
Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Taehyung bergegas merapikan semua barangnya dan beranjak meninggalkan kantor tempatnya bekerja. Sudah menjadi kebiasaan baginya keluar di jam seperti itu untuk menjemput kedua putranya. Mengganti jadwal istirahatnya satu jam kebelakang untuk hal itu.
Namun kali ini sedikit berbeda. Putra bungsunya sudah meminta ijin untuk bermain dirumah Namjin, dan Taehyung tidak keberatan dengan hal itu. Kini satu-satunya pekerjaan nya yang tersisa hanya menjemput Jihoon di taman kanak-kanak.
Begitu meninggalkan kantor menuju mobil, dirinya berpapasan dengan sang kakak yang sepertinya baru kembali dari makan siangnya. Hoseok yang melihat Taehyung tentu saja tahu kemana adiknya itu akan pergi.
" Mau menjemput Jihoon?" tanyanya basa-basi.
" Iya Hyung, kebetulan semua pekerjaan sudah selesai " jawabnya santai.
" Hyungjay juga?" tanyanya lagi.
" Hyungjay sudah ijin mau main ke rumah Namjin tadi." jawab Taehyung sesekali melihat jam di tangannya.
" Beomgyu ikut juga? Kenapa dia tidak bilang dulu padaku?" heran Hoseok dan mencoba menghubungi sang istri.
" Aku duluan Hyung, takutnya Jihoon menunggu lama." ujarnya pergi dari sana tanpa menghiraukan panggilan sang kakak.
Sesekali Taehyung melihat jam ditangannya sambil memperhatikan jalan. Dirinya kini sedang menuju sekolah sang putra bungsu, yang memang sedikit jauh dari kantor. Karena berbicara dengan sang kakak, kini ia sudah terlambat lima menit. Taehyung takut kalau putranya itu menunggunya terlalu lama.
Setelah hampir setengah jam mengendarai mobil, akhirnya Taehyung sampai juga. Ia buru-buru keluar mobil dan mencari keberadaan sang putra. Dari kejauhan ia bisa melihat Jihoon tengah menunggunya bersama temannya dan mungkin orang tua anak itu.
Senyum Jihoon langsung mengembang begitu melihat kedatangannya dan itu tidak lepas dari pandangan Taehyung. Kedua tangannya terbuka menyambut kedatangan sang putra yang berlari kearahnya. Sungguh, melihat senyuman putranya mengingatkannya pada almarhum sang istri. Jihoon memang seperti duplikat sang istri, sedangkan Hyungjay kurang lebih mirip dengannya.
" Apa Jihoon sudah lama menunggu? Maaf ya, Appa sedikit terlambat." kata Taehyung merasa bersalah.
" Tidak kok, Jie nggak marah sama Appa. Lagian ada Ochi sama Kookie Imo yang temenin Jie tadi." jawabnya sambil menunjuk kearahnya menunggu tadi.
Disana, Jungkook hanya diam mematung melihat kehadiran Taehyung. Dirinya tidak menyangka akan bertemu dengan Taehyung ditempat ini, bahkan yang lebih mengejutkan Jihoon ternyata adalah putra Taehyung yang notabenenya adalah mantan kekasihnya.
Jungkook semakin tegang tatkala Taehyung berjalan mendekat kearahnya. Tangannya semakin dingin karena perasaannya bercampur aduk antara senang dan takut. Namun justru hal yang tidak ia sangka kini terdengar ditelinga nya, seakan apa yang ia dengar hanya sebuah candaan semata.
" Terimakasih sudah menjaga Jihoon, maaf merepotkan mu. Apa anda baru disini? Saya belum pernah melihat anda di sekolah ini." kata Taehyung sopan.
" Ochi baru pindah kesini, Appa. Ochi sudah jadi teman Jie disini." ungkap Jihoon menjelaskan.
" Benarkah? Lalu... Apa kau teman baru Jihoon?" tanya Taehyung pada bocah laki-laki yang sedari tadi menatap mereka.
" Nee, paman. Ochi boleh kan berteman sama Jie? Ochi janji nggak akan bikin jie nangis. Promise!" jawab Hoshi dengan lantang.
" Tentu saja boleh, mohon bantuannya ya. Jaga Jihoon saat disekolah, soalnya Jihoon sering sakit kalau kecapean." ujar Taehyung penuh senyum sambil membelai rambut Hoshi.
