
Alex memandang gadis yang sedang duduk di sudut ruangan perpustakaan,gadis itu tampak tersenyum membaca sebuah buku dongeng di tangannya.Perlahan Alex berjalan mendekati gadis itu.
"Mm...Li...boleh aku duduk???" Alex
"Ooohh..kakak boleh,duduk aja..." Liodra tersenyum.
"Aku mau minta maaf sama kejadian di kantin tadi..." Alex menundukkan kepalanya.
"Lohh...kok kakak yang jadi minta maaf..??" Liodra nampak bingung
"Iya...Sofia itu temenku,dan dia tau kalo aku suka sama kamu jadi sedikit salah paham..." jelas Alex.
"Aahhhh...iya kak nggak apa-apa kok...santai aja..." Liodra
"Kamu suka buku dongeng??" Alex
"Aku nggak begitu suka,karena aku tau itu semua nggak nyata..." Liodra
"Tadi aku perhatiin kamu senyum-senyum baca buku itu,aku sedikit bingung...?" Alex
Liodra menarik nafas panjang.
"Mamaku yang suka membacakan aku dongeng dulu..." Liodra
"Dulu???,emang sekarang mama kamu kemana???" Alex.
Liodra langsung bangkit dengan raut wajah sedih.
"Maaf kak aku duluan,aku ada janji sama Ina..." Liodra bergegas meninggalkan Alex yang masih tak mengerti.
"Kenapa Liodra seolah menghindari pertanyaanku???" Alex
.
.
.
.
Liodra berjalan perlahan ke taman belakang sekolah yang nampak sepi.Matanya menatap jauh kedepan.Sekilas kenangan masa kecilnya melintas di pikirannya.Seorang wanita cantik dan anggun tersenyum dan memeluknya penuh kehangatan.
"Ma...aku kangen sama mama..." Air mata mengalir lembut di pipi Liodra.
Liodra tak menyadari seorang laki-laki memperhatikannya dari samping,laki-laki itu bersandar di bawah pohon matanya sendu memandang gadis yang menangis di sana.Laki-laki itu tak ingin Liodra tau bahwa ada yang melihatnya menangis,saat Liodra memalingkan wajahnya dia menutup mata.
.
.
.
"Genova..." Gumam Liodra
Liodra bangkit perlahan mendekati Genova yang nampak tidur di bawah pohon.
"Dasar...dia malah tidur di sini..." Liodra mencubit pipinya.
"Awww...aww...sakit...Li..." Genova memegang pipinya yang terasa sakit.
"Ooohh...jadi kamu pura-pura tidur tadi..." Liodra
"Mmm...aku...aku..." Genova tak punya alasan.
"Ahhhh...dasar kamu pasti melihatku menangis tadi kan...aaahh...menyebalkan..." Liodra menundukkan kepalanya dan duduk bersimpuh di depan Genova.
"Apa...!!!!dasar devil....!!!" Liodra
"Kalo kamu mau,kapanpun aku siap mendengar ceritamu...jangan seperti itu sendiri lagi ya...aku disini..." Genova menatap penuh yakin.
"Mmm...iya..." Liodra tersenyum.
.
.
.
.
Pulang sekolah Liodra bersama Genova ke Cafe untuk belajar bersama.
"Ge...tunggu sini aku cari kakak ke atas dulu..." Liodra
"Oke..." Genova
.
.
Liodra berjalan ke lantai atas,namun kamar kakaknya kosong,ia kembali ke bawah.
"Kak, kak Gio kemana???" Tanya Liodra ke salah serang pelayan.
"Tadi pagi dia buru-buru pergi nggak tau kemana..." Pelayan
"Ooohhh...makasi kak.." Liodra
.
.
"Kamu kenapa Li...??" Genova
"aahh..itu...kakakku tadi katanya pergi buru-buru dan gak tau kemana,aku penasaran aja..." Liodra
"Ooohh...coba aja di telpon..." Genova
"Ooo..ya..ya...kenapa gak kepikiran ya..." Liodra.
"Adeehhh...emang dasar kamu bod*h...ha..ha.." Genova
"Iiisshhh...aku cuma lupa okeee....!" Liodra
"iya...ya...iyain aja biar kamu senang...ha..ha..." Genova
"Udahh...kamu belajar aja dulu,aku telpon kakak dulu..." Liodra.
"Oke...boss..." Genova
.
.
.
*Tuuttt....tuttttt....tuttt...*
"Kenapa kak Gio gak angkat telpon ya???" Liodra,ia terus mengulang beberapa kali namun tak ada jawaban juga.