Light Of Blue(Taekook/Taegi)

Light Of Blue(Taekook/Taegi)
Unplanned



Suasana kembali hening setelah kepergian Soobin dan Yeonjun. Mereka sendiri bingung harus apa di negara sakura itu. Ingin melanjutkan pekerjaan, tapi laptop dan data perusahaan sudah disita Hoseok. Ingin mengajak Yoongi jalan-jalan tapi sudah malam. Sungguh suasana yang sangat canggung.


" Kalau begitu aku akan membereskan barang-barang kita dulu, kau jangan lupa minum obat."


Yoongi buru-buru pergi meninggalkan ruang tamu, meninggalkan Taehyung yang kebingungan mau melakukan apa. Ia berinisiatif berjalan-jalan disekitar mansion. Tepat dibelakang rumah, pemandangan pantai saat malam hari cukup menyejukkan mata. Ditambah lagi banyaknya bintang yang menerangi langit yang tanpa bulan malam ini.


Pikirannya menerawang jauh, dulu ia sangat menyukai langit malam saat bulan purnama. Tapi sekarang, langit malam yang hanya bertabur bintang sepertinya sudah cukup untuknya. Karena bulan yang biasa bersama dengannya kini telah berganti.


" Kuharap kau bahagia... Dan kumohon... Lupakan semua cerita tentang kita. Carilah kebahagiaanmu yang lain, karena itu keinginan terakhir ku."


Entah pada siapa kalimat itu ditujukan, namun sorot mata itu penuh dengan kesedihan.


Lama ia memandang langit dengan hembusan angin malam dari lautan. Taehyung merasa sedikit aneh. Padahal udara cukup sejuk disana, namun keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Kepalanya juga terasa sedikit pusing, mungkinkah penyakitnya mulai kambuh lagi?


" Sebaiknya aku masuk dan segera meminum obat. Aku tidak ingin Yoongi Hyung khawatir lagi."


...~Light Of  Blue ~...


Sementara itu, dalam perjalanan pulang Soobin masih saja menampilkan senyum terbaiknya. Yeonjun yang tahu akan hal itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Kekasihnya ini sungguh ajaib. Padahal sebelumnya saja masih ngambek tidak jelas, dan lihat saja sekarang... Mungkin giginya sudah kering karena dari tadi senyum-senyum tidak jelas.


" Kau benar-benar melakukannya?"


" Tentu saja, bagaimana pun ide Hoseok Hyung sangat bagus. Kenapa tidak dari dulu saja menikahkan mereka, dengan begitu V Hyung akan segera sembuh."


" Bagaimana kalau rencana ini gagal?"


" Tidak mungkin, kau lihat sendiri tadi. Hoseok Hyung sudah mengatur semuanya. Bahkan para maid sengaja diliburkan untuk mereka berdua."


" Bukan itu yang aku maksud, tapi tentang mereka berdua saat ini."


" Pasti berhasil, aku sudah menambahkan dua buah tadi."


" APAA!!!"


Yeonjun menginjak rem secara tiba-tiba, untung saja jalanan saat ini sedang kosong kalau tidak mereka akan mengalami masalah.


" YAK!!! Kenapa kau berhenti mendadak seperti ini! Kalau kita celaka bagaimana! Aku belum mau mati muda Yeonjun!!!"


" Maaf sayang, maaf. Aku hanya kaget dengan tindakan mu. Kenapa kau memberi mereka dua, bukankah satu saja sudah cukup? Bagaimana nanti kalau -"


" Sudahlah, kau tenang saja. Lagipula mereka sudah menikah, jadi wajar-wajar saja mereka melakukan hal itu. Aku hanya mempercepat prosesnya saja. Dan satu lagi, Hoseok Hyung sudah mengijinkannya."


Yeonjun tidak habis pikir, bagaimana bisa mereka melakukan hal itu. Ia hanya bisa berdoa, semoga Taehyung tidak akan membunuhnya saat mengetahui semuanya besok.


