IT'S MY DEVIAN

IT'S MY DEVIAN
SURAT SINGKAT



Teruntuk : Tersayang, suamiku sekaligus partner kejahatan ku Devian.


...Selamat hari ulang tahun suamiku.Maaf wanita jahat ini tidak hadir di pemakaman papa Teo....


...Dan maaf membuat mu menderita karena terpaksa hidup bersama perempuan buruk, yang bahkan tidak sebanding dengan wanita masa kecilmu. Maaf juga tidak bisa menjadi pendamping hidup seperti yang kamu inginkan....


...Kamu!...


...Panggilan sederhana yang aku harapkan, bukan panggilan Lo yang sering kita ucapkan....


Jika saja aku tidak tau malu, mungkin selain kata kamu, aku lebih suka dipanggil dengan kata-kata yang terdengar indah.Perasaan cinta ini tumbuh di hatiku entah sejak kapan hadirnya. Sudah berusaha melupakan pun tetap saja tidak bisa, bahkan semakin menggebu.


...Tidak ingin membuat dirimu tertekan. Maka dari itu aku memilih pergi....


Aku tidak ingin perasaan ini menjadi serakah. Tiap kali kamu memuji gadis masa kecil mu, ada perasaan marah dan sifat egois yang berusaha aku hilangkan.Meski kenyataan-nya tidak bisa dihilangkan. Aku bahkan marah pada diriku, karena tidak bisa sebanding dengan gadis masa kecil mu.


^^^Aku bukan wanita lembut seperti Angel.^^^


...Mungkin sudah seharusnya aku berhenti. Sekuat apapun aku berjuang, kenyataan bahwa aku bukan perempuan yang kamu inginkan menamparku....


...Di hari ulang tahun mu aku memilih pergi. Memang terkesan jahat aku pergi begitu saja tanpa menghadiri pemakaman papa Teo, tapi aku merasa akan lebih jahat jika aku tetap di dekatmu. Kamu yang sedang berduka, ditambah kehadiranku pasti akan membuat suasana hatimu semakin kacau....


...Berbahagialah Devian, aku sudah membebaskan mu dari belenggu pernikahan. Kamu pantas bahagia. berlarilah dan kejar apa yang membuatmu bahagia. Aku akan selalu berdoa pada Tuhan untuk kebahagiaan lelaki yang aku cintai....


Tertanda: Karin, perempuan yang tidak tau diri.


 Devian meremas kertas itu. Untuk sekian kalinya dia terus mengulang membacanya, bahkan dia sampai hafal isinya.


Ketika di mansion, Devian tidak terlalu membaca surat singkat dari Karin, disebabkan oleh pikiran yang kalut.Dan sekarang Devian mengulang kembali, walaupun rasanya masih tetap sama. Sakit! Dadanya terasa sesak.


Kalimat yang tersusun rapi itu ibarat pecahan kaca, pecahan itu menciptakan luka lebar di ulu hatinya.


' Kenapa memilih pergi disaat dia baru sadar dengan perasaannya?'


Tak terasa malam pun berganti pagi. Embun pagi yang menempel di kaca mobilnya tidak mengganggu Devian yang masih larut dengan kesedihan hatinya.


Devian tidak ingin kembali ke mansion. Setiap melihat sudut mansion terasa dipenuhi dengan keceriaan Karin.


Jika dia mendatangi Karin di restoran pada malam itu, apakah Karin tetap memilih pergi?


Berulangkali pertanyaan itu muncul di benaknya.


Bruk!


Bruk!


Devian memukul setir mobilnya. Tidak ada informasi mengenai Karin sejak semalam. Sekretaris Juna dan beberapa detektif sudah menyusuri segala tempat. Mulai dari bandara, stasiun, hotel tidak ada jejak dari Karin yang tertinggal.


Devian tersenyum kecut.


Ya, cintanya datang terlambat.


Ah bukan! Tetapi ego dan logika-nya selalu menyangkal perasaan cinta ini sejak awal.


Melihat Karin pertama kali di perusahaan DV dengan angkuh sambil memperkenalkan dirinya sebagai calon istri, sudah membuat dirinya tertarik dengan Karin.


Harusnya dia sadar pikiran ini selalu tertuju pada Karin!


Devian berteriak melampiaskan kesedihannya. Dia bahkan tidak tau kapan hari ulang tahun Karin, tetapi Karin menyiapkan kejutan ulang tahun yang berhasil menyentuh relung hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udara dingin berhembus membelai kulit membuat Karin merapatkan jaket tebal, Karin juga membetulkan syalnya.


