
Selama di rumah sakit, Karin selalu melakukan kegiatan bersama setiap Devian pulang kerja. Meski ada beberapa yang ditolak Devian. Contohnya, menonton bersama.
Karin tidak tau Devian sangat tidak suka menonton film romantis. Padahal Karin berusaha mengubah ruang rawat nya seperti bioskop pribadi.
Kini, Karin bernafas lega dinyatakan sembuh. Lukanya sudah sembuh tapi tidak perasaannya.
Lagi dan lagi Karin dibuat kecewa ketika Devian mengatakan dia tidak bisa menjemput Karin di rumah sakit. Dengan langkah berat Karin pergi ke ruang rawat papa Teo, menunggu sopirnya datang.
" Hai papa! Karin rindu curhat sama papa. Cepat sembuh ya, papa." Karin tidak berani terlalu dekat, karena banyak alat medis yang terpasang di tubuh papa Teo.
" Semuanya sudah terbongkar papa. Devian juga tidak menyalahkan papa! Bangunlah papa, Karin tidak tau dengan siapa lagi mencurahkan semua kesedihan ini." mata Karin berkaca-kaca, " Karin rindu dengan orang tua Karin! Tapi, Karin juga capek! Mereka selalu bertanya kenapa Devian tidak pernah kesana? Jawaban apa lagi yang harus Karin katakan? Karin capek menutupi kebohongan rumah tangga ini!"
" Papa tau? Tinggal 4 hari lagi sebelum Devian benar-benar menceraikan Karin. Hal apa yang bisa menyentuh hati Devian?" cukup lama Karin bercerita sendiri, sampai getar handphone mengingatkan dirinya bahwa sopir sudah tiba.
Setelah berpamitan pada papa Teo meski tidak akan dijawab. Karin kembali menampilkan wajah cerianya. Ada banyak cara membuat Devian bisa terkesan padanya, dan Karin harus mencoba semua cara berharap salah satu dari kegiatan mereka bisa menyentuh perasaan Devian.
Kali ini Karin memutuskan untuk barbeque party di rumah berdua dengan Devian! Dia memesan semua bahan-bahannya lalu menyuruh pelayan mansion menyiapkan peralatan di halaman belakang.
Tak lupa pula Karin meletakkan beberapa lilin dan bunga mawar mengelilingi gazebo. Rencana-nya selain barbeque, mereka akan bermain game online dan yang kalah akan bernyanyi di atas gazebo.
Memastikan semua sudah beres, Karin pun bersiap-siap.
Tepat Karin selesai Devian tiba.
" Dev! Kita barbeque party, yuk!?"
" Gue capek!"
" Ayolah Dev! Spending time with your wife."
" Hmm! Gue mandi dulu." Karin bersorak senang, cepat-cepat Karin menyiapkan baju Devian. Karin sengaja memilih baju Devian berwarna white, warna yang sama dengan dress miliknya.
Selesai Devian membersihkan dirinya, Dia pun turun menuju halaman belakang dimana Karin sudah menunggunya.
Sesampainya di halaman belakang, perhatian Devian tertuju pada Karin yang duduk di gazebo sambil tersenyum ke arahnya.
Sempat terpana dengan senyuman Karin, tetapi Devian mencoba menyangkalnya.
" Selamat datang di barbeque party Karin!" sambut Karin.
Karin menarik tangan Devian menuntun ke tempat alat pemanggang.
Tanpa banyak bertanya, Devian langsung memakai sarung tangan tahan panas dan meletakkan daging di alat pemanggang yang sudah panas. Selain daging, Devian juga menambahkan bawang Bombay dan daun bawang sebagai pengharum.
Sedangkan Karin, bertugas menyusun sayuran.
Butuh waktu beberapa menit menunggu dagingnya matang. Karin berinisiatif menghidupkan musik.
Dirasa dagingnya cukup matang Devian mengambil penjepit lalu meletakkan daging matang di piring yang sudah tertata beberapa sayuran.
" Wow!" Devian terkekeh melihat Karin menelan ludahnya, menahan diri untuk tidak mencomot daging yang terlihat enak itu.
" Coba Lo cicip!" Karin terpaku ketika Devian menyodorkan daging kepadanya.
Devian menyuapinya?
