Light Of Blue(Taekook/Taegi)

Light Of Blue(Taekook/Taegi)
Old Story



Taehyung tidak berontak ataupun melepaskan pelukan itu, ia justru membalas pelukan itu. Bisa ia rasakan tubuh orang yang tengah ia peluk ini bergetar karena menangis, dan tentu saja itu karenanya.


Taehyung :" Omma... Tae... Pulang."


Omma Baek :" Dasar bocah nakal... Hiks.. hiks... Kenapa tidak pernah pulang, kau tidak merindukan Omma mu ini ya!!! Kau sehat-sehat saja kan?"


Taehyung :" Nee Omma.


Yoongi yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam sambil mencerna situasi. Bagaimana Imo Baek bisa masuk ke apartemennya? Hingga tepukan di bahunya menyadarkannya. Ada Omma dan Appa nya juga, bahkan ia juga melihat Hoseok sedang menyender di tembok sambil memakan kue.


Omma Min :" Hosiky memberitahu Omma kalau Tae akan pulang hari ini, dan Baekhyun memaksa bertemu dengannya. Jadi kami semua ikut kemari sayang."


Sekarang ia sudah paham situasinya, dan ini semua karena si kuda liar itu. Ya tidak jadi masalah sih, lagi pula Imo Baek pasti juga sangat merindukannya.


Setelah acara lepas rindu di depan pintu itu, mereka semua masuk kedalam dan mulai berbincang-bincang. Baik Yoongi maupun yang lainnya mulai sadar dengan sikap Taehyung yang mulai berubah. Namja yang selalu ceria itu kini telah hilang, dan menjadi namja dingin dan tak tersentuh. Baekhyun yang melihatnya langsung tentu saja sedih melihat perubahan putra tersayang nya itu.


Imo Min :" Aku tidak menyangka kita benar-benar akan ber besanan Baek, kukira celetukan Ugi dulu tidak akan pernah terjadi."


Imo Kim :" Kau benar, siapa sangka mereka benar-benar akan menikah."


Pembicaraan itu menarik atensi Hoseok, Taehyung bahkan Yoongi Sendiri. Apa maksudnya itu semua. Tidak mungkin kan Omma nya itu tahu kalau dia pernah menyukai Taehyung? Bisa habis ia diisengin nanti.


Imo Min :" Kenapa? kau tidak percaya? Kau sangat suka melihat Tae saat masih bayi, kau selalu bilang ingin menikah dengannya saat besar nanti, bahkan kau sangat suka menciumi pipinya, apa kau lupa?"


Yoongi :" Omma!!! Mana mungkin Ugi melakukan hal itu!!!"


Imo Min :" Kau tidak percaya? Omma bahkan masih menyimpan semua foto masa kecil kalian!"


Hoseok :" Benarkah Imo? Wah hobi jadi ingin melihatnya."


Yoongi :" Omma.... Berhenti bicara yang aneh-aneh, ayo kita pulang. Taehyung juga perlu istirahat kan."


Baekhyun terlihat sangat senang dengan kembalinya putra kecilnya, tangannya tak pernah lepas menggenggam jemari sang putra. Hingga ia merasakan sebuah keganjilan....


Omma Kim :" Tae... dimana cincin pertunangan kalian?"


Yang ditanya Taehyung, tapi Yoongi mulai meraba jarinya. Takutnya ia juga lupa memakainya. Sebenarnya ia sadar Tae tidak mengenakan cincin itu, namun Yoongi enggan bertanya.


Taehyung :" Nanti Soobin akan membawakannya Omma, kemarin sempat jatuh sebelum rapat."


Omma Kim :" Kau ini Bagaimana sih, masak cincin pertunangan bisa hilang!"


Taehyung :" Tidak hilang Omma, malam nanti Soobin akan membawanya."


Omma Kim :" Besok pergilah dengan Yoongi untuk fitting baju pernikahan kalian, Tae... Omma ingin kalian cepat-cepat menikah."


Tidak ada ekspresi apapun dari Taehyung, dia hanya diam dan menganggukkan kepalanya. Beda cerita dengan Yoongi yang terkejut luar biasa. Apa pernikahan mereka harus secepat ini? Bahkan ia belum memberitahukan sahabatnya yang lain tentang pernikahannya.


