Light Of Blue(Taekook/Taegi)

Light Of Blue(Taekook/Taegi)
That Twilight



Gerimis mulai turun di langit Istambul sore ini. Langit kelabu tanpa cahaya mentari yang menyinari. Udara basah nan dingin mulai menyelimuti. Namun nyatanya itu tak mengganggu dua orang yang masih terdiam dalam benda baja yang membawa mereka kembali ke rumah.


Sejak terakhir kali bicara tadi, kini mereka sama-sama bungkam. Tak ada niatan sedikitpun untuk memulai pembicaraan. Entah apa yang sebenarnya mereka pikirkan saat ini. Hingga dering ponsel dari salah satunya mengalihkan atensi yang lainnya.


"Yes, Gloria. What's the problem?"


(Ya, Gloria. Ada masalah apa?)


" No sir. I Just want to remind you, the day after tomorrow you have a skewed schedule with a company from Europe, sir. They had scheduled a meeting from last month."


( Tidak tuan. Saya hanya ingin mengingatkan anda, besok lusa anda ada jadwal meeting dengan perusahaan sari Eropa, tuan. Mereka sudah menjadwalkan pertemuan ini dari bulan lalu.)


" Has Soobin been told the schedule the day after tomorrow?"


( Apa Soobin sudah diberitahu jadwal besok lusa?)


" Sorry Mister. Mr. Soobin is taking time off for the day."


( Maaf, tuan. Tuan Soobin mengambil cuti pada hari itu.)


" Okay. Just get everything ready."


( Oke. Siapkan saja semuanya.)


" Ada masalah di kantor?"


" Tidak ada Hyung, hanya lusa akan ada meeting. Tapi bocah itu mengambil cuti pada hari itu, dan tidak mengabari ku. Padahal kau akan kembali ke Korea, tapi mungkin aku tak bisa Mengantarmu."


" Tidak masalah, Tae. Lagipula itu perusahaan memang lebih penting kan. Ah!!! Aku hampir lupa. Hoseok akan kemari besok."


Bertepatan itu pula, mobil mereka sudah sampai didepan rumah. Taehyung segera menoleh kesamping dimana Yoongi sedang berusaha membuka seat belt yang terpasang.


" Kenapa Hoby Hyung ikut kemari juga? Bukankah ia juga sibuk dengan bisnisnya di Korea?"


" Hana mengidam, Tae.... Ia ingin parfum yang sama dengan yang kuberikan dulu saat kemari. Aku sudah memberikan sample pada pembuatnya, Hoseok tinggal mengambilnya saja nanti."


Mereka turun dari mobil dan berjalan beriringan. Banyak sekali hal yang sebenarnya ingin Taehyung katakan, tapi setiap kata itu seperti menyangkut di kerongkongannya. Ia ingin sekali bertanya tentang namja bergigi kelinci itu, namun egonya seperti tidak mengizinkannya.


Malam ini meja makan itu terasa sedikit ramai dengan canda tawa Soobin dan Yoongi. Soobin tak pernah berhenti bercerita lucu hingga membuat Yoongi tersenyum dan terkadang tertawa kecil. Hanya Taehyung yang terlihat biasa saja. Memakan makanannya tanpa mau ikut dalam obrolan dua orang didepannya.


Biasanya ia hanya berdua saja dengan Soobin yang selalu menggerutu tentang sikapnya di kantor, tapi kini ia justru melihat Yoongi yang ikut serta dalam candaan Soobin. Padahal yang ia tahu, Yoongi itu seorang yang tertutup dan sedikit pemalu. Apa mungkin Yoongi sudah berubah setelah lama mereka tidak bertemu? Ia juga ingin sekali bertanya tentang hubungan Yoongi dan Jimin. Sebenarnya ia juga tahu, namja manis didepannya ini diam-diam menyukai manja bermata sipit itu. Tapi ia pura-pura tidak tahu agar tidak menyinggungnya.


" Memangnya Hoby Hyung berangkat kapan? Buru-buru amat minta dijemput. Udah tahu Soobin juga sibuk di kantor." Soobin bertanya pada Yoongi disela-sela makan malamnya.


" Tadi sih dia bilang akan transit dulu, karena dari Jepang sore hari... Mungkin besok pagi hosiky udah sampai."


" UHUK!!! BESOK PAGI!!! Kenapa harus pagi-pagi sih!!! Kenapa nggak siang, sore atau malem gitu! Itu akan mengganggu waktu tidurku Hyung..."


" Aku ada rapat lusa, Bin... Jadi kau saja yang menjemput Hoby Hyung di bandara." Taehyung bicara sebelum Yoongi membuka kembali mulutnya.


