
Hari ini Zhie berangkat dengan malas, pikirannya di kelabuti perasaan bimbang. Ia tak tahu bagaimana caranya agar Daniel mengerti keadaan keluarganya sekarang dan berharap Daniel akan mengerti.
Kakinya yang masih terasa nyeri menambah kekesalan Zhie pagi itu. Rasanya ingin sekali memakan orang orang. Terlebih lagi saat berjalan ia tak sengaja ditabrak oleh seseorang berbadan tegap dan tinggi.
Bughhh!!
"Aduhh! " desi Zhie kesal.
"Saya minta maaf nona, apa anda baik baik saja? " tanya pria itu.
"Ya aku baik baik saja, lain kali mohon hati hati tuan. "
" Bukankah anda yang melamun nona? "
"Apa?! Jadi kau menyalahkanku? Bisa bisanya setelah kau menabrak kini kau menyalahkan orang lain! Cih benar benar tidak sopan! "
Zhie melangkah meninggalkan pria itu, sementara pria itu menatap punggung Zhie yang mulai berangsur menghilang tertutup oleh mahasiswa yang mulai ramai berkerumun.
"Mengapa wajahmu ditekuk seperti itu? Apa kau ada masalah? " tanya Ziva di kelas.
"Heii tentu saja! Apa kau tahu setelah persetujuan pernikahan dengan om itu diriku selalu dirundung banyak masalah dan itu membuatku sangat pusing! "
"Hmm sepertinya kau butuh penenang, ah nanti jam kuliah kita akan diisi dengan dosen baru! Aishh dia sangat tampan, aku yakin dengan melihatnya akan membantumu menenangkan pikiran dan hatimu, "
Zhie hanya berdecak kesal melihat kelakuan sahabatnya. Selalu saja terkagum kagum dengan kehadiran pria yang baru ia jumpai.
"Zivaa berhentilah berkelakuan seperti bocah ingusan ! Kau pikir dia secangkir cokelat panas yang akan membuat tenang bagi siapapun yang melihatnya! " jawab Zhie kesal.
Ziva hanya terkekeh merespon sahabatnya itu. Ia tahu betul jika Zhie sedang dirundung banyak masalah pasti akan menekuk wajahnya dan berubah menjadi masam.
****
Sudah 20 menit sejak jam masuk, tapi dosen yang akan mengajar hari ini tidak kunjung datang.
"Mana? Kau bilang dosen baru yang tampan itu akan mengajar kelas kita hari ini? " tanya Zhie memicingkan matanya.
" A..anu..." jawab Ziva dengan gugup. "Ah itu dia Zhie!! " lanjutnya.
Zhie menolehkan mengikuti arah tatapan Ziva. Matanya dibuat terbelalak.
(Astaga pria itu!! ) kata Zhie dalam hati.
Wajah Zhie kini berubah panik ternyata pria yang tadi pagi ia maki adalah dosennya. Dengan cepat ia mengambil asal buku di dalam tasnya lalu digunakan untuk menutupi wajahnya.
"Selamat pagi semua! " sambut pria itu dengan suara baritonnya.
"Pagiii pakk!! " jawab semua dengan serentak dan semangat, kecuali Zhie. Dia hanya mematung seperti patung bernyawa bahkan ia sempat menahan napasnya.
"Maaf hari ini saya sedikit telat, karena tadi ada sedikit masalah. Perkenalkan nama saya Frans De Joe, kalian bisa memanggil saya Frans. Sekarang buka buku kalian bab 4 halaman 203." perintah pria itu lalu matanya tertuju kepada Zhie yang masih menutupi wajahnya dengan buku yang terbalik.
"Nona buku anda terbalik, " tangannya yang besar segera meraih buku yang dipegang Zhie untuk menutupi wajahnya. Tatapannya tetap terlihat netral meskipun sudah melihat wajah Zhie.
"Ah i...iya pak.." jawab Zhie gugup sambil membuka halaman yang dosen itu perintahkan.
****
Setelah mata pelajaran kuliah itu selesai Zhie segera mengambur menuju kantin dengan wajah yang masih ditekuk namun sedikit malu malu.
Sahabatnya, Ziva, yang menyadari perubahan Zhie kini menatap heran.
(Kenapa Zhie tadi sangat malu saat Pak Frans tadi masuk? Apa Zhie mengenalnya?) gumam Ziva.
Zhie yang langsung menatap menu makanan di kantin kini telah memesan Es jeruk untuk menyejukkan pikiran dan hatinya tanpa mengajak bicara pada Ziva. Perasaan malunya kini masih bersarang di muka mungil Zhie.
(Aduhhh!! Aku sangat malu sekali!! Bagaimana bisa pria itu dosenku padahal aku sudah memakinya tadi pagi!! ) kata Zhie dalam hati.
"Zhie kau baik baik saja? " tanya Ziva heran.
"Apa? Tentu aku baik baik saja, "
"Kau mengenal Pak Frans? " tanya Ziva dengan serius.