Omma Min :" Lebih cepat, lebih baik. Lagipula usia mereka sudah cukup dewasa untuk itu, bahkan hobi sudah akan jadi Appa. Aku tidak sabar menimang cucu kita nanti Baek."


Yoongi :" Omma!!! Berhenti bicara ngawur, ayo pulang. Imo... Kami pulang dulu ya."


Omma Kim :" Hati-hati di jalan."


Baekhyun mengantar mereka sampai depan pintu, dan hanya tinggal Taehyung dan Hoseok di ruang tamu itu. Taehyung lebih dulu pergi dan masuk ke kamar utama. Belum juga sampai tempat tidur, suara Hyung nya dari depan kamar menginterupsinya.


Hoseok :" Kau sudah yakin akan menikah dengan Yoongi kan, Tae? Hyung tidak ingin kau hanya menjadikannya tempat pelarian mu saja. Yoongi Hyung itu orang baik."


Taehyung :" Aku tahu, Hyung... Sebab itu pula aku menerima pernikahan ini."


Hoseok :" Berjanjilah Tae, jangan pernah melukainya."


Taehyung :" Aku berjanji Hyung."


Setelah itu, hanya ada keheningan di kamar itu. Hoseok sudah pergi menemani Omma Baek di ruang tengah. Hanya Taehyung yang terduduk ditepi ranjang menghadap jendela yang melukiskan pemandangan kota Seoul pagi itu. Menyimpan sejuta kenangan pahit yang sejak lama ia simpan sendiri.


Taehyung :" Bahkan tanpa kau ingatkan, aku akan tetap menjaganya Hyung. Yoongi Hyung terlalu baik untuk orang sepertiku yang hanya menunggu waktu."


Hujan turun begitu deras membasahi seluruh kota. Kerumunan orang yang berlalu-lalang mulai menghilang ditelan malam dan kesunyian. Udara dingin mulai berhembus tatkala angin menyapu dengan kencangnya.


Kota Istanbul yang selalu ramai dengan hingar bingar lampu kota di setiap malam, kini menyisakan keheningan dan hanya terdengar suara rintik hujan.


Mata bulat nan sayu itu tetap memandang datangnya hujan kala hatinya masih memendam luka dan duka yang begitu dalam. Jungkook masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya tentang pertunangan Taehyung kemarin. Apakah dengan begitu mudahnya ia dilupakan?


Air mata kembali menetes mengingat setiap perkataan yang ia dengar dan terima saat itu. Ia hanya ingin menjelaskan semuanya, namun ia justru mendapat tatapan tajam dan berita yang sungguh menyakitkan. Apa gunanya ia menghabiskan waktu begitu lama, namun penolakan yang tetap ia terima.


Jungkook :" Hyungie... Kau tidak mungkin melupakan ku kan?"


Monoloknya pada hujan yang masih turun begitu deras diluar sana. Ia hanya diam menunggu kabar dari Jimin tentang keberadaan Taehyung. Setelah mendengar kabar dari Soobin yang membuatnya terpuruk, ia mati-matian mencari keberadaan Taehyung. Ia tidak ingin kehilangan lagi. Hampir seharian ia menyisir seluruh kota hanya untuk mencarinya, dan masih belum ada petunjuk. Hanya Jimin yang tersisa saat ini. Namja  bermata sipit itu tengah berbicara denga Mr. Alexander tentang V atau Taehyung. Hanya dia yang mungkin tahu tentang keberadaan Taehyung saat ini.


Mobil mewah itu menepi, dan keluarlah Jimin yang langsung berlari menghampiri Jungkook yang masih diam memandang langit. Jimin sangat terpukul melihat kondisi Jungkook saat ini, bahkan ia harus melihatnya untuk yang kedua kalinya.


Jimin :" Kook, kita kembali ke Korea sekarang. Hyung sudah menyiapkan semuanya."


Jungkook :" Tapi Hyung, hyungie ada disini. Bagaimana mungkin Kookie pergi saat Kookie tahu ini mungkin kesempatan terakhir bertemu lagi dengannya Hyung."


