
Di kampus.
Zhie baru saja keluar kelas bersama Ziva teman sekelas Zhie.Mereka menuju kantin karena sudah memasuki jam makan siang.
"Emm, Zhie kamu hari ini ada waktu nggak? temenin aku ke mall yuk aku pengin belanja." kata Ziva dengan wajah memelas agar Zhie mau menemaninya berbelanja.
"Sore? atau sekarang?" tanya Zhie untuk memastikan waktu karena ia sudah ada janji dengan ayahnya untuk datang ke Perusahaan Su Jien.
"Yaa kalau bisa sih sekarang, eh tapi kalo kamu engga bisa sekarang juga gapapa biar nanti sore aja gimana?" tanya Ziva seraya membalikkan badan menghadap Zhie.
"Ya sudah nanti sore, jam 4 atau 5 mungkin, Va."
Mereka terus berjalan menuju kantin untuk makan siang.Zhie terlalu asik bergurau dengan Ziva hingga ia tak sadar bahwa jam makan siang sudah berakhir.Zhie menghentikan gurauannya sejenak saat ponsel miliknya berdering dan bertuliskan "daddy".Dengan segera ia mengangkat panggilan itu dan mendapat rutukan ayahnya karena dia lalai kalau ada janji dengan Perusahaan Su Jien.Zhie lantas menepuk dahinya dan mematikan ponsel dengan terburu buru.
" Aduh sorry banget ya Va aku harus ketemu dady ada janji soalnya, aku duluan ya." Zhie mempercepat langkahnya bahkan setengah berlari dan menuju parkiran mengambil mobilnya.(aduh mati aku kenapa bisa lupa si kalau ada janji bisa bisa dady marah nanti) gumamnya selama di perjalanan.
***
Kantor Perusahaan Su Jien.
Zhie dengan cepat lari menuju resepsionis dan setelahnya ia langsung berlari menuju ruangan Ceo Perusahaan Su Jien. Dengan langkah gemetar ia membuka pintu.
jegrekkk!
Pintu terbuka dan diliriknya dadynya yang sedang berdiskusi entah masalah apa dengan seorang pria yang entah siapa dia.
"Daddy maaf Zhie terlambat" kata Zhie dengan wajah tertunduk.
"Ayo Zhie jabat tangannya, dia Ceo perusahaan Su Jien akan sangat beruntung apabila kau sampai berjabat tangan dengannya." kata ayahnya tersenyum ke arah Ceo itu.
(Ohh dia Ceo dan tadi apa dady bilang? akan sangat beruntung bila aku berjabat tangan dengannya? cihh sepenting inikah dia?) kata Zhie dalam hati dan lantas menjabat tangan Ceo itu. "Saya Zhie." kata Zhie yakin.
"Gavin, akan lebih sopan jika kau memanggilku Tuan Gavin." jawab Gavin dengan tersenyum miring.
(wah wah wah se pd inikah dia?) gumam Zhie.
"Ekhmm ya sudah mari kita lanjut diskusi ini." kata Edouard mencairkan suasana.
Zhie merasa risih karena pria dihadapannya ini memandanginya terus menerus.Sementara Gavin menyukai sikap salting Zhie. Dan sekilas Zhie melirik daddy nya sedang sibuk berbicara dengan seorang pria yang duduk di dekat Gavin yang tak lain lagi adalah Sekretaris Marc.
(Hm wajahnya memang cantik, tapi sangat disayangkan tubuhnya sangat kecil dan terlihat sedikit rata, aish apa yang kau pikirkan Gavin!sadarlah!mengapa kau jadi pria mesum seperti ini! ) gumam Givan dalam hati merutuki dirinya sendiri dan matanya masih terus melihat bocah yang ada di depannya.
(Ada apa dengan om ini mengapa dia melihatku terus sih, mengapa tatapannya sangat mesum) bulu kuduk Zhie mulai merinding saat tatapan Gavin semakin dalam dan menyeringai. (Kumohon hentikan heii!! itu sangat mengerikan).
"Lalu keputusan ada ditangan siapa tuan? anda atau putri anda?" Zhie langsung menatap pria disamping Ceo itu yang sedang berbicara kepada ayahnya.
"Tunggu sebentar tuan, saya belum membicarakan hal ini dengan putri saya biarkan saya menjelaskannya terlebih dahulu." kata dady yang dilanjut membuang napas dengan kasar.
Edouard memandangi putrinya dengan seksama, tatapan putrinya masih polos dan tulus yang pasti tatapan itu akan berubah kemarahan dan kebencian saat dirinya mengatakan yang sebenarnya.
Haii guys terimakasih sudah mampir dan jangan lupa di vote ya❤❤❤