
Tidak lama, terdengar deru mobil yang Berhenti diluar rumah. Taehyung yakin itu Yoongi, mengingat ia sempat menghubunginya tadi. Dan benar saja... begitu pintu dibuka, tubuh mungil Yoongi muncul dengan membawa dua kantung belanjaan yang lumayan besar. Taehyung yang melihatnya langsung mengambil alih belanjaan itu, dan membawanya ke dapur. Walaupun sudah sangat lama ia tidak berkunjung, tapi ia masih mengingat dimana letaknya.
Taehyung :" Kenapa membeli banyak bahan makanan, Hyung? Sudah kukatakan, aku bisa sarapan dirumah. Kau tidak perlu repot-repot seperti ini."
Yoongi :" Tidak apa-apa. Lagipula orang tua Hyung sedang pergi, dan Hyung tidak ingin makan sendirian."
Taehyung memandang Yoongi sejenak, ada yang aneh menurutnya. Yoongi memang melakukan semuanya dengan teliti, namun Taehyung dapat melihat dengan jelas gurat kekhawatiran diwajahnya.
Taehyung :" Apa kau ada masalah, Hyung?"
Yoongi :" Nee?"
Taehyung :" Wajahmu tidak setenang biasanya, apa ada yang mengganggu pikiranmu?"
Yoongi terdiam. Haruskah ia mengatakannya? Tapi ini menyangkut Jungkook, dan Taehyung pasti tidak akan menyukainya. Bagaimana mengatakannya, kalau seperti itu kenyataannya.
Taehyung masih mengamati Yoongi yang terdiam. Ia semakin yakin pasti ada sesuatu yang terjadi. Melihat kebungkaman Yoongi, dan gurat kekhawatiran itu... Mungkinkah ini ada sangkut pautnya dengan Jungkook? Taehyung bahkan melihat keringat dingin yang mulai membasahi wajah Yoongi. Padahal cuaca masih cukup dingin.
Taehyung :" Apa Jungkook tadi menemui mu, Hyung?"
Dan binggo!
Yoongi bereaksi begitu nama itu terucap. Sedangkan Yoongi sendiri kebingungan harus menjelaskan apa pada Taehyung. Ia tidak mengira Taehyung akan menyimpulkan seperti itu.
Yoongi :" Ta... Tae... Hyung... Itu... Ini tidak... Ini tidak seperti yang-/ Apa lagi yang dia lakukan?"
Entah kenapa Yoongi merasa takut dengan tatapan Taehyung saat ini. Dari dulu, Yoongi menyukai tatapan hangat Taehyung bukan tatapan dingin yang menusuk seperti ini.
Taehyung :" Katakan padaku, Hyung... Apa dia mengancam mu?"
Yoongi :" Taehyung... dia tidak melakukan apapun padaku. Hyung bersumpah, kami hanya tidak sengaja bertemu. Dan tidak ada yang terjadi."
Taehyung tidak begitu saja mempercayainya, walaupun Yoongi berucap seperti itu tapi Taehyung masih melihat kebohongan yang terselip diantaranya. Dan Taehyung membenci saat Yoongi mulai berbohong, apalagi jika itu menyangkut Jungkook.
Taehyung pergi begitu saja meninggalkan Yoongi di dapur. Yoongi yang mempunyai firasat buruk, langsung bergerak mengejarnya. Seharusnya ia berbohong saja, dan tidak membicarakan Jungkook didepan Taehyung. Yoongi menggenggam tangan Taehyung, berusaha menghentikannya.
Yoongi :" Tae!!! Ini tidak seperti yang kau pikirkan! Hyung tidak bohong! Tidak ada yang terjadi diantara kami. Kau harus tenang!"
Taehyung :" Kenapa kau berbohong padaku, Hyung?"
Lagi, Yoongi terdiam untuk yang kesekian kalinya. Selain Seokjin, Taehyung sangat mengenal dirinya dan ia lupa tentang hal itu.
Taehyung :" Kita sudah saling mengenal sejak kecil, Hyung. Aku mengenalmu dengan baik. Kau tidak pernah bisa berbohong, Hyung.
Apa dia mengancam mu? Kenapa kau harus melindunginya Hyung?"
Yoongi :" Tidak... Ini tidak seperti itu... Hyung hanya... Hiks... Hiks..."
Entah kenapa Yoongi menangis. Ia jadi sangat emosional jika mengingat keadaan Taehyung. Apalagi mengingat ucapan Jungkook yang sungguh sangat menyakitkan untuknya.
" Jangan menemuinya... Hyung tidak ingin kau lebih terluka lagi, Tae... Sudah cukup kau menahannya sendirian. Hiks... Jangan pergi... Hiks... Jangan...."