Jimin :" Taehyung sudah tidak ada disini, Kook. Dia sudah pulang ke Korea kemarin."


Dengan senyum mengembang Jungkook segera keluar dari kafe itu diikuti Jimin dibelakangnya. Ia tidak akan melewatkan sehari pun untuk bertemu kembali dengan Taehyung. Ia ingin kembali seperti dulu, ia ingin hanya Taehyung yang mengisi semua memori nya nanti. Hanya Taehyung...


Malam itu juga Jungkook dan Jimin kembali ke Korea dengan jet pribadi mereka. Ia berharap kali ini Taehyung akan mendengarkan nya, kalaupun kejadiannya akan sama Jungkook tidak akan mundur lagi.


Seoul pagi ini masih begitu dingin, saat memasuki awal musim semi. Masih terlihat salju yang semula menutupi hampir seluruh kota, kini mulai mencair saat sinar mentari datang dengan kehangatannya.


Entah sudah berapa lama mata itu terjaga, namun tak sedikit pun pandangannya teralih dari pemandangan diluar jendela. Seolah ia tengah memikirkan sesuatu yang tak kunjung menemukan jawabannya. Mencari dan mencari jawaban di setiap ingatan yang pernah ia lakukan, dan berakhir dengan helaan nafas pasrah.


Yoongi :" Masih tidak bisa tidur?"


Panggilan itu menarik atensinya, ia tidak sadar kapan Yoongi tiba bahkan ia tidak mendengar seseorang masuk ke apartemen itu.


Taehyung :" Emm... Sejak kapan Hyung datang? Aku sama sekali tidak sadar."


Yoongi :" 10 menit yang lalu, Hyung sudah beberapa kali memanggilmu tapi kau tidak menjawab. Hyung kira kau masih tidur, tapi Hyung lihat kau bahkan terlihat tidak tidur semalaman. Ada apa?"


Yoongi berjalan mendekati Taehyung yang masih duduk di tepi jendela. Tak lupa ia memberikan segelas coklat hangat kepadanya. Taehyung yang melihat secangkir coklat hangat itupun menunjukkan ekspresi penuh tanya, seperti " ini untukku?"


Yoongi :" Untukmu... Mungkin ini bisa membantumu beristirahat, lagi pula udara masih cukup dingin."


Taehyung :" Terimakasih, Hyung... Apa hari ini Hyung akan ke kantor?"


Taehyung bertanya setelah meminum beberapa teguk coklat hangat itu. Pasalnya Yoongi sudah berpakaian rapi dan terlihat tengah mencari sesuatu didalam lemarinya.


Yoongi :" Emm... Ada beberapa dokumen yang harus Hyung kirimkan hari ini, tapi Hyung lupa menaruhnya dimana. Dokumen itu mungkin masih ada disini, sepertinya Hyung lupa membawanya kemarin."


Taehyung :" Hyung... Omma semalam meminta kita fitting baju nanti sore, apa perlu ku jemput nanti?"


Yoongi :" Ah.. soal itu... Kau tidak perlu menjemput ku, bukankah kau juga harus bertemu dengan Soobin dulu nanti? Hyung bisa menyusul mu nanti disana."


Taehyung :" Baiklah kalau begitu, maaf karena merepotkan mu Hyung."


Yoongi :" Tidak ada yang direpotkan disini, Tae.... Bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya, dan Hyung harap kau juga mau melanjutkan-"


Taehyung :" Aku akan meminum obat tepat waktu, Hyung... Tapi tidak untuk yang satu itu."


Yoongi :" Tapi Tae... Terapi itu sangat penting untuk kesembuhan mu, Hyung hanya ingin-"


Taehyung :" Apa Hyung lupa? Presentase kesembuhannya hanya 25%, Aku tidak mau berharap banyak Hyung..."


Yoongi :" Tapi setidaknya kau harus mencobanya lebih dulu..."


Taehyung :" Untuk apa? Aku tidak memiliki alasan untuk hidup Hyung... Aku sudah lelah dengan semuanya."


