
Bonus Chapter sebelum ketemu Azam 💕
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Edward dan Jo pergi meninggalkan apartemen Bella. Tapi bukan pergi untuk selamanya, namun berniat untuk kembali nanti.
Takut dikira seorang penguntit, Edward memutuskan untuk langsung menemui Bella nanti saat makan siang.
Sebelumnya juga Jo sudah membuat janji temu dengan Bella melalui Fhia.
"Tidak apa-apa Bell, temui saja tuan Edward itu, kurasa kita juga perlu memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang disini," ucap Fhia, mereka berdua baru saja selesai membereskan rumah. Mulai dari dapur hingga ke ruang tamu.
Kini keduanya duduk di ruang tengah seraya menikmati minuman dingin.
"Aku hanya merasa aneh jika bertemu dengan orang asing tapi bukan membicarakan tentang bisnis," jawab Bella jujur. Lalu meletakkan minumannya diatas meja.
Fhia memahami perasaan Bella itu. Tapi mereka memang butuh bersosialisasi dan memiliki banyak teman. Apalagi Bella sudah memutuskan untuk menetap tinggal di negeri singa ini, Singapura.
"Anggap saja mereka itu teman baru kita," jawab Fhia asal dan Bella hanya mendengus sebagai jawaban.
Tepat jam makan siang mereka pergi ke tempat pertemuan di salah satu restoran yang berada di Hotel Marina Bay Sands. Bella dan Fhia datang terlambat, karena nyatanya Edward dan Jo sudah menunggu di meja reservasi.
Setelah saling menyapa dan memperkenalkan diri, mereka semua duduk melingkar di meja itu.
"Maafkan saya Nona jika beberapa hari ini saya membuat Anda takut dengan bunga-bunga itu," ucap Edward memulai pembicaraan, hal pertama yang ingin ia sampaikan memanglah permohonan maaf.
Dan Bella bingung bagaimana harus menanggapi. Akhirnya ia hanya bisa mengangguk kecil.
Canggung, itulah yang terasa di pertemuan pertama ini. Hingga akhirnya Jo pamit undur diri dan menarik Fhia untuk mengikuti langkahnya.
Meninggalkan Edward dan Bella berdua disana.
"Aku ingin bicara jujur," ucap Edward, membuat Bella langsung menatap kearahnya dengan tatapan bingung.
Jujur? batin Bella.
Kedua netra Bella makin membola saat ia mendengar ucapan Edward selanjutnya. Pria berdarah Singapura ini mengatakan jika ia menyukai Bella sejak pertama kali Bella debut di Singapura untuk kariernya sebagai model.
Karena rasa suka itulah Edward mencari detail informasi tentang Bella. Edward pun tahu jika Bella sudah menikah dan kini sedang dalam proses perceraian.
"Aku memang seperti seorang penguntit ya?" tanya Edward mengakhiri ceritanya, ia tersenyum kecil dan membalas tatapan Bella yang masih nampak bingung.
"Aku tahu kamu butuh waktu untuk bisa sembuh dari luka akibat suamimu itu, karena itulah aku ingin kita sekarang menjadi teman terlebih dulu," ucap Edward lagi, benar-benar mengatakan langsung isi hatinya tanpa banyak basa basi.
"Dan jika kamu membutuhkan bantuanku aku akan siap menolongmu, termasuk agar bisa segera lepas dari suamimu itu," timpal Edward lagi.
Makin membuat Bella tidak bisa berkata apa-apa. Namun ada rasa tak nyaman di hatinya, tiap kali ia mendengar Edward menyebutkan nama Azam.
Dan Bella pun menggelengkan kepalanya kecil.
"Tidak perlu Tuan, saya tidak butuh bantuan An_"
"Jangan panggil aku tuan, panggil namaku saja," potong Edward.
"Kita sekarang teman kan?" tanya Edward dan terkesan seperti menuntut.
Dengan canggung, Bella pun menganggukkan kepalanya.
"Kita bisa menjadi teman tanpa membawa-bawa Azam diantara kita," jawab Bella akhirnya.
Dan mulai saat itu, hubungan Bella dan Edward terjalin dengan baik. Bahkan Edward menawarkan beberpa kontrak pekerjaan untuk Bella. Kapanpun wanita cantik itu siap memulai kariernya kembali.