IT'S MY DEVIAN

IT'S MY DEVIAN
Layangan Yang Indah



Sesampainya di rumah Karin langsung menahan Devian.


" Kenapa Lo nyuruh gue diam? Bukankah tujuan kita mencari tau, ada hubungan apa bos sindikat black itu dengan ibu tiri Lo!?"


" Emang Lo mau kita terjebak di ruangan terkutuk itu,huh!? Lagian tujuan gue hanya mencari tau siapa sebenarnya bos sindikat black itu. Dan ternyata kekasih, Lo!"


" What!? Kekasih? Lo terus mikir hal buruk tentang gue!" Devian mengangkat bahunya tidak peduli dengan perkataan Karin. Saat ini dia lelah hanya ingin berbaring di tempat tidur.


" Apa Lo masih mencintai Angel?"


" Jangan mencari masalah sekarang!"


" Pernah gak Lo melihat sekali aja gue sebagai perempuan?"


" Lo dengar ini! Setiap pilihan yang Lo ambil akan ada pilihan yang harus dikorbankan! Jadi, pilihan Lo menikah dengan gue, jangan harap ada rasa cinta itu! Cinta gue udah habis untuk gadis kecilku!"


Sakit! Rasa itu yang menggambarkan hati Karin. Dia hanya butuh kepedulian Devian sedikit saja, atau setiap penjelasan Devian jangan terdapat prasangka buruk untuknya. Hanya itu! Tidak bisakah Devian memberikannya?


" Apa Lo juga tau ini? Cinta yang Lo katakan udah habis, hanya bentuk perlindungan diri Lo! Cinta akan bisa bertumbuh lebih besar kalau Lo mendapatkan pengganti yang lebih segalanya dari masa lalu, Lo! Karena apa? Karena perasaan, sifat dan juga sikap manusia itu berubah-ubah!"


" Dan Lo ingat ini! Yang pasti, Pengganti yang lebih baik dari masa lalu gue jelas bukan Lo!" setetes air mata jatuh membasahi pipi Karin, menatap punggung Devian yang berlalu jauh meninggalkannya.


Salahkah dirinya yang menginginkan permasalahan Devian cepat selesai? Karin tau Devian itu orangnya keras pada diri sendiri demi orang tersayang. Karin ingin Devian tidak lagi menyalahkan dirinya. Tidak lagi menuruti hal yang bahkan berbahaya untuk dirinya. Dan terakhir, bisakah Karin berharap menjadi orang tersayang Devian?


Tidak mau berlarut dalam harapan yang semu. Karin memutuskan untuk membersihkan dirinya setelah itu beristirahat.


Kriett....


Di tengah malam Devian memasuki kamar menuju ranjang dimana Karin sudah tertidur lelap.


" Keras kepala!" Devian menyentuh luka di lengan Karin, secara perlahan mengobatinya. Tak lupa pula memberikan salep pada leher yang tadi dicekik oleh lelaki brengsek menurut Devian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanpa sepengetahuan Devian, sebelum menjelang pagi Karin kembali ke tempat kemarin berharap dapat menjumpai Axel.


Dan beruntungnya, Karin melihat Axel menuju mobilnya.


" Tunggu!" teriak Karin tanpa menyebut nama karena masih banyak pengawal Axel. Dari kejadian kemarin, Karin tau bahwa Axel menyembunyikan identitas aslinya.


" Ada yang ingin aku bicarakan." tidak banyak tanya , Axel langsung mengangguk lalu mempersilahkan Karin masuk ke dalam mobilnya.


RESTORAN JEPANG


" Apa yang ingin dibicarakan, nona Karin?" kini mereka hanya berdua di ruang VVIP dengan ditemani berbagai macan sushi.


" Apa anda mengenal wanita ini?" Karin menunjukkan foto ibu tiri Devian.


" Itu privasi nona." Axel menjawab sekenanya, dia malah asik menikmati sushi yang tersaji di depan matanya. Ya, kapan lagi makan berdua dengan wanita yang menarik. Pikirnya!


" Oke! Aku tidak akan peduli apa hubungan wanita ini dengan anda. Tapi, apakah anda pernah bekerjasama melakukan rencana pembunuhan dengan wanita ini?" Axel tersenyum sinis.


" Tergantung pernyataan yang akan anda berikan."


" Wanita di foto ini manusia paling licik yang pernah aku temui. Tetapi, aku membutuhkan wanita ini untuk mencari bukti mengenai kematian ibuku! Dan dia membuat perjanjian kerjasama padaku."


" Perjanjian kerja sama?"


" Hmm! Aku tidak tau siapa yang dibunuh-nya atau apa yang dia lakukan.Tetapi, aku memberikan beberapa pengawal-ku dan menyuruh mereka membersihkan segala bentuk kejahatan yang dia lakukan," Karin mengerti, Axel tidak tau siapa yang telah dibunuh wanita jahanam. Lebih tepatnya Axel melimpahkan semua tentang wanita jahanam pada bawahannya.