Bisa Yoongi lihat, mata yang dulu penuh dengan kilau kebahagiaan kini terlihat redup cahaya. Langkahnya mendekat dan meraih tangan yang jauh lebih berat darinya, menggenggamnya erat seolah saat ia melepaskannya maka orang itu akan benar-benar pergi untuk selamanya.


Yoongi :" Tae... Kau masih memiliki kami. Ada Omma Baek, Appa Chan, Hoshiky,  dan masih ada diriku disini bersamamu. Masih banyak alasan untukmu hidup... Hyung mohon jangan berkata seperti itu."


Air mata itu kembali menetes setelah sekian lama ia pendam. Pertahanannya runtuh seketika mengingat keluarganya yang mungkin akan bersedih saat tahu kebenaran kondisinya. Yoongi yang melihat Taehyung kembali rapuh hanya bisa memeluknya tanpa tahu harus berbuat apa. Ia hanya bisa menjadi sandaran saat Taehyung membutuhkannya.


Setelah lelah menangis, Taehyung tertidur begitu lelap. Yoongi yang melihatnya Sebenarnya tidak tega meninggalkannya sendirian seperti itu, namun dokumen yang ada padanya sangat penting untuk saat ini. Terpaksa ia pergi setelah memastikan Taehyung benar-benar tertidur. Mungkin kalau nanti Taehyung belum bangun, ia yang akan menggantikan Taehyung Bertemu dengan Soobin.


Dengan tergesa-gesa ia memasuki kantor, Namjoon pasti sudah menunggunya dari tadi dan mungkin ini juga menjadi kesempatannya berbicara dengan Jimin. Karena dari kemarin namja bermata sipit itu tidak bisa dihubungi. Walaupun sebenarnya ia juga bingung harus bicara tentang apa padanya nanti.


Begitu sampai di ruangannya, lenkingan keras dan pelukan yang cukup kuat ia terima. Tapi Yoongi hanya diam dan pasrah karena ia sudah hafal tabiat sahabatnya itu.


Seokjin :" YOONGIIII!!!!!!"


Namjoon :" Sayang... Yoongi Hyung akan kehabisan nafas kalau kau terlalu erat memeluknya seperti itu, lagi pula apa kau ingin membangunkan namjin?"


Namjoon datang sambil menggendong namjin yang tengah tertidur lelap. Seokjin yang mendengar omelan suaminya pun melepaskan pelukannya sambil cemberut. Padahal ia sangat merindukan sahabatnya itu.


Yoongi :" Tidak apa-apa kok, Joon. Aku sudah terbiasa. Bagaimana kabarmu Hyung? Tumben kau membawa namjin kemari?"


Seokjin :" Tentu saja aku merindukanmu... Sudah lama kita tidak ngobrol bareng kan! Kalau namjin aku sengaja membawanya, biar Namjoon saja yang menjaganya. Ayo kita minum kopi didekat sini sambil ngobrol-ngobrol!"


Namjoon :" Tapi sayang, aku ada rapat sebentar lagi. Bagaimana mungkin namjin ikut bersamaku?"


Seokjin :" Kau tahu kan dari kemarin namjin sangat rewel,dia selalu saja mencarimu.Aku bahkan tidak sempat makan siang atau tidur siang karena itu.Masak hanya satu jam saja kau tidak bisa menjaganya sih!!!Kalau kau tidak mau,nanti malam kau tidur-"


Namjoon :" Oke!!! Namjin ikut bersamaku! Yoongi Hyung berikan dokumennya dan temani Seokjin untuk ku ya."


Yoongi hanya bisa geleng-geleng melihat pasangan suami istri itu. Dari dulu, Namjoon tidak pernah bisa menolak Seokjin. Seokjin yang melihat suaminya pergi pun sangat antusias dan langsung menggandeng lengan Yoongi.


Seokjin :" Jadi kemana kita akan berkencan kali ini?"


Yoongi :" Hahaha... Terserah mau mu saja Hyung. Apa aku punya pilihan?"


Seokjin :" kalau begitu ayo kita ke kafe biasanya."


^^^Baca juga novel author lainnya^^^