Tak ada suara sedikit pun. Taehyung bingung harus bagaimana saat ini. Didepannya saat ini ada Yoongi yang hanya mengenakan bath robe.  Keduanya diliputi rasa gugup seketika. Niat hati ingin mendinginkan badan karena merasa panas, siapa sangka begitu ia selesai mandi justru mendapati Taehyung yang baru saja masuk ke kamarnya... ah bukan, ini kan kamar mereka.


" Ma.. maaf Hyung... Aku tidak tahu kalau kau sedang... mandi. Aku... Aku akan keluar seben-"


Belum juga selesai berbicara, Taehyung justru dikejutkan dengan Yoongi yang tiba-tiba lemas. Untung saja reflek nya cukup bagus, sehingga Yoongi tidak sampai jatuh. Namun hal itu justru membuat suasana menjadi lebih canggung. Ditambah lagi ada perasaan aneh yang mulai menyelimuti mereka berdua, dan soalnya Taehyung mulai sadar apa yang terjadi.


Pikirannya mulai kacau, di hadapannya saat ini ada Yoongi yang hanya bisa memandang ya sayu. Taehyung bukankah pemuda polos yang tidak tahu apapun. Walaupun ia belum pernah melakukannya, namun ia juga sadar kalau ini pasti perbuatan dua orang tadi.


" Tae... Badanku terasa panas. Tolong aku... Ini... Ini sangat menyiksaku..."


" Hyung... Tahan sebentar. Aku akan cari obat-"


Baru juga ingin bangkit, namun dirinya justru dikejutkan dengan Yoongi yang tiba-tiba saja menciumnya. Padahal ia sudah belajar menahan diri saat dihadapkan pada situasi seperti ini, karena dulu saat di Turki tidak satu dua kali ia mengalami nya. Tapi kali ini berbeda, ia tidak bisa menahan lebih lama lagi. Ia jadi bertanya-tanya seberapa banyak anak itu memberinya obat perangsang sehingga ia tidak bisa menahannya lagi.


" Hyung... Maaf. Tapi aku tidak bisa menahannya lagi."


" Lakukan saja, Tae... Aku sudah tidak tahan..."


Mendapat persetujuan, Taehyung kembali mencium Yoongi. Namun kali ini dengan nafsu yang dari tadi ia tahan. Satu persatu ia membuang asal pakaian yang ia kenakan. Pikiran mereka benar-benar tidak bisa terkontrol saat ini. Mereka hanya bisa pasrah dengan hasrat yang kini mengambil alih kewarasan mereka. Melupakan semua masalah yang ada di hati mereka. Melupakan bayang-bayang masa lalu yang memenuhi setiap celah hatinya. Hingga tiada lagi kenangan yang menyakiti mereka.


...~Light Of Blue ~...


Dengan tertatih, ia mengendap-endap ke kamar mandi. Walaupun dengan bersusah payah agar tidak membangunkan Taehyung. Setelah pintu tertutup, ia bisa bernafas lega. Namun gambaran seluruh tubuhnya membuatnya hampir menjerit jika saja ia tidak segera menutup mulutnya. Bekas kissmark di sekujur tubuhnya membuatnya kembali memerah. Kalau sudah seperti ini bagaimana ia menghadapi Taehyung nanti???


Setelah mandi, Yoongi berinisiatif membuat sarapan untuk mereka berdua. Atau bisa dibilang makan siang, karena kini jam menunjukkan pukul satu siang. Beberapa makanan sudah siap tersaji, hanya perlu menunggu sup rumput laut yang sebentar lagi matang. Namun entah kenapa Yoongi kembali melamun, hingga tidak menyadari kedatangan Taehyung.


" Hyung..."


Panggilan sederhana, namun itu justru membuat Yoongi kaget bukan main hingga tidak sengaja jarinya menyentuh panci panas disampingnya.


" Ack!!"


" Hyung! Kau tidak apa-apa!!"


Taehyung langsung menghampiri Yoongi, mengambil jari itu dan membasuhnya dengan air. Yoongi hanya diam tidak bersuara. Pandangannya terkunci pada sosok yang kini tengah mengobatinya.


" Apa yang sedang kau pikirkan, Hyung. Kenapa kau jadi ceroboh seperti ini?"