" Aku tidak tau kau berkata jujur atau tidak! Yang jelas wanita ini telah membunuh ibuku! Jangan pernah menutupi kejahatan wanita ini lagi! Aku ingin membalaskan dendam ku!" Karin sengaja mengatakan ibu Devian menjadi ibunya. Ya, Mengingat Devian memiliki gengsi yang tinggi. Dia tidak akan mengemis pertolongan atau bantuan pada siapapun.


" Aku tidak bisa! Kita memiliki tujuan mendekati wanita ini. Dan tujuan anda bertolakbelakang dengan keinginan saya." Karin yang capek menjaga sopan santunnya pun, mulai kembali bar-bar. Karin menjitak kepala Axel dengan sumpitnya.


" Hei! Sudah berapa lama kau menjalin kerjasama dengan wanita jahat itu? Apakah ada hasilnya?" geram Karin, " Tidak ada, bukan? Yang ada dia malah menambah musuh untukmu,kan? Nah! Aku mengajak kamu bekerjasama jangan beri perlindungan untuknya , lalu biarkan aku mencari segala bukti kejahatan wanita itu! Aku juga akan membantu-mu mendapatkan informasi mengenai kematian ibumu!"


" Aku tidak mau! Percuma! Kau juga tidak akan mendapatkan bukti itu. Hanya dia harapan satu-satunya, karena dia satu-satunya orang yang ada di tempat kejadian. Bahkan CCTV pun tidak ada!"


" Aku pasti dapat, kok! Ayolah bekerjasama. Buang sifat pesimis itu. Apa perlu kita membuat kontrak-nya? Kumohon , satu-satunya cara agar semua ini beres dengan menyingkirkan wanita itu." Axel sebenarnya sudah ingin membuang wanita licik itu, ditambah dia terus membuat masalah. Dipikir-pikir juga, Axel butuh teman yang bisa dipercaya untuk menyelidiki wanita licik. Teman yang tidak tergoda dengan tubuh, uang dan segala tipu daya yang diberikannya. Dan, Karin mungkin pilihan tepat. Karena dia memiliki dendam.


" Baiklah! Kita akan membuat kontrak!" Karin bersorak senang, sedangkan Axel terpana melihat wajah ceria Karin. Biasanya Karin hanya menunjukkan wajah jutek pada Axel.


Setelah menikmati sushi, Karin pamit pulang. Awalnya Axel menawarkan tumpangan. Tetapi Karin berkata, " Jika perginya naik taxi, maka pulang juga naik taxi!" perkataan mutlak Karin.


Meski tidak bisa mengantarkan Karin, kekecewaan Axel setidaknya tertutupi oleh gelang Karin. Karin memberikan gelang yang sempat hilang itu pada Axel. Karin berkata itu sebagai tanda jika mereka bertemu di suatu tempat yang berbahaya atau pesta topeng, Karin bisa langsung mengenali bahwa itu Axel.


...----------------...


Devian menatap pemandangan luar melalui kaca besar di ruangan kantornya. Memikirkan Karin yang pagi buta sudah menghilang dari rumah.


Tok!Tok!


" Maaf mengganggu tuan." Devian berbalik menatap sekretaris Juna tajam.


" CK! Memang selalu mengganggu!"


" Soal perintah tuan. Apa tidak sebaiknya, kita mencari tau masa lalu bos sindikat black, dibandingkan mencari tau apa hubungan mereka? "


" Alasan?"


" Saya berpikir hubungan mereka pasti hanya sekedar rekan kerjasama? Bukankah lebih baik, kita mencari tau alasan mereka bekerja sama?" Devian mengerti maksud sekretaris Juna, Dengan mencari masa lalu lelaki brengsek itu, pasti akan mendapatkan petunjuk tentang hubungan mereka sekaligus alasan mereka bekerjasama.


Sebenarnya, setelah pertengkaran malam tadi Devian mendatangi sekretaris Juan meminta informasi tentang hubungan ibu tirinya dan Axel. Devian rasa sudah cukup bantuan Karin mengenai siapa sebenarnya bos sindikat black, biarkan urusan selanjutnya dia sendiri yang mengurus.


" Baiklah! Lakukanlah!" Sebelum sekretaris Juan pamit undur diri, devian kembali memanggil nya.


" Ehem! Rahasiakan hal ini pada Karin!"


" Maaf tuan! Kalau boleh berpendapat, selama mengenal nona Karin, saya merasa nona adalah sosok wanita yang tidak bisa anda kendalikan. Nona seperti layangan indah yang terbang di langit, tetapi tali layangannya tidak ada di tuan." Setelah mengucapkan kalimat yang cukup panjang, Sekretaris Juan meninggalkan bos nya , yang diharapkan bisa memikirkan makna dari perkataannya.