
Seokjin bingung harus berbuat apa lagi. Setelah mendengarkan penjelasan dari Hyungjay, kepalanya seolah tertimpa batu yang sangat besar dan berat. Bagaimana mungkin almarhum sahabatnya itu meminta hal yang tidak masuk akal seperti itu pada putranya sendiri.
Seokjin tidak masalah kalau Taehyung akan menikah kembali, selama calonnya itu juga menyayangi kedua keponakannya itu dengan tulus. Tapi kenapa harus seorang Jeon Jungkook yang menjadi pilihannya!
Sungguh, Seokjin tidak pernah mau mengingat kejadian yang dulu mereka kubur rapat-rapat dari Taehyung. Hyungjay dan Namjin yang melihat Seokjin hanya diam setelah menceritakan semuanya juga ikut kebingungan. Apa mungkin Seokjin juga tidak tahu tentang itu.
" Mom?" panggil Namjin pelan.
" Bukannya Imo tidak mau membantu, Hyungjay_a... Tapi imo tidak yakin apakah ini akan baik untuk Appa mu." terang Seokjin memijit kepalanya.
" Maksud Imo apa?" bingung Hyungjay.
" Memang benar Jungkook itu seorang yang spesial untuk Appa mu, tapi demi Tuhan... Hoseok akan sangat menentang hal ini. Paman mu itu sangat membencinya." terang Seokjin nampak putus asa.
" kenapa Daddy membenci nya, Imo? Orang itu jahat ya?" tanya Beomgyu.
" Bukan begitu...Aghr!!! Kenapa kau meminta hal yang sangat sulit, Yoon!!!" Jerit Seokjin dalam hati.
Nihil. Hyungjay tidak mendapatkan informasi apapun dari Seokjin. Seokjin hanya membenarkan bahwa foto yang ditunjukkan Namjin tadi memang benar Jeon Jungkook, mantan kekasih Appa nya dulu. Tak ada lagi yang dapat ia jadikan petunjuk untuk menjalankan wasiat sang Omma.
Menjelang sore, Hyungjay pulang ke rumah diantar Hoseok. Sampai rumah pun, hanya ada dirinya dan maid yang sedang sibuk memasak. Hyungjay kembali membaca surat yang ditinggalkan sang ibu, dan memeluknya begitu erat.
Walaupun Hyungjay sangat dewasa di usianya yang masih anak-anak, namun tetap saja dirinya kadang merindukan sosok sang ibu yang telah berpulang. Ibu baru? Sedikitpun Hyungjay tidak pernah memikirkan hal itu. Namun kini justru dirinya dihadapkan dengan permintaan sang ibu yang ingin ayahnya menikah kembali.
Taehyung pulang kerumah dengan Jihoon yang sudah tertidur pulas dalam gendongannya. Perlahan ia baringkan tubuh sang putra agar tidak membangunkannya. Tak lupa, kecupan sayang pada kepala sang putra sebelum meninggalkan kamar itu.
Senyum Taehyung yang jarang terlihat kini terbit setelah memasuki kamar putra sulungnya. Dilihatnya sang putra sudah tertidur pulas namun masih mengenakan seragamnya. Namun, fokus Taehyung beralih pada benda kotak yang tengah Hyungjay peluk
Diambilnya benda itu, dan Taehyung tersenyum sendu saat mengetahui foto sang istri yang ada disana. Perlahan ia udah rambut sang anak seperti adiknya, kemudian meletakkan foto itu pada meja. Dipandanginya lagi foto itu.
" Datanglah dalam mimpi nya, Hyung. Hyungjay sepertinya merindukan mu." monolog Taehyung menatap sendu sang putra.
Setelah itu Taehyung pergi menuju kamarnya sendiri. Membiarkan sang putra terlelap setelah bermain bersama sepupunya.
Sementara itu, di mansion Jeon. Jungkook sibuk mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi, namun kali ini ia melakukannya seorang diri karena bagaimanapun ini masalah yang memang harus ia tangani. Jika Jimin tahu hal ini, mungkin Hyung nya itu akan kecewa dan sedih. Apalagi ini juga menyangkut Yoongi.
Namun untuk yang kesekian kalinya, lagi-lagi ia tidak menemukan apapun. Apa ini juga perbuatan orang itu, orang yang dulu juga menutup semua akses tentang Kim Taehyung saat ia tengah melacak keberadaannya. Choi Soobin, Jungkook sangat mengingat orang itu.
Sibuk dengan komputer nya, Jungkook tidak menyadari keberadaan Hoshi yang berjalan masuk keruangan nya. Bahkan anak kecil itu hanya diam menatap Jungkook yang terlihat serius menatap laptopnya.
" Mommy nggak tidur?" ucapnya dengan santai.
"ASTAGA HOSHI! Sejak kapan kau ada disini? Mommy tidak mendengar sama sekali." kaget Jungkook.
" Udah dari tadi. Mommy sih sibuk terus. Jadi nggak denger Ochi ketuk pintu." jawabnya sambil cemberut.
