Light Of Blue(Taekook/Taegi)

Light Of Blue(Taekook/Taegi)
Decision or doubt?



Seokjin dan Yoongi pergi meninggalkan kantor dan menuju kafe tempat biasa mereka bertemu. Tidak membutuhkan banyak waktu karena cafe itu berada diserang jalan. Seperti biasa latte yang selalu Seokjin pesan, sedangkan Yoongi memesan americano dengan cake red Velvet.


Seokjin :" Jadi, bagaimana kabarmu? Perjalanan mu ke Istanbul lancar kan? Apa ada namja keren disana? Ada yang menarik perhatianmu?"


Yoongi :" Kau ini bicara apa sih Hyung! aku kesana karena masalah bisnis, bukan untuk mencari jodoh."


Seokjin :" Ya elah Yoon, bukankah Jimin juga pergi kesana? Mana mungkin kalian tidak bertemu?"


Yoongi :" UHUKK!!!! Apa yang kau katakan Hyung!!! Jimin ada disana juga!!! Kapan?"


Seokjin :" Tunggu! Kau tidak tahu? Berarti kalian tidak bertemu?"


Yoongi :" Tidak."


Seokjin :" Astaga!!! Kapan sih kalian akan saling jujur!!! Aku sudah bosan menunggu undangan pernikahan kalian tahu!!! Tinggal bilang ' Jim gue suka sama Lo!' Gitu aja susah amat!"


Yoongi terdiam sesaat, bibirnya hanya tersenyum tipis karena itu tidak akan mungkin terjadi. Selama ini ia hanya menunggu dan menunggu. Hingga semuanya berakhir seperti ini.


Yoongi :" Sepertinya itu tidak akan terjadi Hyung...."


Seokjin :" Apa maksudmu? Kau akan menyerah begitu saja, Yoon?"


Yoongi :" Aku akan segera menikah, Hyung... Tapi bukan dengan Jimin."


Seokjin :" Tunggu!!! Maksudmu kau menyetujui perjodohan waktu itu? Yang benar saja Yoon!!! Bukankah kau bilang namja itu terlihat sangat kasar dan arogan!!! Kau yakin!"


Yoongi :" Bukan dengan orang itu Hyung..."


Seokjin :" Lalu?"


Yoongi :" Bisakah kau tidak memberitahukan hal ini kepada orang lain Hyung, bahkan dengan Namjoon sekalipun?"


Seokjin :" Kenapa harus seperti itu? Memangnya siapa orang itu? Apa aku mengenalnya? Apa dia dekat dengan kita?"


Yoongi :" Hyung..... Aku...


Yoongi terdiam, ia sedikit ragu untuk menceritakan hal itu pada Seokjin. Ia hanya takut Taehyung akan marah nanti. Tapi mata bulat Seokjin yang menunggu penjelasan darinya benar-benar tidak bisa ia abaikan.


Yoongi :" Aku akan menikah dengan Taehyung, hyung..."


Seokjin terdiam... Apa ia salah dengar? Tapi ia dengar dengan jelas Yoongi menyebutkan nama Taehyung. Nama yang sudah lama tidak didengarnya. Nama yang hampir tak pernah hilang dari kenangan mereka.


Seokjin :" Yoon... Tae.. Taehyung yang kau maksud itu..."


Yoongi :" Iya Hyung... Aku akan menikah dengannya. Bahkan kami sudah bertunangan beberapa hari yang lalu."


Seokjin :" Tunggu.. Tunggu... Bagaimana itu mungkin!!! Taehyung menghilang 7tahun yang lalu, bahkan tidak ada sedikitpun informasi tentang keberadaan nya walaupun kita sudah mencarinya. Bagaimana mungkin kalian bertunangan dan akan menikah! Apa kalian sudah pernah bertemu sebelumnya! Dan kau tidak memberitahukan semua itu!!!"


Yoongi :" Maaf Hyung... Tae Sendiri yang meminta ku merahasiakan nya. Aku tidak sengaja bertemu dengannya saat melakukan perjalanan bisnis ke Istanbul dua tahun yang lalu. Dan entah kenapa beberapa waktu yang lalu, Hoshiky meminta kami bertunangan."


Seokjin :" Dan kau menyetujuinya!"