Taehyung terdiam. Lagi-lagi ia membuat Yoongi menangis dan itu karena dirinya. Ia merasa seperti manusia paling jahat saat ini. Bagaimana mungkin ia bisa membuat seseorang yang berhati lembut seperti Yoongi menangis karena dirinya. Tangannya terulur... Menghapus air mata yang mengalir didepannya.
Taehyung :" Maaf, Hyung... Aku/YOONGI HYUNG!!! APA YANG-!!!
YAKK, KIM TAEHYUNG!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA CALON ADIK IPAR KU HAH!!?"
Hoseok datang mendobrak pintu dengan tiba-tiba, bahkan Taehyung dan Yoongi belum bisa mencerna dengan baik apa yang sedang terjadi saat ini.
Melihat Yoongi menangis membuat Hoseok memarahi adiknya itu, bahkan tidak segan-segan mengaitkan lengannya di leher sang adik dengan kuat. Belum menikah saja Yoongi sudah dibuat menangis begini, bagaimana nanti! Itu pikirnya.
Hoseok :" Kau pikir apa yang sudah kau lakukan, hah!!! Berani sekali kau membuat Yoongi Hyung menangis!"
Taehyung :" Hyung ini tidak seperti yang kau pikirkan! Aku tidak -/ Jangan mengelak! Jelas-jelas Yoongi Hyung menangis di depanmu! Pasti kau yang melakukannya kan!"
Yoongi :" Hentikan Hosiky... Bukan Taehyung yang membuatku menangis. Kau salah paham."
Hoseok :" Kalau bukan dia, siapa! Apa Jungkook!"
Semuanya terdiam... Yoongi bahkan tidak berani menatap Hoseok lagi. Ia jelas gugup bukan main. Secepat itu Seokjin memberitahu Hoseok tentang kejadian tadi. Bagaimana sekarang? Apa yang harus ia jawab kali ini?
Taehyung :" Jadi benar tadi kau bertemu dengannya, Hyung? Dan kau tidak mau jujur padaku?"
Yoongi :" Bukan! Bukan seperti itu maksudku, Taehyung... Hanya saja..."
Hoseok :" Bagaimana dia mau bicara, kalau dia mendapat ancaman darinya!"
Taehyung :" Benar begitu, Hyung? Dia mengancam mu?"
Sepertinya Hoseok punya bakat memanas-manasi emosi seseorang.
Yoongi bahkan tidak tahu harus merespon bagaimana, sejauh apa Seokjin memberitahukan semuanya? Bibirnya seperti tertutup rapat dan enggan berbicara.
Hoseok :" Seokjin Hyung tadi menelepon ku, dan memberitahukan semuanya. Berani sekali dia mengancam mu seperti itu!
Kalian tentang saja, aku akan mengurus semuanya. Aku jamin dia tidak akan menggangu kalian lagi. Dan satu lagi...
Pernikahan kalian akan dipercepat. Lusa kalian akan menikah."
Terkejut!
Yoongi dibuat terkejut berulang-ulang hari ini. Dan ini yang terparah. Lusa!
Demi Tuhan... Yoongi bahkan belum menyiapkan mentalnya.
Yoongi :" Bukankah itu terlalu cepat? Maksudku -/ Aku setuju, Hyung. Lebih cepat, lebih baik."
Hoseok :" Oke! Hyung akan mengurus semuanya secepatnya. Dan sampai saat itu tiba, lebih baik kalian berdua tidak pergi kemana-mana.
Kalau begitu kami pulang dulu, Hyung. Tae, cepat kembali ke rumah. Tidak baik berdua-duaan disini, apa lagi tidak ada orang disini."
Hoseok pergi lebih dulu, meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam ditempat.
Taehyung :" Aku pulang dulu, Hyung. Maaf tidak jadi sarapan bersama."
Yoongi :" Tae... Tentang pernikahan kita..."
Taehyung :" Aku hanya memikirkan yang terbaik untuk semuanya, Hyung. Tenanglah... Kita bisa melakukannya bersama-sama."
Taehyung menyempatkan untuk membelai rambut Yoongi sebelum pergi meninggalkan rumah itu. Yoongi tidak mengira, Taehyung yang dulu kurus dan kecil kini bisa tumbuh lebih tinggi darinya. Bahkan sekarang terlihat lebih menawan. Pantas saja banyak yang meliriknya.
Namun bukan itu yang harus ia pikirkan saat ini, melainkan pernikahannya besok lusa. Apa yang sebenarnya Seokjin katakan sampai Hoseok bertindak sejauh ini. Apa yang harus ia lakukan setelah ini...
.
.
.
...~Light of Blue ~...
.
.
.
Dua hari ini, Yoongi tidak bisa berhenti memikirkan keadaannya. Bagaimana tidak? Tepat setelah kepulangan Taehyung dan Hoseok waktu itu, kedua orang tuanya tiba-tiba datang dan membawanya pergi tanpa menjelaskan apapun padanya. Dan yang lebih memusingkan lagi, semua akses dari dunia luar terhenti atau bisa dibilang diblokir untuknya.
