova mondar-mandir wajahnya terlihat kesal.


"Ge...aku gak apa-apa...udahlah marahnya..." Liodra mencoba menenangkan.


"Kamu bodoh ya...diperlakukan seperti itu diam aja..." Genova mencengkram pundak Liodra.


"Aku mau gak ribut lagian aku gak tau kenapa perempuan itu marah..." jawab Liodra menatap dalam mata Genova.


"Aku gak mau ada orang memperlakukanmu seperti itu oke..." Genova mengusap kepala Liodra.


Liodra tersenyum langsung memeluk Genova.


"Makasi...Ge...udah ngelindungin aku..." Kata Liodra memeluk erat tubuh tinggi tegap itu.


"Lain kali kamu harus bisa ngelawan,jangan mau di perlakukan seperti itu..." Genova membelai lembut rambut Liodra.