Yoongi :" Maaf Hyung, aku tidak bisa menjelaskan alasan kami menerima perjodohan ini. Ku mohon Hyung, tolong rahasiakan semua ini."


Seokjin :" Hah... Baik, akan ku rahasiakan. Tapi Yoon.... bagaimana dengan perasaanmu pada Jimin? Kau juga tahu kan, ada orang lain yang mungkin akan tersakiti?"


Yoongi :" Aku sudah memikirkannya Hyung... Dan kami sudah memilih jalan ini."


Seokjin :" Kau yakin? Pernikahan bukanlah sebuah permainan Yoon."


Yoongi :" Aku sangat yakin Hyung... Lagi pula orang tua kami sudah mempersiapkan semuanya."


Seokjin :" Kalau ini keputusan mu, aku bisa apa. Bagaimana keadaannya? Aku benar-benar merindukannya."


Yoongi terdiam cukup lama, ia hanya mengaduk-aduk kopi didepannya tanpa menjawab pertanyaan Seokjin. Tentu saja ini menjadi pertanyaan besar untuknya.


Seokjin :" Yoon...?"


Yoongi :" Dia sudah berubah Hyung..."


Seokjin :" Maksudnya?"


Yoongi :" Taehyung yang sekarang seperti membangun dinding tinggi disekitarnya, sikapnya sangat dingin dan tidak pernah tersenyum sedikitpun. Tapi aku masih merasakan sedikit sikap hangatnya padaku."


Seokjin :" Setelah tersakiti untuk yang kedua kalinya, aku paham kenapa sikapnya begitu banyak berubah. Tapi aku benar-benar ingin menghajarnya saat dia pulang nanti."


Yoongi :" Emmmm Hyung....


Sebenarnya... Tae sudah pulang ke Korea, dan dia.....


Dia ada di apartemen ku saat ini."


Seokjin :" .......... WHAT!!!!"


Ditepian jalan, taxi itu berhenti tepat didepan sebuah cafe yang cukup mewah. Untuk beberapa saat, mata itu masih terlihat menikmati pemandangan diluar jendela. Hingga panggilan sang sopir menyadarkannya bahwa ia telah sampai tujuan.


Setelah membayar, ia keluar dari mobil itu dan menuju cafe yang ada didepannya. Banyak pasang mata memandang kagum dengan wajah bak pahatan patung Yunani itu, namun tak sedikitpun hal itu menarik perhatian nya. Langkahnya tegap menuju meja paling ujung dimana orang yang ia cari ada disana bersama dengan seseorang yang mungkin dikenalinya.


Taehyung :" Kenapa baru sampai? Bukankah seharusnya tadi pagi kau sudah tiba di Korea?"


Soobin :" Ayolah Hyung!!! Kau ini benar-benar seorang ditraktor!!! Hyung pikir aku nggak perlu istirahat,  Turki - Seoul butuh waktu 10 jam. Dan selama dipesawat aku masih harus menyelesaikan dokumen-dokumen yang kau tinggalkan. Setidaknya berterima kasihlah aku sudah mau datang kesini."


Yeonjun yang melihat kekasihnya marah-marah mulai menenangkannya. Bagaimana pun kekasihnya ini kalau sedang marah cerewet nya minta ampun. Ia hanya tidak ingin semuanya bertambah keruh.


Yeonjun :" Sudahlah Bin, bukankah kau bilang ingin ke Lotte world? Kalau kau masih marah-marah seperti ini, kapan kita pergi nya?"


Taehyung :" Kalian akan pergi?"


Yeonjun :" Iya Hyung... Kebetulan masih ada waktu sebelum pulang ke Jepang nanti malam."


Soobin :" Junie harus mengurus pekerjaannya dulu Hyung, lagi pula Yuri Noona masih membutuhkan Junie disana."


Taehyung :" Apa kau membawanya, Bin? Kau tidak lupa kan?"


Soobin :" Tenang sudah aku bawakan kok. Ini... Jangan sampai hilang lagi."


Soobin menyerahkan cincin biru itu pada Taehyung. Sejenak ia memandang cincin yang terlihat sangat indah itu, ada sedikit rasa ragu saat ia hendak memakainya kembali. Namun hatinya sudah bertekad untuk menjalani ini semua, jadi ia memakainya kembali.


