In Love With My BFF {BL}

In Love With My BFF {BL}
Chap 9 - Ancaman



Author's POV


KRIIIIIINGGGGG, bel berbunyi. Tandanya semua murid di sekolah itu sudah boleh pulang. Kecuali, murid yang harus eschool.


"Ken, pulang bareng yuk." Ajak Kevin.


"Hmmm ayo" jawab Kenzi.


Mereka menaiki motor Kenzi untuk pulang ke rumah Kevin.


"Rasanya aku melupakan sesuatu. Tapi apa ya? Ah, sudahlah mungkin tidak penting." Batin Kevin.


"Kevin?" Panggil Kenzi.


"Hmm?" Jawab Kevin.


"Kenapa Ken?" Lanjutnya, bertanya.


"Emmh…" Kenzi tampak ragu untuk mengatakannya.


"Ken.. kenapa Ken?" Tanya Kevin.


"Aku gak suka kamu deket-deket sama Kuro..." Ucap Kenzi. Jujur Kenzi memang tidak suka melihat Kevin dekat dengan orang lain. Apalagi sampai menunjukkan senyum manisnya.


"Ah? Ken.. kenapa?" Tanya Kevin lagi, ia heran kenapa ia tak boleh dekat dengan Kuro?


"Sial, aku harus jawab apa?" Batin Kenzi. Tanpa di sadari wajah Kenzi terlihat sudah memerah.


"Yahh, aku gak suka aja..." jawab Kenzi.


Kevin hanya diam tak menjawab.


...🌻🌻🌻...


Sesampainya di rumah, Kevin baru ingat kalau dia meninggalkan Amanda.


"Ah, sial! Aku lupa! Amanda masih di sekolah!" Ucap Kevin, panik.


"Ahh, biarin aja. Udah gede kok." Kata Kenzi sembari tertawa kecil.


"Emmh, aku mandi dulu, ya?" Kata Kevin.


Ia pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya.


"Ahhh, dia semakin hari semakin imut saja." Batin Kenzi.


Di sisi lain


"Ya ampun, gua punya sahabat gini amat dah! Pake acara di tinggal segala sih?! Lucknut kali gua punya temen!!" Oceh Amanda sambil berjalan di lobby sekolah yang mulai sepi.


Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak Amanda.


"Hai" katanya.


"Ah hei, maaf." Ucap orang tersebut.


"Ahh kau-" Amanda belum menyelesaikan perkataan nya orang tersebut membekam mulut Amanda.


"Apa tau Kevin dan Kenzi? Kau teman mereka, ya kan?" Tanya orang itu.


Amanda kesal karna tiba-tiba ia di bekam. Dia menatap tajam mata orang itu tanpa rasa takut sedikit pun.


"Hei, JAWAB!" Kata orang itu, setengah berteriak.


"Emmphhh, mmphh!" Amanda memukul-mukul tangan orang itu, lalu menendangnya pelan.


Orang itu melepaskan tangannya.


"Dasar gila! Apa urusanmu jika aku teman Kevin dan Kenzi?!" Tanya Amanda, kesal.


"Aku hanya ingin tau saja. Jawab! Apa hubungan mu dengan Kenzi?"


"Cih, kita hanya sahabat. Puas?!" Kata Amanda sambil mengerutkan alisnya.


"Ohh begitu ya. Kalau begitu apa hubungan Kevin dengan Kenzi?" Tanya orang itu lagi.


"Cih, tanya saja sendiri!" Kata Amanda.


Amanda hendak pergi, namun di tahan oleh orang itu.


"Jawab!" Perintahnya.


"Aku tidak mau! Jangan memaksa ku!" Kata Amanda.


"Jawab, sebelum aku melukaimu!" Orang itu seperti mengancam Amanda.


"Heh, kau pikir aku takut?! Sebenarnya kau siapa? Kenapa kau ingin tau?" Tanya Amanda.


"Itu bukan urusanmu. Cepat jawab sebelum aku melukaimu!!!" Kata orang tersebut.


Lalu, dia mengeluarkan pisau kecil untuk mengancam Amanda.


"Jawab at-"


BRUGGGG!


Amanda menendang orang tersebut hingga terjatuh.


"Cih, lemah! Lu pikir lu bisa ngancem gue hah?! Gue tau lu siapa! Kenzi udah cerita soal elu! Dan gue gak takut!" Kata Amanda.


"Hehh, jadi Kenzi menceritakannya padamu ya?" Tanya orang tersebut.


"Diamlah Kuro. Tolong jangan sakiti Kevin. Lu udah tau kan kalau cewek PMS tuh ngamuknya kek apa?" Kata Amanda sambil pergi menjauh dari Kuro.


"Sial, jangan sampai dia menyakiti Kevin." Batin Amanda.