Teman hacker yang dulu membantu dirinya mengungkapkan kebusukan ibu tiri Devian.


" Welcome teman bodoh gue!" Karin berdecak sebal.


" Mateo temanku yang paling baik! Gue numpang sementara di tempat Lo ya?" Mateo mengacak rambut Karin, tatkala Karin menunjukkan puppy eyes-nya.


" Siapa suruh pergi dari suami kaya Lo! Jadi miskin, kan!"


" Heh Anak setan! Gue miskin juga karena Lo! Gara-gara Lo butik gue terjual. Sekarang Suami yang selalu memberi nafkah juga tidak ada. Jadi Lo yang akan menanggung hidup gue untuk sementara." seenak Karin.


" CK! Butik Lo terjual karena lo beli informasi tentang keluarga Devian! Gue sebagai pekerja yang profesional, tidak bisa rendah hati hanya karena kata 'teman'! "


" Bilang aja Lo perhitungan!"


" Yaudah balik sana ke negara asal Lo! Gue udah capek menghilangkan jejak, terus menampung beban hidup Lo. Masih juga dibilang perhitungan!" balas telak Mateo.


" Ya! Lo Memang yang terbaik! Udahlah! Ayo tunjukkan tempat tinggal Lo. Gue mau rebahan."


" Sampai kapan Lo disini? Lo pasti tau, sehebat apapun kemampuan gue. Kenyataan bahwa kekuasaan mereka bisa mengalahkan kemampuan ini!" Karin melirik sekitarnya, mengalihkan tatapan serius Mateo.


Karin mengerti maksud Mateo. Kekuasaan yang dimiliki Devian bisa kapan saja menemukan dirinya, meskipun Mateo sudah menggunakan kemampuan terbaiknya.


Tapi Karin memang butuh beberapa saat itu , untuk menghilang dari Devian. Karin bukannya kepedean bakalan dicari oleh Devian, namun melihat sikap Devian yang tidak suka seseorang menyelesaikan masalah dengan pergi begitu saja. Tidak menutup kemungkinan Devian akan mencarinya. Karin tau ego Devian tinggi, pasti Devian tidak akan terima dia pergi begitu saja.


...Devian lebih suka dia yang meninggalkan Bukan orang itu! ...


" Saat dia tiba nanti. Gue akan menghadapinya! Sekarang gue ingin berusaha menghilangkan perasaan menggebu ini. Lo gak mau kan, melihat teman Lo ini terlihat bodoh?"


" CK! Sejak kapan Lo terlihat pintar!" Karin memutar bola matanya malas, sifat Mateo seperti Devian.


... Lain di hati lain di mulut! ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kembali ke Devian. Sekarang dia berada di tempat terindah bagi Karin, Kenangan masa kecilnya bersama Angel.


Devian menatap bunga mawar yang dulu mereka tanam.


" Bunga mawar ini tumbuh subur, persis dengan perasaanku." Devian tersenyum pahit mendengar ucapannya.


Padahal ini yang diharapkan Devian. Karin menyerah dan mundur dengan sendirinya. Tapi yang terjadi, bukannya bahagia ataupun bangga hatinya malah dibuat menganga dengan lobang kosong nan gelap disana.


" Aku memang berengsek! Tak pantas!" makinya.


Mulai sekarang tempat ini diubah Devian menjadi kenangan terindah Karin dan dirinya, bukan lagi gadis masa kecilnya.


Ada banyak hal yang mereka lakukan disini, lebih banyak dibandingkan bersama gadis masa kecilnya.


" Sejauh apapun kamu pergi, aku akan tetap menemukanmu! Kamu milikku dan akan terus seperti itu!" tekad Devian.


Selama pencarian Karin masih berlanjut, Devian akan mengubah banyak hal supaya Karin tidak merasa kecewa lagi.


Dia akan membuang lukisan gadis masa kecilnya, dia juga akan menciptakan butik untuk Karin.


Devian sadar Karin selalu diam-diam melukis ide rancangannya.Dan setiap pergi, pandangan Karin tidak pernah terlepas dari butik-butik yang di lewatinya.


Bisakah dia mengartikan bahwa Karin merelakan hobby-nya demi mencintai lelaki ini?


Jika iya! Devian akan melakukan hal yang sama.