
Aku menidurkan tubuhnya di atas kasur. Kevin menatapku dengan tatapan bingung.
"Ke– Kenzi mau ngapain?" Tanyanya.
Aku membuka celananya dan membelai paha mulusnya. Kevin mengerang, membuatku semakin bersemangat.
Setelah itu aku memasukkan kedua jariku kedalam holenya. Suara desahan keluar dari mulutnya, meski terdengar pelan.
Aku dapat melihatnya menggenggam sprei kasur. Aku semakin cepat mengeluarkan- masukkan jariku, membuatnya mengerang lebih keras.
"Ngh... ahhh... aaahh... ehhmm..." suara desahannya membuatku semakin dan semakin bersemangat.
Aku sudah selesai dengan pemanasan dan sekarang, waktunya untuk permainan yang sebenarnya.
...***...
^^^Author's POV^^^
Amanda menempelkan telinganya pada kamar yang di tempati oleh Kuro dan Alvin. Handphonenya tengah merekam suara desahan keras Kuro. Hidung Amanda mengeluarkan darah.
"Mainnya hebat banget ya sampai keras begitu." Gumam Amanda sembari memukul-mukul lantai.
"AAAAAHHHHH!"
Suara desahan keras kembali terdengar. Amanda mengigit-gigit jari tangannya, berusaha untuk menahan teriak.
Beberapa saat kemudian, hening. Tak ada suara lagi dari dalam kamar.
"Oh, sudah selesai ya?" Gumam Amanda. Kemudian, Amanda berdiri lalu berjalan kearah kamar yang ditempati oleh Kevin dan Kenzi.
Amanda mempause rekaman suara agar nanti ia dapat merekam suara dari dalam kamar yang lainnya.
Amanda menempelkan telinganya ke pintu. Hening, tak terdengar suara apapun.
"Mainnya pelan kali yah?" Gumamnya.
"Sabar... mungkin masih pemanasan." Lanjutnya.
Benar saja, tak lama kemudian suara desahan keras terdengar. Amanda mengigit-gigit jarinya, semangat.
.
.
.
"Ngh– ahhhh... mhhh... pelan-pelan... aaahhh..." desahan berhasil lolos dari mulutnya.
Kenzi mencium singkat bibir Kevin, tak lupa ia juga mencium puncuk kepalanya.
"I miss you..." ujar Kenzi. Ia mempercepat temponya, membuat Kevin mengerang lebih keras.
"Ngh– Ke... ngh... ahhh... euhmm... Kenzi... euhhhmm... AAAHHH..." Kevin mengerang semakin kencang karena Kenzi memasukkan juniornya lebih dalam.
Kenzi mencium pundak Kevin, sedangkan Kevin mengalungkan tangannya ke leher Kenzi.
"I love you..." ujar Kenzi tepat di telinga Kevin.
"Ahhhh… aaahhh… Kenzi..." Kevin mengeluarkan air mata dan Kenzi mengelap air mata yang keluar dari mata Kevin.
"Do you love me?" Tanya Kenzi. Kevin mengangguk pelan dan mencium bibir Kenzi.
"Love you too..." balas Kelvin.
Kenzi semakin cepat menggerakkan tubuhnya. Ia mengerang pelan, cairan kental itu keluar dan masuk ke dalam hole Kevin. Kemudian, Kenzi ambruk di samping Kevin.
.
.
.
Dari luar kamar, seorang gadis busuk tengah sibuk menggigit-gigit jarinya. Amanda tak kuasa menahan rasa baper di hatinya.
"Gahh... meleyot hatiku..." gumamnya.
Triinggg...
Handphone Amanda berbunyi, seseorang menelponnya. Di layar handphone, tercantum nomor tidak dikenal.
Amanda mengangkatnya dan mendengar suara yang tak asing.
"Halo? Amanda? Ini Amanda kan? Man... ini aku!" Ujar orang dari seberang sana.
"Hahh? Siapa? Ntar aja ya nelponnya aku lagi sibuk." Balas Amanda, ia hendak mematikan telponnya. (Sibuk dengerin Uke desah :v)
"Man tunggu Man! Ini aku Cahaya! Kok kamu gak inget sih?" Ujarnya.
Amanda yang hendak mematikan telpon tersebut langsung membulatkan matanya.
"Cahaya?" Tanya Amanda bersemangat.
"Iya, cahaya... sahabat kamu dulu Man. Masa kamu gak inget sih?" Jawabnya.
...***...
T.B.C
A/N: Maap telat updatenya, dirumah author semalem mati lampu jadinya gak bisa update 🙂💔