
Kenzhie Laurent Albert, perempuan berdarah Indo\-Perancis ini biasa disapa dengan Zhie. Sifatnya yang keras kepala membuat ibunya Olivia Albert dan ayahnya Edouard Albert sering kali kewalahan menghadapi sikap anaknya. Sedangkan kakaknya Kenzoy Albert cenderung berwibawa namun mudah tersulut api emosinya.
Hingga suatu hari, ayahnya melakukan sebuah kecerobohan sehingga menyebabkan kondisi perusahaannya berada diambang kebangkrutan. Ternyata karyawan yang baru saja ia terima memanipulasi uang perusahaan. Tidak ada cara lain selain menerima tawaran Ceo perusahaan Su Jien Group. Ia harus merelakan putrinya kesayangannya menikah dengan seorang Ceo yang mana usia putrinya baru menginjak 19 tahun.
Sebelum ia membicarakan masalah ini dengan putrinya, ia sudah bersiap karena putrinya pasti akan menolak dan membencinya. Tapi tidak ada jalan keluar lain, karena hanya Perusahaan Su Jien yang bisa menyelamatkan perusahaannya agar tidak gulung tikar.
Kakaknya, Ken, juga sangat tertekan saat mengetahui hal ini. Adiknya akan segera menjadi jaminan untuk menyelamatkan perusahaan ayahnya. Namun dengan berat hati ia mendukung ayahnya. Sebab Ken ingin adiknya lulus kuliah, jika sampai ayahnya bangkrut kemungkinan besar adiknya harus berhenti kuliah dan berhenti mengejar cita\-citanya. Ia hanya ingin masa depan adiknya ini cerah dan tercapai meskipun harus dengan cara seperti ini.
Perusahaan Albert telah mengadakan pertemuan dengan Perusahaan Su Jien besok siang setelah jam makan siang berakhir. Ken dan ayahnya hanya berharap agar Zhie mau menerima dengan lapang dada. Sementara ibunya, Olivia, terus terusan menangisi putrinya, betapa malang nasib putrinya. Namun ia sendiri tak bisa berbuat apa\-apa.
"Baiklah, aku akan merelakan putriku menikah dengan Ceo itu." kata ibu dengan mata sembab dan masih menangis.
"Daddy berjanjilah bahwa adiku akan bahagia, aku tak ingin melihatnya sedih dan menangis." timpal Ken.
Edouard menatap manik mata putranya dengan tulus, "kita akan berusaha."
***
Sementara di Perusahaan Su Jien.
"Kita lihat apa yang bisa kau tukar untuk membuatku menolong perusahaanmu yang hampir bangkrut itu." kata seorang lelaki dengan senyum masamnya, seolah sedang membayangkan pria itu bertekuk lutut untuk meminta uluran tangan darinya.
Jangan lupa di vote ya terimakasih❤❤