It Can'T Be Love

It Can'T Be Love
MENCARI TAHU



Daniel Pov.


Daniel yang dari tadi geram karena Zhie membatalkan janjinya dengan mendadak kini sedang mencari tahu alasan pasti Zhie.


(Zhie bagaimana mungkin kau bisa melakukan itu padaku?)


Daniel merasa ada yang aneh dengan Zhie. Tak biasanya ia seperti ini hingga akhirnya Daniel menyusun sebuah rencana.


"Gun segera kerahkan beberapa anak buah untuk mengikuti Zhie! " titah Daniel kepada asisten kepercayaannya, Michael Gun.


"Baik tuan" sahut pria diseberang sana.


Gun sebagai asisten kepercayaan Daniel sudah tahu pasti sifat Tuannya. Ia tak berani membantah apapun perintah Daniel meskipun ia memerintahkan dirinya untuk membunuh dirinya sendiri.


Daniel adalah orang yang mempunyai tekad kuat. Apapun yang ia mau harus bisa tercapai. Dan mungkin bagi orang orang akan mengganggap Daniel seperti psikopat.


Daniel tak segan segan untuk membunuh orang yang berani menghalangi keinginannya. Namun semua berubah ketika Zhie mulai masuk ke dalam hidupnya. Zhie mengubah segala sifat Daniel yang negatif.


Bahkan semenjak Zhie masuk kedalam hidupnya, Daniel tak pernah lagi membunuh orang atau melakukan hal hal diluar batas kemanusiaan.


Sebuah ketertarikan tersendiri bagi Daniel yang kagum kepada Zhie. Banyak sekali wanita wanita normal maupun j*alang takut padanya. Namun tidak bagi Zhie.


Ketika orang orang melihat Daniel sebagai iblis, justru Zhie memandang Daniel seperti manusia. Manusia yang sangat Zhie cintai.


****


Sementara di Ruang Kerja Ceo Gavin.


Gavin yang sedari tadi hanya duduk diam sambil menyangga kepalanya dengan tangannya. Sedang berpikir keras. Ia merasa sakit hati sewaktu Zhie menelfon kekasihnya apalagi saat tengah bermesraan dengan santainya di depannya.


Sedetik kemudian Gavin menggebrak mejanya keras.


"Arghhhh!!! " teriak Gavin geram.


"Marc!!! " panggil Gavin kepada sekretarisnya.


"Iya Tuan, ada apa? "


"Cepat cari tahu siapa kekasih Zhie! Dan bawa dia ke hadapanku! " titah Gavin.


"Baik tuan, " sahut Sekretaris Marc sembari melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Tangannya menarik knop pintu dan menutupnya tanpa menciptakan suara.


(Anda sungguh merepotkan nona. Mengapa anda tidak memutuskan kekasih anda saja agar saya tidak perlu pusing pusing untuk mencari tahu siapa kekasih anda.)


Marc masih disibukkan dengan mengumpulkan data data tentang Daniel dengan menghubungi beberapa teman Zhie.


Bahkan Marc tak segan segan menemui Ziva, sahabat Zhie. Ia benar benar mengumpulkan data itu sedetail mungkin agar Tuannya merasa puas.


Tok tok tok!


Ziva melangkahkan kakinya menuju pintu dan tangannya mulai menarik knop pintu.


Ziva merasa kebingungan sekaligus terpana saat melihat Marc yang memang tubuhnya ideal dan wajah yang tampan.


"Apa benar ini rumah Nona Ziva? " tanya Marc yang mengacaukan lamunan Ziva.


"Iya benar, lantas siapa anda tuan? Dan perkenalkan saya Ziva, " kata Ziva penuh semangat sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan.


Marc hanya memandang aneh tangan Ziva yang terjulur dan menaikkan alisnya sebelah. Ziva yang melihat Marc tak merespon uluran tangannya pun sedikit kikuk.


"Saya Marc, dan saya membutuhkan bantuan anda. Apakah anda bersedia membantu saya? " kata Marc to the point.


"Tentu saja, apa yang bisa saya bantu Tuan? "


"Sebelumnya bolehkah saya masuk? Tidak baik jika mengobrol dipintu. "


Ziva sedikit malu karena lupa tidak mempersilahkan Marc masuk. Dan sedetik kemudian akhirnya ia mempersilahkan Marc masuk yang diikuti 2 orang lainnya yang sedari tadi berdiri tegap dibelakang Marc tanpa melakukan gerakan apapun.


