
Sebelum memberikan pembalasan pada kejadian yang dialami papa Teo. Karin memutuskan untuk mendatangi alamat rumah sakit yang telah diberikan sekretaris Juna.
RS MELATI
Karin hendak memasuki ruang rawat papa Teo,Tapi Devian menahannya.
" Jangan pernah menjenguk papa Gue!"
" Awas Dev! Lo gak berhak melarang gue!"
" Gue berhak melarang seorang pembunuh"
" CK! Mudah banged ya, Lo percaya sama bukti murahan!"
" Bukti murahan? Emang bukti mahal Lo seperti apa?" Devian meremehkan Karin.
" Percuma gue jelasin sama Lo! Lo pasti menyangkal dengan mengatakan bukti yang gue kasih hanya rekayasa, kalau gue belum mengungkapkan kebenaran tentang kecelakaan yang dialami papa Teo."
" Ya! Dan Lo ingat ini! Gue gak akan menunggu Lo membuktikan kebenaran. Ketika surat perceraian itu tiba, kita harus bercerai!" Devian mencengkram kuat dagu Karin, sambil menatap tajam.
" Meskipun nanti kita bercerai, gue akan tetap menunjukkan kebenaran itu! Gue gak mau Lo anggap pembunuh!" Karin menghempaskan tangan Devian dari dagunya. Untuk saat ini memilih pergi lebih baik dibanding berurusan dengan Devian yang membuat hatinya sakit.
Devian masih berdiri menatap kepergian Karin, sampai sekretaris Juna mengalihkan perhatiannya.
" Tuan! Apakah kita tidak menyelidiki kembali kebenarannya?"
" Tidak! Keputusan ini lebih baik. Sekalipun dia memang benar tidak bersalah, aku akan tetap menceraikannya. Tidak ada cinta di pernikahan kami."
Sekretaris Juan menghela nafas berat. Tidak sadarkah tuannya ini selalu tersenyum dan merasa nyaman berada di dekat nona Karin?
...----------------...
Karin tidak pulang ke mansion papa Teo. Masih mengendarai mobil mengelilingi kota ditemani dinginnya malam.
" Huh! Axel mengatakan dia dengan mudah menemukan bukti kecelakaan papa Teo, mengingat kejadiannya masih baru. Masalahnya, meskipun semua bukti sudah terkumpul, baik itu kecelakaan papa Teo dan juga masa lalu ibu tiri Devian. Langkah apa yang harus gue ambil agar ibu tiri Devian mendapatkan hukuman tanpa mendapatkan bantuan dari seseorang?" gumam Karin.
Ya, sebelum mendatangi rumah sakit tadi. Karin meminta bantuan Axel menyelidiki kebenaran. Masalahnya, Karena kejadian ini Axel mengatakan ada seseorang lagi yang membantu ibu tiri Devian.
Jika Karin langsung mengungkapkan kebenaran ibu tiri Devian, semuanya akan percuma jika mereka tidak menuntaskan Sampai akar-akarnya!
CARA APA YANG DAPAT MENGHUKUM PELAKU KEJAHATAN SAMPAI MEREKA TIDAK BISA MENYUAP ATAU MELAKUKAN TINDAKAN PEMBENARAN LAGI?
Tiba-tiba bunyi notifikasi Instagram Karin membuyarkan lamunannya.
" Oh My God! Gue punya ide!" Teriak Karin, menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Karin sibuk mengetik dan mengedit video setelahnya memasukkan ke dalam semua akun sosial media nya.
" Kita tunggu pagi ini! Pembalasan akan segera di mulai wanita tua!" Dengan beraninya Karin pulang ke mansion papa Teo, menemui seseorang yang juga harus merasakan pembalasannya.
MANSION KELUARGA DEVIAN
Baru saja sampai, Karin dengan seenaknya berteriak.
" Keluar Lo adik tiri Devian!" teriak nya melengking.
Bugh!
Setibanya adik tiri Devian di dekatnya, Karin langsung meninju melampiaskan kemarahannya.
" Itu buat Lo yang berani ambil hp gue tanpa izin!"
Bugh!
" Itu buat Lo yang sok polos!" Melihat bukti kiriman Axel, Adik tiri Devian juga ikut terlibat. Mengikuti jejak ibunya.
" Apa! Sakit? Itu gak sebanding dengan kalian yang memberikan penderitaan di keluarga ini!"
Plak!
" Sial! Dasar wanita tua!" Karin tidak memperhitungkan ibu tiri Devian juga berada di mansion.
" Ya pelacur!" Karin hendak menjambak rambut ibu tiri Devian, tetapi pergelangan tangan-nya ditahan adik tiri Devian.
