
Zhie memarkirkan mobilnya didepan sebuah cafe. Dengan langkah cepat Zhie masuk sebab perutnya sudah menjerit kelaparan sejak tadi.
Setelah memesan makanan, Zhie membuka ponselnya dan kembali teringat dengan panggilan dari Gavin. Karena penasaran Zhie mengirimkan pesan kepada Gavin.
(Ada apa Om mengapa kau menelfonku?) ketik Zhie lalu mengirimkannya setelah mempertimbangkan.
Tak butuh waktu lama ponselnya berdering.
(Kemana saja kau? Apa kau tuli sampai tak mendengar dering ponselmu?) balas Gavin memaki.
(Tentu saja aku tidur, memangnya ada apa?) balas Zhie.
Setelah pesan terkirim Zhie terkejut karena ternyata Gavin menelfonnya. Dengan ragu Zhie mengangkatnya.
"Dimana kau? " tanya Gavin tanpa menyapa.
"Aku sedang makan diluar, " sahut Zhie singkat.
"Iya dimana?! " tanya Gavin setengah berteriak sampai membuat Zhie sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Memang apa urusannya kau bertanya tanya? " tantang Zhie.
"Huh! Jangan kemana mana aku akan menyusulmu! " jawab Gavin setelah mengingat bahwa ia bisa melacak posisi orang.
"Bagaimana mana bisa menyusul, kau saja tidak tahu aku dimana sekarang, " jawab Zhie santai.
"Bukan urusanmu! "
Setelahnya telfon itu ditutup oleh Gavin bahkan sebelum Zhie menjawab apapun.
(Dasar Om om gila!) batin Zhie.
Tidak selang lama kemudian makanan yang dipesannya datang. Dengan lahap Zhie memakannya tanpa mempedulikan orang orang yang melihatnya. Bahkan ia tak sadar ada seseorang yang sedang memata matainya.
Nyam nyam ini sangat lezat!
Disaat Zhie menikmati makanannya tiba tiba ada seorang pria menghampiri dan duduk tepat di kursi depannya. Zhie seketika tersentak kaget saat melihat Gavin yang duduk didepannya.
"Om?! Bagaimana bisa kau tahu? Bahkan aku tak memberikan alamat kepadamu? " tanya Zhie terkejut.
"Ah sudahlah lupakan, diluar sangat dingin. Pasti akan sangat hangat jika kau memelukku, " jawab Gavin sambil merentangkan tangannya.
"Cihh dasar mesum, " balas Zhie melengos.
"Aku hanya minta dipeluk bukan dilayani diranjang, " jawab Gavin santai dengan senyum mesumnya.
Zhie terbelalak dengan jawaban Gavin yang terlalu blak blakan.
"Bisa bisanya kau menjawab dengan blak blakan sekali om?! "
Gavin tersenyum menang melihat tingkah Zhie. Ia sengaja meledeknya sebab disaat Zhie malu dan wajahnya berubah merah itu terlihat sangat menggemaskan.
Zhie masih terlihat malu dengan jawaban Gavin. Sementara Gavin merasa menang berhasil meledek Zhie dan terus memandangi wajah menggemaskan Zhie.
"Kau menggemaskan sekali sih! Membuatku ingin memakanmu saja! " kata Gavin dengan gemas.
"Kau pikir aku seperti squishy yang terlihat sangat menggemaskan sampai sampai kau ingin memakanku?! " celoteh Zhie.
Gavin terkekeh dengan respon Zhie. Lalu dengan cepat ia mengambil minuman didepannya lalu meneguknya sampai habis.
"Kyaaa!! " teriak Zhie.
"Ada apa? " tanya Gavin santai.
"I...itu...itu bekasku..." jawab Zhie ragu.
"Apa masalahnya? Apa kau takut aku terkena rabies? " jawaban Gavin berhasil membuat Zhie melotot tajam yang diikuti gelak tawa oleh Gavin.
Sementara diseberang masih ada seseorang yang memantau Zhie dengan teliti. Seorang pria dengan pakaian serba hitam. Mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Tuan saya ada berita untuk anda, " kata Gun lirih.
"....... "
"Nona Zhie sedang makan di cafe dan lalu datang seorang pria yang anda kenali. "
"...... "
"Adinata Gavin Caesar, tuan. " jawab Gun dan setelahnya telfon itu diputuskan secara sepihak oleh Daniel.
Zhie yang sudah terlihat normal masih terus mencoba menelan makanannya meskipun ia sudah tak nafsu. Dilihatnya wajah Gavin yang sibuk dengan ponselnya.
"Sampai kapan kau akan terus mengagumi ketampananku dan hanya mengaduk aduk makananmu? " kata Gavin tiba tiba.
"Ah itu...itu..tidak..aku akan segera memakannya setelah dingin karena masih panas sekarang, " jawab Zhie gugup.
Gavin terkekeh melihat salah tingkah Zhie. Wajahnya berubah seperti tomat merah dan semakin terlihat menggemaskan.
Zhie mencoba untuk tetap makan dan tidak menghiraukan keberadaan Gavin. Matanya menatap makanan dipiringnya dengan tak nafsu. Rasa laparnya kini berubah menjadi rasa risih tak keruan dan ingin cepat cepat pergi dari cafe itu.