" Tapi kau kan lusa rapatnya! Besok juga tidak terlalu sibuk kan, kenapa tidak Hyung saja yang menjemputnya? Dia kan Hyung mu!" Protes Soobin.


" Kau sendiri kenapa cuti tanpa memberitahuku terlebih dahulu? Bahkan saat itu akan ada pertemuan penting dengan klien dari luar negeri."


" Ayolah Hyung... Aku kan belum pernah cuti setahun ini... Lusa kekasihku akan datang kesini. Kami sudah lama tidak bertemu."


Soobin menunjukkan wajah memelas nya pada Taehyung supaya ia bisa cuti hari itu, namun Taehyung hanya menatapnya datar. Yoongi yang merasa kasihan pun menawarkan dirinya untuk menjemput Hoseok.


" Kalau Soobin memang tidak bisa, dan kau juga sibuk biar Hyung saja yang menjemput Hoseok, Tae. Sekalian jalan-jalan melihat-lihat sekitaran Istanbul."


" Apa Hyung benar-benar tidak apa-apa? Maksudku, Hyung juga perlu istirahat kan. Kalau jalan-jalan Tae bisa menemani Hyung besok sore setelah pulang dari kantor."


" Tidak apa-apa, Tae. Lagipula Hoseok hanya ingin mengambil pesanannya kan? Jadi Hyung bisa menemaninya sebentar, setelah itu kita bisa bertemu saat Sore hari."


" Yoongi Hyung...  kau yang terbaik deh."


Soobin tersenyum lebar hingga mata itu hampir membentuk bulan sabit, membuat Yoongi kembali memikirkan seseorang yang juga memiliki mata seperti itu. Ia mengukir senyum tipis di bibir manisnya serta menahan getir pahit dalam hatinya yang muncul kembali saat mengingat orang itu. Sampai detik ini Yoongi belum kembali menghubungi Jimin. Sebenarnya ia cukup penasaran, kenapa Jimin menghubunginya seintens itu.


Mungkinkah ada sesuatu yang penting? Perlukah ia menghubunginya sekarang? Tapi ia tidak ingin mengganggunya di jam seperti ini. Mungkin besok pagi ia akan coba mengirim pesan padanya, setidaknya itu tidak akan mengganggunya saat orang itu tengah sibuk. Karena ia bisa membacanya saat waktu luang, lagipula sebentar lagi ia juga akan kembali ke Korea.


Setelah hujan semalaman, pagi ini mentari bersinar dengan indahnya menembus cakrawala. Kabut tipis tertiup angin mengelilingi setiap pohon yang tumbuh di jalan dan membawa hawa dingin yang terasa sedikit menusuk tulang. Penghujung musim dingin disini sedikit berbeda dari sebagian negara-negara lainnya. Karena terkadang saat penghujung musim hujan disini, sering terjadi hujan batu es yang sedikit menyusahkan banyak orang. Walaupun tidak terlalu sering, tapi itu sangat mengganggu dan menyakitkan bila sampai mengenai bagian tubuhmu.


Namun tidak demikian dengan Yoongi. Namja manis itu tengah bersiap-siap pergi keluar di pagi hari yang cukup dingin ini. Biasanya ia akan menggulung seluruh tubuhnya dengan selimut dan tidur saat cuaca sangat dingin seperti ini, tapi mau bagaimana lagi ia sudah menawarkan diri untuk menjemput sahabatnya itu. Berbekal baju tebal dan sebuah kunci mobil yang ia pinjam dari Soobin semalam, kaki kecilnya melangkah turun ke lantai satu. Baru menginjak anak tangga pertama, suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya.


" Taehyung? Ada apa, kau perlu sesuatu?"


" Hyung akan ke bandara sekarang?"


" Iya, bukankah semalam kau juga mendengarnya? Memangnya ada apa?"


" Kalau begitu biar Tae antar, sekalian berangkat ke kantor. Biar nanti sopir kantor yang mengantar kalian berkeliling."


" Kau akan kekantor di jam sepagi ini? Kau bahkan belum sarapan, Tae..."


" Tae bisa sarapan di kantor nanti, Hyung. Jalan disini sedikit berbahaya saat pagi seperti ini."


" Baiklah, kau panaskan saja  mobilnya. Hyung akan kembali 5menit lagi."


Yoongi melesat turun tanpa mendengar panggilan Taehyung sedikitpun. Entah apa yang Yoongi lakukan, Taehyung tidak tahu. Ia hanya menuruti perintah Hyung nya itu untuk memanasi mobil. Tepat 5menit ia menunggu dalam mobil, Yoongi kembali dan langsung masuk kedalam mobil itu dengan bungkusan dalam dekapannya.