Semua hal itu tidak luput dari pandangan Jungkook. Apa yang sebenarnya terjadi? Mungkinkah Taehyung sudah melupakannya? Atau hanya berpura-pura tidak saling kenal? Namun satu hal yang pasti, kini Taehyung yang ada dihadapannya sangat berbeda dengan Taehyung yang terakhir ia kenal. Taehyung yang saat ini seperti kembali ke Taehyung yang baru ia kenal dahulu saat masa sekolah. Murah senyum dan berhenti hangat.
" Taehyungie..." panggil Jungkook pelan.
Namun ternyata sapaan kecil itu terdengar oleh Taehyung yang langsung menatap kearahnya. Terlihat raut kebingungan dari wajah tampan itu.
" Ya? Apa anda mengenalku?" jawabnya dengan bingung.
" Namanya juga Taehyung? Wah, apa aku punya kembaran? Tapi Hoby-Hyung tidak pernah mengatakannya." heran Taehyung.
Jungkook terkejut dengan nama yang baru saja Taehyung sebut. Jadi benar orang dihadapannya ini adalah Kim Taehyung, sang mantan yang susah payah ia coba lupakan. Tapi apa ini, kenapa dia bisa melupakan dirinya begitu saja.
" Maaf kalau saya sedikit lancang, apa istrimu bernama min Yoongi?" tanya Jungkook hati-hati.
" Kau mengenal Yoongi-Hyung? Apa kau temannya? Maaf ingatanku buruk beberapa tahun belakangan ini, jadi mungkin aku sedikit lupa." monolog Taehyung yang merasa bersalah.
" Kau tidak-"
" Appa! Jie lapar!" teriakan Jihoon memotong ucapan Jungkook.
" Aigoo... Putra Appa udah lapar ya. Oke, kita pulang sekarang. Kalau begitu kami permisi dulu... Emm..." kata Taehyung tertahan.
" Jungkook. Jeon Jungkook, itu namaku." jawab Jungkook mengenalkan diri.
" Ah... Kalau begitu kami permisi Jungkook-ssi. Paman pulang dulu, ya..." pamit Taehyung pada mereka.
Jungkook hanya terdiam menatap kepergian mereka yang perlahan menghilang diantara puluhan mobil yang melintas. Dalam benaknya berpikir keras apa yang terjadi selama ia meninggalkan negara ini.
" Mommy, Mommy... Kasian Jie ya, mom.." kata Hoshi menyadarkan lamunannya.
" Memangnya Jie kenapa?" tanya Jungkook mulai penasaran dengan perkataan Hoshi.
" Jie bilang Jie udah nggak punya Omma. Jie bilang, Omma Jie udah pergi ke tempat Tuhan. Jie sama seperti Ochi kan, Mom? Tapi bedanya Ochi masih punya Mommy." terangnya.
Hal itu tentu saja membuat Jungkook terkejut bukan main. Apa yang baru ia dengar dari Hoshi sungguh tidak pernah ia sangka. Yoongi sudah meninggal, dan ia sama sekali tidak mengetahuinya. Mungkinkah ini alasan Taehyung berubah.
Bagaimanapun ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah Taehyung yang tengah sakit dan perlu perawatan lebih lanjut? Namun kenapa Yoongi yang kini pergi meninggalkan mereka begitu saja. Melihat dari situasinya, Jimin pasti belum mengetahui hal ini. Dan Jungkook tahu, kepada siapa ia harus meminta informasi tentang hal ini.
Rumah megah itu kini mulai ramai dengan beberapa anak kecil didalam nya. Biasanya hanya ada dirinya, sang suami dan putra semata wayangnya ditambah beberapa maid. namun kini kedatangan Hyungjay dan Beomgyu menambah keramaian dirumah itu.
Seokjin sudah menyiapkan beberapa cemilan untuk mereka. Dirinya hanya mengawasi mereka bertiga bermain sambil membaca tabloid. Jarang-jarang ketiganya bermain dirumah ini, karena biasanya mereka lebih memilih bermain di rumah Hyungjay.
" Imo... Boleh Hyungjay bertanya sesuatu?" kata Hyungjay mencoba membuka pembicaraan.
Seokjin tersenyum, dan meletakkan kembali tabloid yang dibacanya di atas meja. Kini ia fokus mendengarkan apa yang ingin keponakan nya itu katakan. Namun gurat keterkejutan nampak begitu ia mendengar apa yang ditanyakan sang keponakan.
" Apa Imo tahu siapa jeon Jungkook?"
Hello 👋👋👋
Mungkin author akan sedikit lama update bab selanjutnya, tapi terus dukung ya🥰.
Diusahakan secepatnya.