Tatapan mereka beradu. Kesunyian yang timbul justru membuat mereka kembali salah tingkah. Ditambah kejadian semalam yang membuat mereka ingin menghilang dari dunia saat ini juga.


" Hyung... Masalah semalam... Maaf... Aku tidak bisa mengontrolnya. Sepertinya Soobin sudah mencampur sesuatu pada minuman kita, jadi..."


" Tidak perlu dibahas. Lagipula aku tidak masalah dengan itu."


Bohong jika Yoongi tidak bermasalah dengan itu, bahkan saat mandi pun ia justru menangis karena tidak menyangka hal itu akan terjadi. Padahal ia sudah berjanji akan selalu bersama Taehyung, tapi saat itu terjadi justru bayangan Jimin melintas dipikirannya. Bukankah itu tidak akan baik untuk hubungan mereka saat ini.


Bagaimana pun ia masih perlu waktu untuk menerima semuanya, dan kejadian semalam membuat semuanya menjadi serba salah. Memang bukan sebuah kesalahan saat mereka berdua melakukan hal itu, namun yang salah adalah saat ini dihati mereka masih menyimpan kenangan tentang orang lain. Yoongi tidak akan merasa bersalah kalau suatu saat mereka melakukan hal itu, namun dengan kemauan keduanya tanpa ada campur tangan orang lain.


" Wah... Sepertinya kami mengganggu."


Kemunculan Soobin yang tiba-tiba membuat keduanya canggung.


" Maaf mengganggu kalian, Hyung. Tapi kami hanya ingin mengantarkan hadiah dari orang tuaku."


" Tidak perlu sungkan, Jun. Sampaikan ucapan terimakasih kami pada orang tuamu nanti."


" Woah!!! Sepertinya semalam kalian sangat sibuk."


Wajah datar Taehyung menjadi semakin dingin mendengar ucapan Soobin. Yoongi yang salah tingkah pergi meninggalkan mereka dengan alasan menyimpan hadiah dari orang tua Yeonjun."


" Woah... Kalian melakukannya semalam Hyung? Gila!! Kissmark dileher Yoongi Hyung sangat banyak."


Tentu saja hal itu membuat dirinya mendapatkan pukulan sayang dari Taehyung. Perlu diingat, Taehyung masih kesal dengannya karena memberinya obat perangsang dengan kadar yang cukup tinggi. Bagaimana dia tahu? Karena ia tahu batas yang bisa ia tahan.


" Hyung!!! Kenapa kau memukulku kepalaku!!! Kalau aku jadi bodoh bagai mana!!"


" Justru itu lebih bagus, daripada kau menggunakan kepandaian mu untuk yang tidak perlu."


" Seharusnya kau berterimakasih padamu! Bukan malah memukulku!"


" Kau pantas mendapatkannya."


Mereka terus berdebat, dan Taehyung selalu menjawab dengan singkat. Yoongi sudah terbiasa mendengar mereka berdebat seperti itu. Bahkan selama mereka di Jepang Soobin menemani kemanapun mereka pergi.


Liburan ini juga menjadi kesempatan Yoongi mengenal Appa kandung Hoseok dan Omma sambungnya (Yuri) yang tidak lain adalah Noona bagi Soobin. Yuri sangat menyukai Yoongi, ia bahkan menyuruh mereka menginap di mansion utama jika mau dan tentu saja mereka menolaknya dengan halus. Walaupun ini bukan kali pertama Taehyung melihat tuan Jung, tapi ia masih tahu diri untuk tidak menggangu kehidupan keluarga itu. Padahal tuan Jung sendiri tidak mempermasalahkannya.


Selama di Jepang, bukan sekali saja penyakit Taehyung kambuh. Namun dengan telaten Yoongi terus merawatnya, tak jarang itu sedikit membuat rasa bersalah Taehyung muncul kembali. Seharusnya ia tidak menyeret Yoongi dalam masalahnya seperti ini. Ia menganggap dirinya seperti beban untuk Yoongi jika terus seperti ini. Seharusnya namja sebaik Yoongi bisa hidup dengan orang yang lebih baik dari pada namja penyakitan seperti dirinya.


...~Light Of Blue ~...