
Genova tampak memikirkan sesuatu.Liodra menatap was-was.
"Gue mau makan,bakso kuahnya gax lebih dari satu setengah sendok,seledri hanya enam potong,kolnya dua puluh iris jangan ada yang lebih ato kurang...!!!" Genova tersenyum puas.
"Lo ngerjain gue???!!!" Liodra merasa kesal
"Oohhh...jadi gitu kaki gue ini salah siapa??..." Genova Mengangkat alisnya.
Liodra sangat kesal namun ia tak punya pilihan selain menuruti keinginan Genova.
"Ok....ok...tapi bisa gax baksonya biasa aja??" Liodra memelas.
"Gax...!!!" jawab Genova tegas.
Liodra pasrah ia berjalan keluar menuju kantin dengan langkah yang terasa berat,ia terus menggerutu merasa di kerjai oleh Genova.
Di dalam ruang UKS Genova menertawakan Liodra yang dengan mudah ia jebak,kakinya memang keseleo tapi tak separah itu hingga perlu di perban.
"Gadis bodoh,berani main-main denganku...ha....ha..." Kata Genova yang berdiri di jendela melihat Liodra yang sangat kesal.
Di Kantin Liodra menyiapkan sendiri bakso yang di pesan Genova,agar tak melakukan kesalahan.Ia tak menyadari Alex berdiri di sebelahnya.
"Kamu ngapain Li ngitung kol???" Alex merasa aneh.
"Ahh..kak Alex ini...ini...untuk...temanku..ya...temanku..." Liodra tak ingin Alex tau bahwa ia menyiapkan bakso itu untuk Genova.
"Oh..." Alex mengangguk.
"Eee...kak aku duluan...da..da..." Liodra pamitan dan mempercepat langkahnya.
Genova melihat Liodra telah kembali,ia bergegas naik ke ranjang dan pura-pura main game di handphone'nya.
"Nih...pesenan lo....gue udah nyiapin sendiri dan pastinya semua hitungannya gax salah..." Liodra meletaknya mangkuk itu.
"Sekarang buang kolnya...!!" Suruh Genova
"haaaa...maksud lo apaan....tadi gue udah ngitung tu kol,sekarang lo bilang buang...!!!" Hardik Liodra kesal.
"Iya...gue lagi gax pengen makan kol..." Jawab Genova ketus.
"Suapin gue...!!" Kata Genova
"Tangan lo kan nggak kenapa-kenapa...,makan sendiri aja...!!!" Liodra menahan amarahnya.
"Liat sekarang gue lagi sibuk,atau lo mau gue suruh kak Gio kesini ngegantiin tanggung jawab dari perbuatan lo..." Ancam Genova
"Nggak...jangan udah ya...Ge...gue yang suapin lo...." Liodra mencoba lebih lembut.
*Kalo sampe kak Gio tau bisa mampus gue kena omel satu bulan tujuh hari..."Batin Liodra
Bel pulang berbunyi Liodra membawakan tas Genova,yang sengaja di isi banyak buku oleh Genova agar Liodra keberatan saat membawanya.
Sopir Genova telah menunggunya di depan gerbang sekolah,dengan sigap ia berlari memapah tuannya,ia juga mengucapkan terimaksih ke pada Liodra.
Liodra merasa begitu bebas setelah terlepas dari Genova.Ia merasa menjalani hidup seperti neraka saat di samping Genova.Bahkan Liodra tak bisa membayangkan hari esok di sekolah yang pastinya tak akan menyenangkan karena ia masih terikat janji dengan Genova.
Ting.'Suara pesan masuk.
Liodra tersenyum menatap nama yang muncul di layar HP.
[Halo Liodra...apa nanti kamu ada waktu???]Alex
[mmm...ada kak...kenapa??]Liodra
[Nanti metemu yuk di perpustakaan kota,sekalian aku mau bawa komik-komik yang aku ceritain waktu ituππ]Alex
[Boleh...jam berapa???]Liodra
[Jam tiga???]Alex
[Ok deal...,π€π€]Liodra
Liodra merasa sangat senang dan tak sabar menunggu jam tiga sore.
Di rumah Alex berjingkrak-jingkrak karena senang.