Jungkook sadar keponakannya itu tengah merajuk, oleh karena itu ia terpaksa menutup laptopnya dan berfokus pada satu-satunya anak kecil di rumah itu.
" Jadi kenapa Hoshi belum tidur? Udah malam lho ini?" tanya Jungkook sambil memangku Hoshi.
" Bagus, mau Mommy pasangin di tas Ochi?" tanya Jungkook lagi.
" Ini bukan buat Ochi Mom, ini buat Jie." serunya penuh semangat.
" Kan Ochi udah janji sama paman buat jagain Jie, jadi ini sebagai ganti saat Ochi nggak ada disamping Jie." sambungnya.
Jungkook tersenyum. Keponakannya ini sepertinya benar-benar menyukai Jihoon. Bagaimana nanti jika Jimin mengetahui semuanya, apalagi Jihoon sangat mirip dengan Yoongi. Jimin pasti akan segera menyadarinya.
Pagi ini Jungkook sengaja berangkat lebih awal untuk mengantar Hoshi. Jimin sendiri sampai bingung dibuatnya. Biasanya Jimin yang akan mengantarkan Hoshi dan Jungkook menjemputnya. Tapi tadi pagi, Jungkook bersikeras melakukan keduanya.
Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang. Jungkook benar-benar ingin mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi saat ia pindah ke luar negeri, dan sejak kapan Taehyung kembali ke Korea. Karena yang ia tahu, Taehyung dan Yoongi sudah menetap di Canada saat itu.
Perlahan mobil itu berhenti tidak jauh dari sekolah Hoshi. Jungkook sudah bersiap turun saat sebuah mobil juga berhenti di depan sekolah itu. Bisa ia lihat Jihoon yang turun dengan wajah tertekuk. Jungkook sudah akan membuka pintu, namun berhenti setelah melihat siapa yang datang bersama Jihoon.
Bukan Taehyung yang mengantar Jihoon pagi ini, melainkan Hoseok. Orang yang tidak bisa Jungkook temui saat ini. Karena janji yang ia sepakati dulu, Jungkook kembali menutup pintu mobilnya.
" Kita nggak jadi turun, mom?" tanya si kecil yang kebingungan melihat Jungkook hanya diam saja.
" Tunggu sebentar lagi ya, Mommy sedikit pusing." bohongnya.
Jungkook hanya bisa diam dan menunggu mobil Hoseok pergi menjauh dari daerah itu. Kemudian keluar bersama Hoshi. Terlihat Jihoon hanya duduk di ayunan dengan wajah murung. Perlahan Jungkook mendekati bocah manis itu.
" Pagi Jihoon..." sapa Jungkook dengan senyum hangatnya.
Namun Jihoon hanya menatapnya sekilas kemudian kembali menunduk. Jungkook dan Hoshi saling tatap, pasti ada sesuatu. Itu yang mereka pikirkan.
" Jie sakit?" tanya Hoshi menatap Jihoon dari bawah.
Dan lagi-lagi Jihoon hanya diam dan menggelengkan kepalanya. Sesaat kemudian terdengar suara lirih tangisan darinya. Tentu saja baik Jungkook maupun Hoshi dibuat panik karenanya.
" Jie kenapa? Ada yang sakit? Katakan sama Imo? Atau kita ke dokter saja?" panik Jungkook mengecek seluruh tubuh Jihoon.
" Imo... Hyungie Jie catit. Jie akut Hyungie pegi cepeti Omma Jie..." ungkap Jihoon yang sedikit terbata.
Beruntung Jungkook bisa memahami perkataan Jihoon yang tersendat-sendat karena tangisannya. Jungkook tersenyum pahit kala mengingat Yoongi. Dirinya memang pernah membenci namja manis itu karena merebut Taehyung darinya, namun itu hanya masa lalu dan semua itu juga karena kebodohannya sendiri.
Perlahan Jungkook peluk Jihoon yang masih sesenggukan karena menangisi sang kakak. Jungkook memang belum lama mengenal Jihoon, namun sedikit kurang ia paham karakter anak itu. Jihoon memiliki hati yang lembut seperti Omma-nya, Yoongi.
" Jie... Jie tidak perlu khawatir. Hyungie pasti akan baik-baik saja. Kalau Jie sedih terus sakit juga nanti Appa jie juga akan sedih. Nanti siapa yang akan hibur Appa Jie?" bujuk Jungkook.
" Emm! Jie nggak akan sedih, Hyungie nggak suka kalo jie sedih." jawabnya semangat.
Jungkook tersenyum melihat tawa Jihoon yang begitu mirip dengan Yoongi. Entah kenapa rasa bersalah kembali menyeruak karena dirinya pernah membenci namja berhati malaikat seperti Yoongi.
Tak jauh dari sana, sebuah mobil berhenti dengan pemiliknya yang tengah menatap ke arah mereka dengan tatapan tidak percaya.
" Jungkook?" ucapnya ragu.