Sementara Gavin mengambil ponselnya lalu menghubungi Sekretarisnya.
"Marc segera kau cari dimana keberadaan pria itu, besok pagi aku ingin kau sudah mendapatkan hasil yang memuaskan. " kata Gavin.
Tatapan Zhie kini beralih menatap lurus Gavin.
"Siapa yang sedang kau cari om? " tanya Zhie serius.
"Tidak, kau tak perlu tahu. Kau masih terlalu kecil untuk tahu urusan orang dewasa, " jawab Gavin tersenyum miring.
"Yaaa!! Dan kau adalah om om pedofil! " sahut Zhie berteriak lirih karena sadar itu berada di tempat umum.
"Kau memakiku? " tanya Gavin memicingkan alisnya. "Kau tahu siapa aku? Kau cari mati?! " sambung Gavin.
"Huhh! " Zhie melengos enggan menatap pria didepannya itu. "Dan perlu kau tahu, aku tak peduli. " jawab Zhie tak mau kalah.
Ditengah perdebatan mereka berdua tiba tiba datang sosok pria. Daniel.
Datang dengan amarah dan wajah merah padam. Lalu dengan kasar menarik tangan Zhie menjauh dari Gavin.
Srettt!!!
Tangan Zhie ditarik paksa dengan kasar sehingga membuatnya meringis kesakitan.
"Baby?! Shh...Ahh sakitt! " pekik Zhie namun tak dihiraukan oleh Daniel.
"Lepaskan dia! " bentak Gavin.
"Perlu kau tahu! Dia kekasihku dan jangan pernah coba coba untuk mendekatinya! "
Gavin hanya tersenyum miring merespon ucapan Daniel. Seolah olah ia tak takut sama sekali.
"Kau pikir aku takut hah?! " jawab Gavin menantang.
Sedetik kemudian tangan Gavin melayang meninju pipi Daniel dengan keras. Zhie melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri. Ia tak mungkin tega melihat kekasihnya dilukai.
"Berhenti!! Menjauhlah!! " teriak Zhie kepada Gavin namun teriakannya sama sekali tidak dihiraukan.
Kemarahan Daniel kini telah memuncak. Tangannya mengepal siap membalas pukulan Gavin. Akhirnya perkelahian tak dapat dihindarkan.
Keduanya semakin lama semakin menjadi jadi. Semua orang menatap kejadian itu dengan ngeri. Bahkan dari mereka ada yang merekam kejadian itu.
Kepala pemilik cafe itu juga sudah datang. Dan diikuti oleh beberapa security. Namun tidak ada yang bisa melerai mereka berdua.
Zhie mencoba menengahi pertengkaran itu agar berhenti. Namun dugaannya salah. Ia justru terkena pukulan yang meleset.
Daniel yang tak sengaja memukul Zhie kini terkejut dan menghentikan adu baku hantamnya. Melihat sosok wanita yang ia cintai jatuh tersungkur karena terkena pukulannya yang meleset.
Zhie pun tak kalah terkejutnya. Ia jatuh tepat didepan orang orang yang sedang menonton. Pandanganya seketika menjadi kabur dan badannya terasa gemetar.
Badannya terasa lemas dan terkulai bagai tiak bertulang. Hingga akhirnya Daniel bergegas membantunya berdiri. Telihat darah segar mengalir dari ujung pinggir bibirnya.
Terasa sangat nyeri saat dirinya mencoba membuka mulut. Yang pada akhirnya ia memilih diam dan bungkam seribu bahasa. Tatapannya sayu melihat orang orang disekitar melihatnya dengan belas kasihan.
Zhie tak sanggup menahan air matanya yang secara serentak mengalir tanpa aba aba. Dirinya merasa malu dan kecewa. Ia memutuskan untuk pergi dan dengan cepat ia menyambar tas nya lalu pergi melangkahkan kakinya dengan cepat.
Dengan perasaan tak karuan Zhie mengendarai mobilnya. Masih terasa sangat nyeri bagian yang terkena pukulan meleset Daniel. Sesekali Zhie melihat bayangan dirinya di spion dengan tatapan kasihan.
Mobil melaju dengan begitu cepat dan mulai memasuki halaman rumah. Ia sampai dirumahnya tepat pukul 10.06 dan melihat rumahnya masih kosong. Semua orang belum ada yang kembali dan dirinya bernapas lega.
Sesampainya dikamar Zhie merebahkan tubuhnya di kasur. Matanya mulai terasa panas dan siap melepaskan cairan bening. Pipinya dibanjiri air mata lagi.
Zhie bangun dengan lemas lalu berjalan menuju cermin. Melihat bayangan wajahnya sendiri yang sudah terlihat bengkak. Matanya memerah dan terlihat ujung bibirnya yang merah bekas aliran darah yang sudah mengering.
Bagian wajah kanannya mulai terlihat membiru dan bengkak akibat bekas pukulan. Sangat terlihat jelas membuat Zhie tersenyum miring melihat wajahnya yang begitu kasihan.
Haii Guys Terimakasih sudah mampir ππ
Jangan Lupa Like dan Vote yaaaπππ