
...Author's POV...
Kenzi memakai hoodie nya dan pergi keluar meninggalkan Kevin yang sudah terlelap. Hujan di luar sangatlah deras. Kenzi memakai payungnya dan pergi ke supermarket terdekat.
"Hoaamm...." Kevin menguap kemudian mencari-cari sosok Kenzi di sampingnya.
Kevin membuka matanya perlahan dan melihat Kenzi tidak ada di sampingnya. Kevin merubah posisinya dari tiduran menjadi duduk.
"Emm..." Kevin meringis karna bagian belakangnya sangat sakit.
"Kenzi?" Panggil Kevin setengah berteriak.
Tak ada jawaban dari Kenzi, menandakan Kenzi tidak ada di rumah. Dengan susah payah Kevin bangun dari tempatnya duduk.
"Awww... sakit..." Ringis nya.
Kevin berjalan turun ke lantai 1.
BRUG!
Kevin terjatuh di anak tangga terakhir.
"Hiks... Kenzi..." Kevin mulai menangis.
Ceklek, Kenzi membuka pintu ia berjalan ke arah tangga dan mendapati Kevin yang sedang menangis. Ia berjalan ke arah Kevin.
"Hahh? Kev... kamu kenapa?" Tanya Kenzi.
"Jatuh..." jawabnya.
Kenzi menggendong Kevin ala Bridal Style, dan membawanya ke kamar.
...***...
"Hmph!" Kevin mengembungkan pipinya dan memasang wajah cemberutnya.
"Kenapa hm?" Tanya Kenzi.
"Cih, kamu pikir aja sendiri!" Ucap Kevin.
"Haahh... aku tadi keluar buat beli es krim..." kata Kenzi sambil menyodorkan es krim ke depan wajah Kevin.
Wajah Kevin berubah total, dari cemberut menjadi menjadi tersenyum senang. Kevin mengambil es krim tersebut, membuka bungkusnya dan menjilatnya.
Gulp, Kenzi menelan salivanya berat. Sedangkan, Kevin masih terus menjilat-jilat es krim tersebut. Kevin yang merasa di perhatikan pun melirik Kenzi.
"Mau?" Tanya Kevin sambil menyodorkan es krimnya ke depan wajah Kenzi.
Kenzi memegang tangan Kevin dan menjilat es krim nya. Es krim tersebut meleleh ke tangan Kevin. Kenzi menjilati tangan Kevin.
"Ehhh... Ken.... Kenzi!"
Kenzi tidak mempedulikan Kevin. Ia terus menjilatin tangan Kevin seolah itu adalah permen.
"Keeenn... es krimnya!" Ucap Kevin sambil mencubit tangan Kenzi.
"Aahh... iya-iya!" Kata Kenzi.
"Hmph!" Kevin mengembungkan pipinya.
"Khilaf mulu sih anj." Batin Kenzi.
Kevin menghabiskan es krim nya. Sedangkan Kenzi diam menahan dirinya. Dari lubuk hati Kenzi yang paling dalam, ia ingin sekali memakan Kevin sekarang. Tapi sayangnya, hole milik Kevin masih sakit sehingga ia urungkan niatnya.
"Maaciihh~" Kevin memeluk Kenzi yang di balas pelukkan olehnya.
"Hmm... iya." Jawab Kenzi.
"Kev..." Panggil Kenzi.
"Hmm?" Jawab Kevin.
"Masih sakit gak?" Tanya Kenzi.
"Masih, kenapa?" Tanya Kevin.
"Aku... emmm...." Kenzi menunjukkan adik kecil Kenzi yang sudah bergerak-gerak sendiri.
"Eh?"
"Please ya? Ya? Yaa?" Kenzi memohon pada Kevin.
"Ta.. tapi..." Kevin menggigit bibirnya pelan, lalu ia mengangguk.
Kenzi tersenyum. Ia mulai mencium bibir Kevin yang berwarna peach. Ia mel*matnya lalu mendorong Kevin. Kini, mereka Kenzi berada di atas Kevin. Kenzi membuka semua pakaian yang ia kenakan.
