
Penerbangan mereka hanya menempuh waktu beberapa jam saja, namun membuat pasangan baru itu sedikit kewalahan. Bagaimana tidak, jika sedari menaiki pesawat sampai mendarat Soobin masih terus berdebat tanpa henti.
Bahkan Yoongi yang notabenenya penuh dengan kesabaran kini juga mulai terusik. Bukan karena tingkah lakunya, melainkan kesehatan Taehyung yang sedikit menurun. Atau hanya perasaan nya saja?
" Sudah cukup. Kau bisa pergi sekarang, kami harus mencari hotel yang Hoby-Hyung pesan."
" Hotel apa? Hyung tidak tahu? Kalian akan menginap di mansion Jung. Kakak ipar sudah menyiapkan semuanya. Dan kebetulan mansion itu kosong."
" Tunggu! Kenapa kami harus kesana? Bukankah kau juga ingin bertemu dengan mereka?"
" Helloooo!!! Hyung pikir mansion Jung cuma ada satu? Kakak ipar dan Noona ada di mansion utama, kalau Hyung dan Yoongi Hyung akan menempati mansion yang lainnya. Lagipula mansion itu cocok untuk kalian berdua, disana tidak terlalu ramai dan pemandangannya sangat indah. Coba saja dulu!"
Benar juga, ia lupa kalau Appa kandung Hoseok Hyung itu bukan orang sembarangan.
" Tapi, Bin... Kami belum tahu dimana tempatnya. Dan seperti yang kau lihat, kami hanya membawa satu koper itupun hanya berisi beberapa helai baju."
Baru juga akan membuka mulutnya, tangan kekar Yeonjun sudah membekapnya. " Sebenarnya kami juga diminta untuk mengantar kalian kesana Hyung. Jadi kita bisa berangkat bersama-sama."
Yeonjun mengabaikan sang kekasih yang melotot padanya. Namun wajah pucat Yoongi mengalihkan perhatiannya.
" Hyung... Kau baik-baik saja? Kau terlihat cukup pucat."
Sontak saja itu membuat atensi Taehyung teralihkan pada sang istri. Dan benar saja, Yoongi terlihat cukup pucat.
" Hyung tidak apa-apa, Jun. Mungkin sedikit lelah karena sepanjang acara tadi Hyung tidak sempat memakan apapun, ditambah kita harus mengejar penerbangan malam ini."
" Bin, tolong jaga Yoongi Hyung. Aku akan segera kembali."
" Tidak perlu, Tae... Aku masih bisa menahannya."
Yoongi tahu Taehyung mengkhawatirkan dirinya, namun ia jujur masih bisa menahannya walau untuk sesaat.
" Kita sudah berjanji untuk saling menjaga Hyung, dan ini sudah menjadi kewajiban ku karena kini kau adalah istriku. Jangan keras kepala, dan tunggu aku sebentar."
Setelah mengatakan itu, Taehyung pergi entah kemana. Yang bisa terlihat hanya punggungnya yang perlahan menghilang diantara kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang.
" Woah!!! Baru kali ini aku mendengar V Hyung bicara sepanjang itu. Kau benar-benar merubah manusia beton itu Hyung."
" Sayang... Jaga bicaramu. Tidak baik berbicara seperti itu."
" Memangnya aku salah bicara? Bertahun-tahun aku bekerja dengannya di Turki, mana pernah dia menjawab sepanjang itu."
Yoongi hanya mengulas senyum. Benar... Perlahan Taehyung mulai berubah, dan langkah selanjutnya yang harus ia lakukan adalah membujuknya untuk melanjutkan terapinya saat mereka sudah mulai tinggal di Canada.
Yoongi sudah memberi kabar kepada Wonwoo tentang kepindahan mereka, dan ia sangat senang mendengarnya. Istri dari Kim Mingyu itu terdengar antusias saat ia memberikan kabar itu. Bahkan ia sudah mulai menyiapkan semuanya. Sungguh, semuanya terasa begitu mudah saat ini, dan ia berharap Taehyung akan mau melakukannya lagi.
...~Light Of Blue ~...
Kepergian Taehyung hanya butuh sepuluh menit, dan begitu ia kembali ditangannya penuh dengan beberapa makanan dan cemilan. Ia tahu, Yoongi sangat suka makanan ringan karena selama tinggal di apartemen Yoongi dulu banyak sekali stok Snack di kulkas.
Berbeda dengan Yoongi yang mengulas senyum saat melihat beberapa makanan dan cemilan favoritnya, wajah masam Soobin tidak sedikitpun menarik perhatian Taehyung. Soobin yang sebal karena tidak diperbolehkan meminta sedikit saja makanan milik Yoongi, tentu saja merajuk. Dan apesnya sang kekasih alias Yeonjun, tidak peka sama sekali tentang perasaannya.
" Yang? Kenapa kau memandangku seperti itu? Ada yang salah?"
" NGGAK TAHU!!! AYO KITA PERGI!!! MEMANG NASIBKU YANG SIAL! PUNYA PACAR GANTENG, KAYA, PENGERTIAN, TAPI NGGAK PEKA-AN!!!"
Kaki itu menghentak beberapa kali, dan meninggalkan mereka dibelakang guna mencari mobil mereka. Sengaja Soobin menekankan kalimat terakhir untuk menyindir sang kekasih, yang mana justru membuatnya tambah bete.