"Jadi apa yang bisa saya bantu? " tanya Ziva setelah duduk.


"Anda kenal kekasih Zhie? " tanya Marc serius.


Marc memicingkan alisnya. "Daniel? "


"Ah iya jadi nama kekasih Zhie adalah Daniel. Ia mempunyai sifat yang bisa terdengar sedikit gila dan ambisius. Jika ia menginginkan sesuatu pasti harus ia dapatkan dengan cara apapun. " jelas Ziva.


" Boleh saya tahu nama panjangnya? "


"Tentu, namanya Daniel Anderson. "


Marc terkejut saat Ziva menyebutkan nama Daniel. Ia tahu siapa dia, dan seperti apa dia.


Dengan segera Marc berdiri dan berpamitan dengan Ziva.


"Maaf telah merepotkan Nona dan terimakasih untuk bantuannya. Saya harus segera pergi. " kata Marc sambil melangkahkan kakinya keluar rumah Ziva.


Marc tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Sebab ia tahu Daniel Anderson jadi sangat gampang bagi Marc untuk mencari tahu.


Dalam sekejap Marc sudah sampai di Perusahaan Su Jien Group. Langkahnya sedikit dipercepat karena tak sabar memberikan kabar itu kepada Tuannya.


Tok tok tok!


"Tuan saya sudah mendapatkan informasi tentang kekasih Nona Zhie. " kata Marc di balik pintu ruangan Ceo Gavin.


"Masuk! "


"Cepat katakan! " sambung Gavin setelah Marc masuk.


"Kekasih Nona Zhie bernama Daniel, "


"Daniel? " jawab Gavin mengerutkan keningnya seolah olah sedang berpikir atau mungkin mengingat.


"Iya Tuan, Daniel Anderson, pemilik Bar Axel di kota XXX sekaligus Ceo Perusahaan besar yang memproduksi senjata ilegal, "


"Daniel..." gumam Gavin pelan. Dia ingat bahwa dirinya pernah berteman dekat dengan Daniel namun pertemanan mereka hancur karena Daniel merebut tunangan Gavin, yaitu model terkenal bernama Li Xiaoi.


Gavin memang tak pernah mempublikasikan tunangannya itu. Ia tak ingin banyak orang tahu sehingga menganggap Gavin tak pernah jatuh cinta.


Karena merasa Daniel telah mengkhianatinya akhirnya ia memutuskan pertemanannya dengan Daniel. Dan setelahnya Gavin tak pernah lagi mendengar kabar tentang Daniel Anderson.


"Arghhh!! mengapa bisa kebetulan seperti ini!! " kata Gavin marah sambil membanting vas yang ada di mejanya.


"Tuan tenanglah, kita akan mencari jalan keluarnya. " kata Marc mencoba menenangkan Tuannya itu.


"Kau tahu kan seperti apa Daniel? Dia bisa membunuh Zhie nantinya! " bentak Gavin.


"Saya mengerti Tuan, tapi kita juga tak boleh gegabah. Kita harus sabar, pasti Nona Zhie juga sedang memikirkan hal ini dan mencari jalan keluar. "


Dengan cepat Gavin meraih ponsel di mejanya dan menelfon Zhie.


(Kemana dia mengapa tak mengangkat telfonku!) desis Gavin kesal.


****


Sementara dirumah keluarga Albert.


Zhie sudah terlelap sejak 3 jam yang lalu. Dirumah juga sedang tidak ada orang. Mommy nya sedang pergi bertemu teman temannya. Sementara daddy dan kakaknya masih di kantor.


Tepat pukul 20.00 malam Zhie baru terbangun dan mengecek ponselnya. Banyak sekali panggilan dari Gavin.


(Astaga banyak sekali panggilan dari Om itu) batin Zhie.


Setelah dirasa nyawanya sudah terkumpul kembali dengan malas Zhie bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.


Zhie kembali melirik jam dindingnya dan waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 namun belum ada yang pulang kerumah.


Dan kebetulan dirumah ini tak ada pembantu. Mommy nya merasa hanya akan membuang buang uang jika memperkerjakan pembantu.


Zhie turun ke dapur dan melihat meja makannya kosong.


Astaga aku sangat lapar!


Akhirnya Zhie memutuskan untuk keluar mencari makan sebentar. Ia pergi ke kamarnya untuk mengambil jaketnya. Udara dingin malam ini lebih dingin dari biasanya. Membuat Zhie menginginkan makanan yang hangat agar dapat menghangatkan perutnya.