
Melihat kedatangan Azam, Agra langsung memberi isyarat pada istrinya Sarah untuk segera membawa Bella masuk di ruang tunggu VIP.
Ruangan yang tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang. Sementara Agra akan menahan Azam disini.
Sarah menurut, tanpa menoleh pada Azam ataupun menyauti ucapannya. Sarah segera menarik Bella untuk mengikuti langkahnya.
"Bell, aku mohon," pinta Azam saat melihat istrinya itu pergi.
Azam hanya terpaku di tempatnya berdiri, menatap kepergian Bella. Separuh jiwanya yang kini perlahan menghilang.
"Bella!" pekik Azam sekali lagi, namun Bella tetap berjalan menjauh. Tanpa sedikitpun menoleh ke belakang. Lalu masuk ke dalam sebuah sebuah ruangan dan menghilang.
Meninggalkan sesak yang semakin terasa di dada Azam.
"Pergilah, Bella sudah memutuskan untuk menata hidupnya kembali. Dan aku harap kamu juga begitu. Jangan ganggu keluarga kami lagi," ucap Agra.
Ucapannya memang pelan, bahkan tidak ada suara tinggi yang terdengar. Namun kata-kata itu mampu menghancurkan pertahanan Azam.
Setetes air bening jatuh dari kedua mata Azam. Bahkan langsung menjatuhi lantai tempatnya berpijak.
Azam tidak membalas ucapan papa Agra, ia tak kuasa untuk membuka mulut. Melihat betapa dinginnya papa Agra, membuat Azam sadar satu hal.
Bahwa luka yang ia toreh begitu dalam.
Agra pun segera berbalik dan pergi. Langkahnya terhenti saat Azam akhirnya buka suara.
"Aku tidak akan menceriakan Bella Pa, selamanya Bella adalah istriku," ucap Azam, sedikit berteriak.
Agra hanya berdecih, lalu kembali melangkah pergi.
Azam, langsung ambruk. Ia bersimpuh seorang diri lantai Bandara itu. Ia sungguh menyesalkan semuanya.
"Bangkitlah Tuan, anda tidak sendiri. Saya akan selalu mendampingi Anda." ucap Ben, yang entah sejak kapan ada di sana.
Ben, lalu membantu Azam untuk bangkit.
Mereka keluar dari Bandara. Dan melihat pesawat penerbangan Jakarta Singapura mulai terbang.
Bella, ada di dalam sana.
Aku mencintaimu Bell, bisakah kamu merasakannya? Batin Azam, pilu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam pesawat.
Bella menatap keluar sana. Melihat kota Jakarta yang semakin menjauh dari pandangan.
Berulang kali merasakan sakit, membuat Bella tersadar akan satu hal. Bahwa cinta tidak bisa dipaksakan.
Sedalam apapun hubungannya dengan Azam, nyatanya cinta lelaki itu tidak bisa ia rengkuh.
Terus berada didekat Azam makin membuatnya tersiksa, pergi adalah pilihan yang terbaik.
"Selamat tinggal Zam, aku harap kita berdua bisa menemukan kebahagiaan masing-masing," gumam Bella, lirih.
Bahkan tanpa ia sadari ada pula air mata yang jatuh. Namun buru-buru Bella menghapusnya.
Memang berat, tapi Bella sudah memutuskan. Bahwa dia akan melepaskan suaminya.
Melepaskan Azam agar bisa menjalani hidupnya lagi.
Pesawat yang ditumpangi Bella terus terbang. Membelah awan dan menuju Singapura.
Sebuah negara yang Bella tuju untuk memperbaiki hidupnya.
...TAMAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Season 1 tamat.
Akan ada 3 bab bonchap ya, sebelum Bella dan Azam bertemu.
Seoson 2 sudah tayang.
Tentang perjuangan Azam untuk mendapatkan istrinya kembali. Mendapatkan keutuhan keluarganya lagi.
Azam, tetap berada di Indonesia dan bekerja sebagai seorang penerjemah. Tidak tanggung-tanggung. Ia bekerja di 4 negara sekaligus secara virtual. Pundi-pundi uang mulai mengalir, meski ia harus bekerja ekstra.
Setiap seminggu sekali ia akan menemui Bella di Singapura, dan setiap hari ia akan selalu mengunjungi ayah dan ibunya. Lalu malam hari ia akan berjibaku dengan buku-buku dan komputer.
3 bulan waktu yang ia butuhkan untuk membawa Bella kembali, sebelum palu keputusan sidang perceraiannya diketuk kan. Perjuangan Azam semakin berat, saat seorang pengusaha dari Singapura Edward Saverun mendekati Bella.
Azam tidak bisa menghentikan gugatan cerai itu. Azam belum mampu untuk melawan ayahnya sendiri.
Dibawah ini cover yang akan dipakai untuk cerita Azam ya.
Sampai bertemu di kamar yang lain, Sebuah keajaiban bersatunya Azam dan Bella 💕💕