Yeonjun :" Hyung masih ingin disini?"


Taehyung :" Hemm... Hyung ada janji bertemu dengan Yoongi Hyung sebentar lagi. Omma meminta kami fitting baju bersama."


Soobin :" Kalau begitu kami bisa pergi


Kan? Aku mau jalan-jalan dan pergi main sampai puas."


Taehyung :" Jaga rubah itu, Jun... Dia bisa tidak terkendali nanti."


Yeonjun :" Nee Hyung... Kami permisi dulu. Jangan lupa undangan untuk kami, hyung."


Setelah kepergian Soobin dan Yeonjun, Taehyung kembali terdiam memandang jalanan diluar. Entah apa yang ia pikirkan sampai ia mengabaikan pandangan kagum dari beberapa pasang mata yang terang-terangan mengaguminya. Baginya, itu hanya membuang-buang waktu. Hingga Indra penciuman nya menangkap aroma yang cukup familiar walaupun sudah lama ia tidak merasakannya lagi.


Jungkook :" Hyungie...


Akhirnya Kookie bisa bertemu lagi denganmu, Hyung."


Taehyung tidak kaget melihatnya, ia tahu orang didepannya ini memiliki mata dimana-mana. Tidak heran keberadaannya disini sangat mudah ditemukan, hanya saja ia benar-benar tidak ingin lagi berurusan dengannya.


Taehyung :" Bisakah anda tidak mengganggu ku lagi, Tuan Jeon? Saya sedang menunggu seseorang."


Jungkook :" Hyungie, Kookie mohon dengarkan dulu... Bukan maksud Kookie hilang tanpa kabar waktu itu, Kookie hanya ingin memberi-"


Taehyung :" Maaf Tuan Jeon, tapi kita sudah tidak memiliki hubungan apapun jadi anda tidak perlu menjelaskan apapun. Dan saya harap anda segera pergi."


Jungkook sangat terkejut dengan sikap Taehyung yang sangat dingin padanya. Tatapan yang dulu hangat itu penuh dengan kebencian, bahkan terkesan kasar. Mungkinkah Taehyung benar-benar melupakannya? Apa Taehyung benar-benar akan meninggalkan nya?


Jungkook :" Kookie benar-benar minta maaf Hyung... Kookie tidak bisa hidup tanpa Hyungie... Kookie mencintaimu Hyung..."


Tak ada sedikitpun ekspresi dari Taehyung walaupun Jungkook sudah berderai air mata, bahkan tangannya digenggam begitu erat. Mungkin tidak ada yang tahu bagaimana isi hati Taehyung saat ini, bahkan melihat sosok yang pernah dicintainya itu seperti ini sudah cukup menyiksanya.


Hingga rasa sakit dikepalanya mulai terasa menyiksanya lagi. Disaat seperti ini ia tidak ingin terlihat lemah Dimata orang lain.


Taehyung :" Jika anda tidak ingin pergi, saya saja yang pergi."


Genggaman tangannya semakin erat. Jungkook benar-benar tidak mau melepaskannya, ia tidak akan pernah mau melepaskan orang yang sangat ia cintai. Hingga mata bulat itu melihat sesuatu dijari manis Taehyung, sebuah cincin yang tersemat begitu indah dan membuatnya kembali meneteskan air mata.


Jungkook :" Cincin ini... Ini tidak benar kan Hyung? Kau tidak mungkin meninggalkan ku kan? KAU TIDAK MUNGKIN MENIKAH DENGAN ORANG LAIN KAN HYUNG!!!!"


Taehyung :" Itu bukan urusan anda, terserah saya ingin bersama siapa atau menikah dengan siapa."


Baru satu langkah Taehyung ingin melangkah pergi, tubuhnya dipeluk begitu erat oleh Jungkook dari belakang. Taehyung hanya terdiam tanpa bisa berkata-kata. Lidahnya seolah kelu untuk berbicara. Bahkan sakit dikepalanya semakin menjadi.


Jungkook :" Hiks... Kumohon jangan lakukan ini Hyung... Kookie benar-benar mencintaimu, Hyung harus percaya sama Kookie...hiks... Kookie akan lakukan apapun agar Hyungie mau memaafkan Kookie..."