Ia tidak tahu saat ini tengah berada di daerah mana. Namun yang jelas tempat itu sangat tenang dan pemandangannya sungguh menyejukkan mata.
Lamunannya terhenti saat mendengar ketukan pintu. Tanpa bertanya pun ia tahu itu pasti sang Omma, karena dirumah minimalis itu hanya ada mereka. Ia bahkan belum sempat mengabari Seokjin maupun bertanya tentang keadaan Taehyung sampai saat ini. Apa mereka mencarinya karena menghilang tiba-tiba seperti ini.
Omma Min :" Ugi... Bisa Omma bicara sebentar?"
Yoongi :" Tentu Omma. Ada apa? Apa ada masalah dirumah sampai kita harus pergi kesini?"
Omma Min :" Tidak ada sayang... Tempat ini adalah rumah Haraboji-mu. Kau belum pernah kesini sebelumnya, karena Haraboji pernah berpesan pada Omma untuk tidak membiarkanmu kesini dulu."
Yoongi :" Kenapa?"
Omma Min :" Dikeluarga kita, tempat ini adalah kenangan terindah. Haraboji, Omma dan sebentar lagi kau juga akan menikah disini."
Pernikahan?
Maksudnya dia akan menikah disini!!! Tapi Taehyung tidak ada disini saat ini! Lalu dengan siapa dirinya akan menikah!!! Sepertinya ada yang tidak beres, tidak mungkin orang tuanya lagi-lagi menjodohkannya dengan anak kolega mereka kan!!!
Tapi bukankan waktu itu keluarganya dan keluarga Taehyung sudah setuju? Lalu apa-apaan semua ini!!! Apa ia sedang di culik!!!
Yoongi :" Tunggu, apa maksud semua ini Omma? Bukankah Omma tahu Ugi dan Taehyung sudah bertunangan. Dan Omma sudah menyetujuinya. Lalu kenapa Omma ingin menikahkan Ugi dengan orang lain lagi?"
Omma Min :" Tunggu!! Tunggu!! Kenapa kau bisa berfikir seperti itu? Tentu saja kau akan menikah dengan Taehyung disini. Kau pikir Omma sekejam itu?"
Yoongi :" Tapi Omma... Taehyung tidak ada disini, bukankah dia ada di Seoul?"
Omma :" Kata siapa? Taehyung ada disini juga kok. Tuh, di rumah sebelah. Hoseok yang mengantarnya semalam."
"Tuh, di rumah sebelah."
"Tuh, di rumah sebelah."
"Tuh, di rumah sebelah."
Kata-kata sang Omma terngiang-ngiang di kepalanya. Dia tidak salah dengar kan?
Yoongi :" Kenapa Omma tidak memberitahuku!"
Dengan langkah seribu, Yoongi bangkit dan sudah berencana menyambangi Taehyung. Namun genggaman tangan sang Omma menghentikan langkahnya.
Omma :" Kalian akan menikah besok pagi, tapi sebelum itu... Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Omma tidak mengenalnya, namun mereka mengenal Taehyung. Dan istrinya ingin bicara denganmu berdua."
Yoongi :" Istrinya? Siapa?"
Omma Min :" Omma juga tidak tahu, tapi sepertinya dia orang baik. Omma tahu, besok adalah hari yang membahagiakan untukmu... Karena itu, Omma harap kau bahagia dan jangan lupa... Omma dan Appa selalu menyayangimu sampai kapanpun."
Rasanya Yoongi ingin menangis saat ini, bagaimana perasaan orang tuanya jika mereka tahu pernikahan ini hanya untuk pelarian mereka berdua? Mungkin mereka akan merasa kecewa padanya.
Yoongi hanya bisa menunduk dan tersenyum sedih. Bagaimana pun ini sudah menjadi keputusannya, apapun konsekwensinya.
Omma Min :" Tidak ada yang perlu kau khawatirkan, Omma percaya pada Taehyung. Omma yakin dia bisa menjaga dan membahagiakan putra kesayangannya Omma ini. Oh! Sebentar...
Sepertinya Omma terlalu banyak bicara denganmu dan melupakan seseorang."
Yoongi hanya memandang kepergian sang Omma dan berhenti disamping pintu yang terlihat tengah mempersilahkan seseorang masuk.
Omma Min :" Maaf membuatmu menunggu lama. Ugi ada didalam, anggap saja rumah sendiri Imo akan kebawah sebentar."
Setelah kepergian sang Omma, bisa Yoongi lihat seorang namja manis memasuki kamarnya. Entah dimana, namun Yoongi seperti tidak asing dengan wajah itu.
" Selamat sore, Yoongi Hyung... Maaf mengganggu mu seperti ini... Tapi saya ingin langsung pada intinya saja....
Bolehkah saya bertanya tentang kondisi Taehyung yang sebenarnya padamu?"