Blush, wajah Kevin memerah melihat tubuh sixpack Kenzi.
Kenzi memegang dagu Kevin, Kenzi menatap Kevin begitu juga Kevin yang menatap Kenzi.
Kenzi mencium bibir Kevin dan mengemutnya. 'Manis', itulah kata yang muncul di otak Kenzi. Kenzi melepas ciumannya dan membuka baju dan celana Kevin. Wajah Kevin kembali memerah.
"Emmhh..." Kevin mendesah pelan.
Kenzi mulai bermain-main dengan junior milik Kevin.
"Emmmhhh.... aaahhh...." desah Kevin.
Kenzi mempercepat gerakan tangannya.
"Aaahhhh..." Kevin mendesah saat cairan miliknya keluar.
Kenzi menyeringai, ia menjilat cairan milik Kevin.
Kenzi memasukkan jarinya ke hole milik Kevin.
"Aaahhhh.... hiks... sakit...." Kevin mulai menangis. Holenya masih terasa perih dan sakit.
Kenzi tak tega melihat Kevin yang kesakitan.
"Maaf..." ucapnya kemudian mengeluarkan jarinya dari hole Kevin dan berbaring di sampingnya.
Kenzi memeluk Kevin erat.
"Maaf...." ucap Kenzi.
Kevin membalas pelukkan Kenzi.
...***...
"Ken..." panggil Kevin.
"Hmmm?" Jawab Kenzi berdehem.
"Sekarang malem Jum'at tau." Ucap Kevin.
"Terus?" Tanya Kenzi.
"Nonton filn horor yuk?" Ajak Kevin.
"Bentar-bentar, bukannya kamu takut sama film horor ya?" Tanya Kenzi.
"Emmm... tapi kan ada kamu..." ucap Kevin sambil tersenyum manis.
"Gak ah, udah malem..." kata Kenzi.
"Tapi kan, tadi siang kita udah tidur..." balas Kevin.
"Tapi aku ngantuk~" ucap Kenzi sambil memeluk Kevin erat.
"Hmph!" Kevin mengembungkan pipinya.
Besoknya....
Hari ini adalah hari Jum'at. Kevin masih tidur berbalutkan selimut. Sedangkan Kenzi, ia sibuk dengan handphonenya.
Amanda men-chat Kenzi bahwa ia akan pergi ke rumah Kevin hari ini. Ada hal penting yang mau dia bicarakan. Kenzi tak ambil pusing tentang hal tersebut. Mungkin tentang Kuro, pikirnya.
...***...
Kenzi sudah selesai mandi dan berganti baju. Ia berjalan ke arah Kevin yang masih tertidur pulas. Kenzi tersenyum melihat wajahnya.
Tok tok tok
Kenzi mendengar suara orang yang mengetuk pintu. Ia segera berjalan ke bawah dan segera membuka pintunya.
Kenzi membuka pintunya, dan mendapati wajah kesal Amanda.
"Kenapa Man?" Tanya Kenzi.
"Ken... lu jujur ke gua. Sebenernya hubungan lu sama Kevin dan Kuro itu apa?" Tanya Amanda.
Kenzi diam tak menjawab.
"Kenapa lu tiba-tiba nanya kek begitu?" Tanya Kenzi.
"Ken, kita sahabatan udah lama banget loh! Gua kira elu tuh percaya sama gue! Terua kenapa lu sembunyiin ini dari gue hah?" Kata Amanda.
"Hahh..." Kenzi menghembuskan nafasnya, kasar.
"Kita udah sahabatan dari SD Kelas 5 oyy! Sebenernya lu percaya kagak sih ama gua??!" Bentak Amanda.
"Ck, gua percaya." Balas Kenzi.
"Tapi gue nunggu momen yang pas buat nyeritain ini ke elu..." lanjutnya.
"Udah lah masuk dulu kita bicarain di dalem." Ajak Kenzi yang di jawab anggukkan oleh Amanda.
-T.B.C