Taehyung :" Kau tidak perlu melakukan apapun, karena keputusan ku tidak akan berubah."


Jungkook :" Tapi Hyung.../ Tae...?"


Baik Taehyung maupun Jungkook berpaling kearah panggilan itu, disana berdiri Yoongi yang tengah melihat kebersamaan mereka. Tak lama, lonceng Cafe tanda seseorang masuk berbunyi dan terlihat Jimin yang setengah berlari menuju mereka. Entah suasana apa dan bagaimana perasaan mereka saat ini, hanya mereka yang tahu.


Taehyung :" Maaf, bisa lepaskan tangan anda? Saya harus pergi."


Jungkook :" Nggak mau!!! Yoongi Hyung tolong bilangin ke Hyungie untuk maafin Kookie... hiks... Jimin Hyung..."


Taehyung :" Berhenti menyuruh orang lain, anda tidak berhak melakukannya."


Dengan cepat Taehyung melepaskan pelukan itu, dan menghampiri Yoongi dan menggenggam tangannya. Tak ayal itu membuat Jungkook maupun Jimin bertanya-tanya, Mungkinkah selama ini Yoongi tahu tentang keberadaan Taehyung?


Jungkook :" Kenapa kau seperti ini padaku Hyung? Kenapa kau justru memilih pergi? Dan kenapa Yoongi Hyung harus pergi juga?"


Taehyung :" Karena Yoongi Hyung adalah tunangan ku."


Bagai tersambar petir disiang hari, baik Jungkook maupun Jimin begitu terkejut mendengar berita itu. Jimin yang berada tak jauh dari Yoongi bisa melihat cincin tersemat dijari manisnya, dan itu terlihat sama dengan yang dipakai Taehyung. Mungkinkah ia sudah terlambat?


Jungkook :" Kau... Bercanda kan Hyung? Kau tidak mungkin menikah dengan Yoongi Hyung kan?"


Taehyung :" Anda bisa lihat sendiri, kami sudah bertunangan jadi berhentilah menggangguku mulai saat ini."


Bisa Yoongi rasakan betapa kuatnya genggaman tangan Taehyung yang sedikit gemetar. Bahkan tangannya terasa sangat dingin. Mungkinkah penyakitnya kambuh lagi? Yoongi semakin khawatir mengingat Taehyung harus menjauhi semua yang berpotensi membuatnya stress, karena itu akan mempengaruhi kondisinya.


Yoongi :" Maaf Kook, tapi kami harus pergi. Orang tua kami sudah menunggu, kuharap kau mengerti."


Mereka pergi meninggalkan cafe itu begitu saja. Yoongi bahkan tidak berani menatap Jimin walaupun hanya sesaat. Ia takut hatinya akan kembali goyah saat melihatnya lagi. Sedangkan Jimin hanya bisa membiarkannya pergi dengan sejuta kebisuannya.


Perjalanan itu terasa menyiksa untuk mereka. Yoongi sangat khawatir dengan keadaan Taehyung saat ini, sejak tadi Taehyung tidak berhenti mengeluarkan keringat dan mengeluh kesakitan. Bahkan ini sudah lebih dari 15 menit setelah mereka keluar dari cafe itu. Perlahan ia menepikan mobilnya, ia harus menghubungi Hoseok dan membawa Taehyung ke rumah sakit segera. Namun, pergerakannya terhenti dengan genggaman tangan Taehyung.


Taehyung :" Ja..ngan Hyung... Kumohon... Tae masih sanggup."


Yoongi :" Tapi kau sangat kesakitan Tae... Kita harus ke rumah sakit."


Taehyung :" Tae hanya perlu meminum obat, Hyung... Nanti juga akan sembuh. Kita harus pergi, Omma sudah menunggu kita."


Yoongi :" Tapi-/ Tae sudah lebih baik Hyung... Sakitnya sudah berkurang. Kita pergi sekarang."


Yoongi benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa melakukan semua keinginan Taehyung, walaupun itu menurut nya tidaklah benar. Tapi, jika itu akan mengurangi kesedihan nya ia akan melakukannya. Karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia akan membuat Taehyung bahagia walaupun mungkin ia sendiri yang akan terluka.