Benarkah ini?
Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Karin melahap daging yang disuapi oleh Devian.
" Enak?"
" Hmm! Sangat enak!"
Seperti itulah acara barbeque party ala Karin. Saling menyuapi, menjahili, dan tertawa bersama. Mereka tampak menikmati suasana meski sedikit dipengaruhi oleh alkohol.
Malam semakin larut, tetapi acaranya masih belum selesai. Karin mengajak Devian bermain game online, Dengan tantangan yang kalah harus bernyanyi.
Suara teriakan dan ejekan lebih mendominasi permainan. Tepat jam 1 malam permainan mereka selesai. Devian bersorak senang melihat kekalahan Karin.
Dengan semangat dia menyuruh Karin bernyanyi. Berbanding terbalik dengan Karin, Dia berteriak melampiaskan kesedihannya.
Tidak taukah kalian, Karin sudah belajar mati-matian bermain game online ini. Bagaimana mungkin dia tetap kalah?
Sedikit sial Karin meminum alkohol.
" Jangan diketawain suara gue!"
Devian mulai merekam Karin yang sedang bernyanyi.
Karin membawakan lagu berjudul say something by A great big world & christina Aguilera.
...Song: Say Something...
Say Something, I'm giving up on you
( Katakanlah sesuatu, aku akan berhenti berharap padamu)
I'll be the one if u want me to
( Aku akan menjadi kekasihmu jika itu yang kau inginkan)
Anywhere, I would've followed you
( Kemanapun aku pasti akan mengikuti mu)
Say Something, I'm giving up on you
Entah pengaruh alkohol atau tidak, Karin bernyanyi sambil menatap Devian. Karin seperti mencurahkan isi hatinya.
Selama Karin bernyanyi Devian meresapi setiap kalimat dari lagu itu.
Sebenarnya Devian bingung dengan perasaannya. Dia merasa nyaman dengan Karin, tetapi dia tidak menyukai Karin.
Bagaimana jika Karin tau tadi sore Devian datang ke pengadilan mengambil surat cerai mereka?
Atau
Jika Karin tau dia sebenarnya tidak sibuk. Hanya alasan agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu bersama Karin.
Sampai nyanyian Karin selesai Devian masih termenung.
" Sekarang penutupan barbeque party!" Tepat setelah Karin berujar, kembang api menghiasi langit malam.
Karin berlari memeluk Devian, sambil mengatakan I Love you.
Tidak terduga Devian balas mencium Karin. Devian ingin memastikan perasaannya!
Para pelayan yang melihat keromantisan tuan muda mereka saling senyum dan memilih menjauh dari sepasang kekasih yang sedang menikmati momen indah.
...----------------...
Pagi harinya Karin terbangun lebih dulu dibanding Devian. Karin tersenyum mengingat kejadian tadi malam. Meskipun Devian hanya menciumnya setidaknya itu inisiatif dari Devian sendiri, tanpa campur tangannya.
Bisakah Karin yakin Devian akan membalas perasaannya?
Sisa 3 hari lagi. Karin memutuskan hari ini akan memasak untuk Devian lalu menemani Devian di perusahaan keluarga mereka.
Dengan semangat yang membara Karin beranjak dari kasur dan melangkah cepat menuju kamar mandi. Sampai dia tidak sengaja menjatuhkan berkas Devian yang terletak di tepi meja.
Refleks Karin melihat ke belakang takut mengganggu tidur Devian.
" Huh!" Karin menghembuskan nafas lega, dia kembali merapikan berkas yang berserakan. Sayang sekali mood ceria Karin harus rusak ketika dirinya mendapati surat cerai.
Sebegitu tidak inginkah Devian bersamanya?
Kenapa Devian mencium-nya, kalau pada akhirnya Karin akan diceraikan?
Setelah meletakkan seperti semula, Karin melanjutkan langkahnya tapi tidak rencananya.
Demi menjaga perasaan, Karin memutuskan pergi ke mansion Angel. Bermain dengan anak Angel mungkin bisa mengobati sedikit rasa kecewanya.
Biarlah 1 hari ini dia menjauh dari Devian. Mungkin saja Selama ini Devian merasa terganggu dengan perhatian berlebihan yang diberikannya.