" Maaf sudah menunggu lama, kita bisa jalan sekarang."


Taehyung tidak bertanya apapun lagi. Ia hanya diam dan fokus pada jalanan. Pagi seperti ini memang sedikit rawan disana. Banyak penjahat berkeliaran dan mengincar seseorang yang berpergian sendirian, dan tentu saja ia tidak ingin hal itu menimpa Yoongi. Apalagi Yoongi, sudah sangat membantunya dalam banyak hal terutama dengan merahasiakan keberadaannya dari orang lain. Hanya Yoongi dan Hoseok saja yang tahu akan itu. Walaupun rasa rindu kadang menghampirinya bila memikirkan kedua orang tuanya, bahkan ia juga tidak bisa hadir di acara pernikahan Hyung nya.


" Buka mulutmu."


" Hyung, Tae bisa makan nanti di kantor. Tidak perlu repot-repot seperti ini."


" Ini masih jam 5pagi Tae... Cafetaria kantor juga tidak ada yang buka jam segini. Sudah buka mulutmu! Hyung sengaja membuatkannya untukmu."


Dengan terpaksa, Taehyung membuka mulutnya dan memakan sandwich coklat itu. Dapat ia lihat hyung nya itu tersenyum dan juga melakukan hal yang sama. Mereka sarapan dengan sandwich coklat didalam mobil menuju Bandara. Sudut bibirnya tersenyum memikirkan betapa beruntungnya Jimin bisa dicintai seseorang setulus Yoongi Hyung.


Sesampainya di bandara, sudah ada sopir kantor yang sudah Taehyung hubungi sebelumnya. Jadi tanpa menunggu Hoseok datang, Taehyung langsung pergi menuju kantornya dengan mobilnya. Meninggalkan Yoongi bersama supir untuk mengantar mereka nanti.


Sekitar 10 menit menunggu, suara cempreng sahabatnya itu bisa ia dengar dari kejauhan. Bahkan semua orang yang berjalan bersamanya memandanginya aneh. Yoongi benar-benar heran, benarkah orang itu sudah menikah? Tinggal lakunya tidak berubah masih seperti saat berumur 15tahun dulu. Tapi itu yang Yoongi suka darinya, Hoseok selalu bersikap apa adanya dan sangat baik terhadapnya.


" Kenapa kau yang menjemput ku, Hyung? Dimana Soobin?"


" Soobin tidak bisa, Seok... Dia ada kecapean dan butuh istirahat."


" Hah... Hyung jangan terlalu memanjakannya, bilang saja dia malas bangun pagi."


" Tidak apa-apa, Hosiky... lagipula V sempat mengantarku tadi, jadi aku tidak sendirian selama perjalanan."


Yoongi hanya tersenyum melihat Hoseok yang mengeluh tentang sepupunya itu. Namun beda lagi dengan Hoseok yang dengan cepat menengok ke segala arah guna mencari keberadaan adiknya itu.


" Dia ikut kemari Hyung? Dimana dia sekarang? Kenapa tidak ikut menyambut ku tadi?"


" V sudah berangkat ke kantor, Seok."


" Kantor apa yang buka jam segini!!! Anak itu sudah gila atau gimana sih, bukanya menjemput Hyung nya malah lebih memilih kertas-kertas tanpa nyawa itu!"


" Sudahlah, Seok... Lagipula sudah ada aku disini kan. Kau bisa menemuinya nanti. Jadi bisa kita pergi sekarang? Supir V sudah menunggu kita dari tadi, dan juga kau tidak malu dilihat semua orang?"


Merasa disindir, Hoseok melihat sekeliling dan benar saja banyak pasang mata menatapnya aneh. Ia hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mau bagaimanapun ia adalah orang asing di negara ini.


Mereka pun keluar dari bandara dengan mobil yang sudah disiapkan Taehyung sebelumnya. Selama perjalanan Hoseok selalu mengeluh tentang adiknya yang semakin keras kepala itu. Saat pertama kali tahu bahwa Taehyung ada disini itupun juga karena Yoongi yang memberitakannya. Walaupun ia sangat merindukan dongsaeng nya itu, tapi ia juga tidak bisa gegabah mengambil tindakan karena bisa saja adiknya itu justru akan kabur.


" Apa kau hanya kesini untuk mengambil pesananmu itu, Hosiky?"


" Tidak juga Hyung, sebenarnya ada alasan lain. Kebetulan saja Hana menginginkan parfum yang kau berikan, jadi itu bisa menjadi alasanku datang menemuinya."


" Kau ingin bicara dengan V? Itu bagus kalau kau bisa meyakinkannya untuk pulang. Sudah terlalu lama dia melarikan diri dari semuanya, Seok."