" Lepaskan! Pelayan! Tahan dua orang ini!"
" Jangan ada yang bergerak jika tidak mau saya pecat!" ancam ibu tiri Devian.
Tidak ada satupun pelayan menolong Karin, membuat ibu tiri Devian memperlakukan Karin semena-mena.
" Rasakan ini! Hahaha!" tawa wanita jahanam berkali-kali menampar Karin.
" Lepas----," Ucapan Karin terhenti ketika Bogeman dihadiahkan kepada adik tiri Devian.
" Devian?" Devian tidak memperdulikan Karin, fokusnya sekarang pada ibu tirinya. Dengan gurat wajah yang dipenuhi kemarahan, Devian mencekik leher ibu tirinya. Sedangkan sekretaris Juna menahan adik tiri tuannya.
Karin terpaku melihat kejadian yang sangat cepat, sampai ingatannya kembali pada rencana yang dia lakukan.
Apa Devian sudah melihatnya?
Cara menghukum pelaku kejahatan dan membongkar siapa yang berada di pihaknya ialah menggiring opini publik! Karin mengunggah rekaman suara dan video yang sudah dipotongnya.
Dengan cara ini, ibu tiri Devian tidak bisa mengelak dan orang yang membantu-nya akan melakukan hal sembrono yang mengakibatkan identitasnya terungkap.
" Karena kau keluargaku hancur! Kau membunuh ibu kandungku, dasar pelacur!" umpat Devian.
Tidak berbeda jauh sekretaris Juna melampiaskan kemarahannya pada adik tiri tuannya. Berbeda dengan Devian yang mengumpat, Sekretaris Juna hanya diam dengan tangan yang terus memberikan pelajaran pada adik tiri Devian.
Karin mengerti berapa sakitnya menjadi sekretaris Juna. Kedua orang tuanya meninggal dan parahnya ia baru tau ibunya meninggal karena pembunuhan berencana, bukan kecelakaan kerja yang selalu diberitakan.
" Mes----ki aku mati se--karang! Pa--ling tidak le-laki koma itu ikut merasakan!" Karin memijit pelipisnya melihat wanita jahanam berusaha sekuat tenaga memprovokasi Devian.
" Jangan dengarkan ucapan busuk wanita itu! Papa Teo aman di ruang rawatnya. Sebelum membongkar kebusukan wanita ini, gue menghubungi Axel menjaga papa Teo sekaligus menangkap orang yang bekerjasama dengan ibu tiri Lo!"
Satu hal yang harus diketahui, Sewaktu Karin memutuskan pulang ke negara asalnya. Axel juga mengikuti Karin, agar dendam Karin cepat diselesaikan.
Mendapatkan panggilan dari Axel, menandakan pelaku terakhir berhasil ditangkap.
Karin pergi bersama Devian. Mengenai ibu tiri dan adiknya diserahkan kepada sekretaris Juna. Devian menyuruh menyekap keduanya di ruang bawa tanah.
" Axel!" panggil Karin sesampainya di depan ruang rawat papa Teo.
Axel sibuk memukuli pelaku yang telah diborgol menatap ke arah suara. Dengan cepat berlari memeluk Karin, melemparkan pelaku pada bawahannya.
" Sial! Selama ini gue menolong pembunuh Karin! Mereka yang membunuh orang tua gue!" Selama menunggu Karin datang, Axel mendapatkan satu fakta mengejutkan dari pelaku. Mereka-lah yang membunuh orang tua Axel, dan mengatakan betapa bodoh dirinya malah membantu mereka dengan mengirimkan beberapa bawahan yang memuluskan kejahatan si pelaku.
" Benarkah ini?" Karin bukannya tak percaya tetapi dia terkejut kejadian buruk itu, dilakukan oleh orang yang sama! Yaitu ibu tiri Devian.
Jadi, kekasih masa lalu ibu tiri Devian ayahnya Axel?
Terjawab sudah rahasia masa lalu!
Reaksi Devian berbeda dengan Karin. Karena, rahasia tentang Axel dia lebih dulu tau!
Niatnya menunggu waktu yang tepat membicarakan tentang ini, tetapi pria tua itu sudah mengatakan pada Axel.
" Menangislah Axel! Rasa sedih itu tidak bisa dikendalikan, tapi Lo bisa mengendalikan tindakan apa yang mau Lo ambil. Jadi, kalau tindakan yang Lo pilih menangis di bahu gue. menangislah!" ucap Karin lembut mengelus punggung Axel yang bergetar menahan tangisannya.
Devian mengepalkan tangannya melihat Axel memeluk Karin. Dia juga butuh sandaran! Kenapa Karin tidak peka!