It Can'T Be Love

It Can'T Be Love
SIAPA DANIEL?



Setelah seharian bersama dengan Gavin, akhirnya Zhie bisa merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya.


"Ah aku sangat lelah, " gumam Zhie sambil memejamkan matanya. Baru saja ia memejamkan matanya tiba tiba ponselnya berdering. Dengan sangat malas Zhie mengambil ponselnya di meja belajarnya.


"Hallo beby?! Aku sudah di kota XXX, besok aku ingin kau menghabiskan waktu denganku beby, " sahut pria itu girang di sana.


Mata Zhie yang tadinya setengah sadar kini sadar sepenuhnya, matanya terbelalak terkejut.


"Apa?! Beby kau tak becanda kan? Mengapa kau tak memberitahuku saat kau ingin ke sini? " tanya Zhie panik.


"Surprise beby, " jawab pria itu santai.


(*Bagaimana caraku memberitahu Daniel bahwa aku akan menikah minggu depan.)


"Beby are you okay?" tanya pria itu lagi karena tidak ada respon dari Zhie*.


"Mmm I'm okay beby," jawab Zhie lesu.


"Baiklah aku akan menjemputmu dikampus besok setelah makan siang, i miss u. " kata pria itu lalu sambungan terputus.


Kini Zhie sedang pusing dengan hadirnya masalah baru, ia tidak tahu bagaimana caranya agar Daniel mengerti. Ia tahu Daniel keras kepala dan pasti akan menggunakan cara apapun untuk mencapai keinginannya.


Zhie memutuskan untuk turun ke dapur dan berpikir akan lebih rileks kalau dirinya menikmati secangkir cokelat panas.


Setelah ia membuat cokelat panas dengan segera ia menaiki tangga dan melewati kamar Kakaknya, Ken. Pintunya sedikit terbuka, karena penasaran akhirnya Zhie memutuskan untuk masuk dan tak biasanya kakaknya belum tidur selarut ini kalau bukan karena pekerjaan.


"Kak?" panggil Zhie.


"Zhie? Mengapa kau belum tidur? Ini sudah malam dan kau besok kuliah. " kata Ken sambil memperhatikan Zhie yang akan duduk di sofa dekat ia duduk.


"Aku sedang sedikit pusing Kak, jadi aku memutuskan untuk membuat secangkir cokelat panas, apa kakak mau? Aku belum meminumnya, " kata Zhie menyodorkan cangkir itu.


"Tidak Zhie aku sudah ada kopi ini, " jawab Ken menunjuk cangkir kopi di dekat laptopnya.


Zhie hanya tersenyum menanggapi kakaknya. Sedetik kemudian ia ingat lagi bahwa besok ia akan segera menikah dan ia belum jujur mengatakannya kepada Daniel, pacarnya.


"Kak Daniel kesini. " kata Zhie lesu.


"Daniel? Apa kau masih berhubungan dengannya? "


"Tentu saja kak, aku belum jujur kapada Daniel bahwa aku akan menikah dengan Tuan Gavin. Aku tak tahu bagaimana caranya menjelaskan kepada Daniel, dia orangnya sangat ambisius, dia akan melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya. Aku takut kalau dia tidak terima kenyataan ini, dan melakukan hal bodoh. "


Ken mengerutkan keningnya, berusaha mencerna dan mencari jalan keluar.


"Entahlah kak, aku juga tak tahu. " jawab Zhie dengan nada pasrah.


"Sekarang kau tidurlah, kakak akan mencari jalan keluarnya. Tapi berjanjilah tetap senyum apapun keadaannya, " kata Ken mengangkat jari kelingkingnya.


"Terimakasih kak, " jawab Zhie sambil memeluk kakak nya, sementara Ken mengelus pucuk kepala Zhie dan menciumnya lembut. Ia tak tega jika adiknya harus mengalah untuk menghancurkan kesenangannya demi menyelamatkan perusahaan daddy nya.


(Maafkan kakak, Zhie. Kau harus rela mengorbankan kebahagianmu.)


****


Keesokannya paginya, tak seperti biasanya Zhie bangun tanpa dibangunkan oleh mommy. Ia juga bangun lebih awal dari biasanya.


Matanya memandang kosong saat melihat pesan ucapan selamat pagi dari Daniel. Ia sangat mencintai Daniel tapi ia tak tahu bagaimana caranya agar Daniel mau tetap bertahan dengannya meskipun nantinya ia akan menikah dengan Tuan Gavin.


(Tenanglah Zhie! Pernikahan itu hanyalah diatas kertas bukan atas cinta, jadi kau punya banyak kesempatan untuk bercerai dengannya dan melanjutkan mimpimu! Semangatlah Zhie!) kata Zhie di cermin saolah olah sedang menguatkan dirinya.


Dengan langkah berat Zhie menyeret kakinya memasuki kamar mandi dan memutuskan untuk sedikit berendam air hangat agar pikirannya rileks.


Jarum jam menunjukkan pukul 06.00


Zhie sudah selesai bersiap siap dan memakai sedikit polesan make up tipis diwajahnya.


Selesai bercermin, Zhie membuka ponselnya dan membalas pesan Daniel seperti biasa seolah olah tak terjadi apa apa.


Dirinya dibuat terbelalak saat matanya menangkap sebuah dari Om itu.


From :Ceo Gavin


To : Kenzhie


" Aku akan menjemputmu jam 9 pagi, jangan coba coba kabur karena kau akan pergi denganku menemui ibuku."


"Apa?! aku bahkan ada janji dengan Daniel bagaimana jika aku telat! Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan, Arhggg!! "


Setelah lama bergelut dengan pikirannya, akhirnya Zhie turun untuk sarapan. Ia tak melihat kakaknya disana, biasanya dia sudah duduk manis di kursi makan.


"Mommy mana Kakak? " tanya Zhie sambil celingukan mencari keberadaan kakaknya.


"Ohh dia sudah berangkat dengan ayah pagi pagi tadi, ayo sekarang kau harus segera sarapan sayang, nanti kau bisa telat " kata Olivia yang sedang sibuk mengolesi roti dengan selai.


(Aish kakak! Aku kan ingin membicarakan tentang jalan keluar itu kenapa malah kau sudah berangkat ke kantor sepagi ini!)