" V Hyung... Itu bebeb aku kenapa ya? Si Soobin nyindir aku ya Hyung? Memang Yeonjun nggak peka ya?"
" Pikir saja sendiri."
Pasangan Taegi pergi meninggalkan Yeonjun yang masih bingung tentang semuanya. Hingga beberapa saat kemudian...
" Ahh.... Jadi dia juga kelaparan... Kenapa tidak langsung bilang saja."
" Hah... Semoga saja semua sesuai rencana. Kalau tidak, bukan hanya Hoseok Hyung.... Mungkin V Hyung juga akan membunuhku kali ini."
Entah apa rencana mereka kali ini, tapi gurat wajah kekhawatiran jelas terlihat di wajah tampannya.
Butuh dua jam perjalanan untuk sampai ke mansion itu. Selama perjalanan, Yoongi dan Taehyung tertidur. Mungkin karena kelelahan dan kurangnya waktu istirahat untuk mereka. Yeonjun dan Soobin membiarkan saja keduanya seperti itu.
Mansion itu terletak disalah satu pegunungan yang langsung menghadap lautan. Tidak banyak bangunan disekitarnya karena memang daerah itu adalah lahan pribadi milik keluarga Jung. Walau terlihat sederhana, namun fasilitas didalamnya sangat lengkap. Tuan Jung sengaja memperkerjakan beberapa orang untuk mengurus rumah itu, agar terlihat rapi.
Begitu menginjakkan kaki, mereka disambut beberapa maid yang menyapa mereka. Namun bukan untuk membantu mereka, namun mereka justru pamit pulang. Tentu saja itu menjadi tanda tanya besar untuk mereka semua.
" Tunggu dulu, kenapa kalian semua pergi? Lalu siapa yang akan mengurus semuanya?" Soobin mulai membuka suara saat dirasa ada yang aneh.
" Maaf, tuan. Tuan muda Hoseok meminta kami meninggalkan rumah untuk sementara waktu, agar tuan muda Taehyung dan nyonya Yoongi bisa meluangkan waktu lebih banyak.
Kami sudah menyiapkan semuanya, Tuan. Bahan makanan, dan semua kebutuhan sudah tersedia."
Taehyung memijit kepalanya, Yoongi tampak gugup mendengarnya, Yeonjun hanya bisa geleng-geleng melihat kekasihnya senyum-senyum penuh arti.
" Oke kalau begitu, kalian boleh pergi. Terimakasih untuk semuanya, selamat liburan ya!"
Soobin melambaikan tangan kepada mereka. Para maid itu sungguh gemas dengan adik nyonya besar mereka.
Setelah mereka pergi, semuanya melihat-lihat seisi mansion. Ada beberapa kamar disana. Puas melihat-lihat semuanya duduk di ruang tamu untuk beristirahat sebentar.
" Hah... Haus sekali, dimana dapurnya ya?"
" Kau ingin minum, Soobin_i? Mau Hyung buatkan teh hangat?"
" Tidak perlu Hyung, biar aku buat sendiri saja. Hyung masih terlihat pucat, lebih baik Hyung istirahat dulu. V Hyung mau kopi?"
" Boleh."
Soobin pergi dari sana, meninggalkan mereka bertiga. Yoongi mulai bertanya-tanya, sejak kapan Taehyung mulai meminum kopi, karena setahunya dari dulu ia tidak menyukainya.
" Tae, sejak kapan kau mulai menyukai kopi? Bukankah kau bilang itu terlalu pahit?"
" Sejak tinggal di Turki, Hyung. Disana mayoritas minum kopi, jadi aku mulai terbiasa."
Yoongi tidak lagi bertanya. Suasana kembali hening, hingga suara Soobin mulai mengalun merdu. Untung saja Yeonjun sudah paham betul tabiat kekasihnya itu, kalau tidak mungkin sudah lama mereka putus.
" AYANG!!! KENAPA DIAM SAJA!!! BANTUIN BAWA! INI BERAT TAHU!"
" Iya... Iya...."
" Kalian akan menginap disini kan?"
Pertanyaan Yoongi menghentikan kegiatan Yeonjun yang tengah meminum tehnya. Perlahan ia taruh kembali cangkir itu dan menatap Soobin kemudian kembali menatap Yoongi.
" Tidak, Hyung. Setelah ini kami juga akan pulang. Omma ingin bertemu dengan Soobin, selain itu ada beberapa berkas yang harus aku ambil dirumah. Mungkin besok atau lusa kami akan kesini lagi."
" Kalau begitu kami pulang dulu Hyung, takut kemalaman dijalan."
" Yang, aku baru mau minum Lo ini?"
Baru juga ingin minum, sudah disuruh pulang saja. Mengemudi kan juga perlu konsentrasi.
" Makanya cepetan! Aku tidak ingin mengganggu pengantin baru ini. Masak kau tidak paham sih, Yang!"
Yoongi sudah salah tingkah mendengar sindiran Soobin. Ia benar-benar lupa kalau statusnya kini sudah berubah menjadi seorang istri. Berbeda dengan Yoongi, Taehyung justru sangat tenang dan menatap datar Soobin yang mulai mengemasi barangnya. Yeonjun yang memang sudah kepalang haus, terpaksa meminum teh itu walaupun sedikit panas.
" Kami pulang dulu, Hyung. Kami tunggu kabar baik ya"