Kini mata Zhie terbelalak karena pertanyaan yang di lontarkan oleh Ziva. Astaga aku harus bilang apa?!
"Jangan bohong Zhie, jika kau tak mengenalnya mengapa kau sangat malu saat melihat Pak Frans? "
"Ahh!! Aku benci situasi saat ini!! " pekik Zhie.
Ziva hanya menatap sahabatnya dengan bingung. Sebenarnya apa yang terjadi ?
"Baiklah aku akan jujur, aku tadi pagi menabraknya dan memakinya, " kata Zhie lantas menutup mukanya dengan kedua tangannya.
"Buahahaha...apa kau waras Zhie? Berapa nyawamu berani beraninya kau memaki dosen, " kata Ziva dengan terbahak.
"Aku sungguh sangat malu Zivaa!! Jangan ungkit hal itu astaga aku bahkan masih mengingat wajahnya saat aku memakinya, "
Ziva hanya tertawa terpingkal pingkal dengan sifat konyol sahabatnya itu. Hingga tiba tiba semua orang dikejutkan dengan kedatangan sosok pria tinggi dan tegap.
"Astaga Zhie! " pekik Ziva terkejut. "Apa kau lihat? Dia Ceo perusahaan Su Jien astaga tampan sekali baru kali ini aku bisa melihatnya dengan mata kepalaku sendiri secara langsung biasanya aku hanya bisa melihatnya di televisi, " lanjutnya.
Mata Zhie dibuat terbelalak untuk kesekian kalinya. Ia tak percaya bahwa pria itu nekat menjemputnya sampai masuk ke kampusnya.
Astaga dia berjalan kesini! kata Zhie dalam hati.
"Apa kau lupa janjimu? kita harus pergi sekarang. " katanya singkat sambil membuka kacamatanya. Semua orang di kantin menatap pria itu dengan kagum.
Pria itu tampan sekali! gumam orang orang.
"A...apa? janji apa? " kata Zhie pura pura lupa.
"Cepatlah kita tak punya waktu banyak segera masuk ke mobilku, aku ada urusan dengan seseorang disini, " kata pria itu.
"A..aku masih ada jam kuliah, aku tak bisa pergi. " tangkis Zhie.
"Oh perlu kau tau, aku punya saham 40% dikampus ini. Jika kau mau aku bisa membuatmu ditendang keluar dari kampus ini. " kata Gavin dengan senyum menyeringai. Itu terlihat sangat menakutkan.
"Heii om!! Beraninya kau mengancamku! " pekik Zhie tanpa sadar. Astaga aku keceplosan dasar bodoh!
"Dalam waktu 5 detik kau tak pergi dan masuk ke mobilku habis kau! " ancam Gavin.
Orang orang hanya menatap pertunjukan itu dengan bingung, ada pula yang sampai menahan napas.
"Ziva aku ada urusan sebentar, dan kemungkinan aku tak bisa masuk jam kuliah lagi hari ini. Maafkan aku, aku sangat buru buru, " kata Zhie panik lalu dengan cepat ia berlari menuju parkiran.
Gavin menatap punggung Zhie yang semakin menghilang tertutup oleh kerumunan orang yang sedang berlalu lalang.
Dasar gadis bodoh. gumam Gavin dengan tersenyum menang.
Zhie yang sudah sampai di parkiran kini berhenti sejenak mengatur napasnya yang tersengal.
Huftt!! Dasar om om gila! Beraninya dia mengancamku! umpat Zhie kesal.
Matanya berputar mencari keberadaan mobil om itu. Ia menangkap sosok pria yang berdiri dekat mobil yang tak lain adalah Marc, Sekretaris Gavin. Dengan cepat Zhie melangkahkan kakinya menuju mobil itu.
"Silahkan masuk nona, " sapa Marc sopan.
Zhie tersenyum menanggapi Marc, "Terimakasih tuan, " balas Zhie.
"Anda bisa memanggil saya Marc, nona. " kata Marc lagi.
"Ah tidak, itu tak sopan kau kan lebih tua dariku. "
"Kalau begitu anda bisa memanggil saya Sekretaris Marc, " kata Marc.
"Ah baiklah Sekretaris Marc. "
Sudah 15 menit namun Gavin belum kembali. Zhie merasa bosan di dalam mobil akhirnya ia memutuskan untuk bermain game online di ponselnya.
Akhirnya Gavin kembali ke dalam mobil dengan jas yang sudah dilepasnya berharap Zhie semakin kagum dengan ketampanannya, namun perempuan itu tak memandangnya sama sekali. Matanya terus fokus dengan game di ponselnya.
(Apa apaan dia! Bahkan dia tak memandangku sama sekali! Apa perempuan itu tidak menyadari ketampananku? Apa game nya lebih menarik daripada diriku? ) runtuk Gavin kesal.
Haiii guys terimakasih sudah mampir πππ
Jangan Lupa Like dan di Vote yaππ