" Iya, Hyung. Itu juga salah satu alasanku."


" Salah satu? Maksudmu ada hal lain lagi yang ingin kau bicarakan dengannya?"


" Emm... Dan itu sangat penting."


Yoongi tidak lagi bertanya setelah melihat wajah serius sahabatnya itu. Mungkin memang ada hal serius yang perlu mereka bicarakan, dan itu bukan hal yang perlu ia tahu. Yoongi sadar kalau ia hanya orang lain, walaupun mereka sudah bersahabat dari kecil.


Setelah beristirahat sebentar dirumah milik adiknya itu, Hoseok dan Yoongi pergi menuju toko parfum. Seperti yang direncanakan sebelumnya, mereka akan mengambil parfum pesanan Hana, kemudian akan berjalan-jalan sebentar berhubung Taehyung dan Soobin masih sibuk di kantor. Mungkin nanti mereka bisa menyusul saat sudah senggang. Dan disinilah mereka sekarang.


Sebuah toko parfum yang cukup mewah dan berkelas. Bahkan aroma parfum yang lembut langsung menyapa Indra penciuman mereka begitu pintu kaca itu terbuka otomatis. Hamparan parfum berbagai jenis dan ukuran terpajang rapi disepanjang rak. Memang terlihat kecil dari luar, namun begitu masuk dan melihat jauh kedalam banyak sekali rak-rak yang tersusun ditembok dengan barisan botol parfum yang sangat indah. Mungkin itu semua adalah parfum mahal dan limited edition, karena bentuknya yang berbeda-beda.


Setelah selesai dari toko parfum, mereka melanjutkan acara jalan-jalan yang memang sudah dinantikan Yoongi. Sudah sejak lama Sebenarnya ia ingin jalan-jalan disekitaran Istambul, tapi karena kesibukan dan pekerjaan yang memang tidak bisa ia tinggalkan jadi tidak bisa ia lakukan. Ia hanya tahu dari penjelasan Soobin atau Taehyung tentang keindahan negara ini.


" Kau akan langsung pulang malam ini Seok? Apa tidak lebih baik menunggu besok, lagipula Hyung besok juga akan kembali ke Korea."


" Tidak bisa Hyung.... Hana akan memarahiku kalau terlalu lama pergi. Sejak ia hamil, emosi nya jadi tidak stabil."


" Baiklah... Hyung mengerti."


" Bisa Hyung hubungi Soobin dan menyuruhnya menyusul kemari bersama Taehyung? Mungkin mereka sudah kembali dari kantor."


" Ah sepertinya mereka sudah menunggu kita di cafe, Seok. Hyung baru mendapat pesan dari Soobin."


" Ya sudah kalau begitu. Kita kesana sekarang saja."


Dan disinilah mereka sekarang, duduk bertiga dengan segelas kopi hangat dan red Velvet sebagai pelengkapnya. Kalau kalian bertanya dimana Soobin, ia ada disana juga namun beda meja. Soobin lebih memilih meja pojok dengan kaca luas disampingnya. Ia sibuk berbicara dengan seseorang dari ponselnya. Mungkin kekasihnya yang besok akan datang.


" Kau benar-benar keterlaluan, Tae. Menemui Hyung sebentar saja apa susahnya sih!"


" Maaf Hyung. Tae sedikit sibuk di kantor, apalagi akan ada kerjasama baru dari klien asing besok."


" Tapi kau kan bisa menyuruh Soobin menggantikan mu sebentar, apa susahnya sih!!!"


" Iya...iya. Tae minta maaf, tapi sekarang kan kita sudah bertemu Hyung."


" Sudahlah Seok.... Bukankah tadi kau bilang ingin bicara hal serius dengannya?"


Sebenarnya Taehyung tahu apa yang ingin Hyung nya ini bicarakan, pasti tak jauh dari menyuruhnya pulang ke Korea. Padahal ia sudah berulang kali menjelaskan kalau dirinya belum siap kembali untuk saat ini.


" Pulanglah Tae..."


Nah kan, sudah ia duga pasti akan seperti ini lagi.


" Hyung... Tae sudah bilang berulang kali, Tae belum-/ Omma sakit Tae."


Mematung... Bahkan bibirnya tidak bisa lagi berucap. Bahkan Yoongi juga sama terkejutnya dengannya. Setahu Yoongi, Imo Kim masih baik-baik saja beberapa hari yang lalu saat mereka bertemu. Bagaimana Yoongi bisa tidak tahu hal itu?


" Dan ada satu lagi yang ingin Hyung katakan padamu....


" Omma ingin kalian berdua menikah.


Kau dan Yoongi Hyung......


Omma ingin kalian menikah secepatnya."