
...Author's POV...
Amanda masih syok dengan informasi yang ia dapatkan. Kenapa Kenzi merahasiakan semua ini dari Amanda?
Amanda masih terus men-scroll ke bawah.
"Kenzi dan Kuro itu sahabat masa kecil. Mereka tak bisa di pisahkan. Kenzi membutuhkan Kuro dan Kuro membutuhkan Kenzi. Tapi semuanya berubah ketika Kenzi bertemu dengan Kevin." Amanda terus membaca.
"Haaahhhhh... dia ngumpulin informasinya bener-bener rinci yaa..." gumam Amanda. Tak sia-sia ia mempekerjakan nya.
"Kenzi bertemu dengan Kevin ketika mereka berumur 8 tahun...!" Batin Amanda.
...••••...
"Jadi kan beli es krim nya?" Tanya Kevin.
"Kerjain deh..." batin Kenzi.
"Hmmm..." Jawab Kenzi singkat.
"Ken..." Ucap Kevin sambil mencubit-cubit pipi Kenzi.
"Keeennn..." Panggil Kevin lagi.
"Apa?" Tanya Kenzi.
Kevin memasang wajah cemberutnya.
"Es krim!" Rengek Kevin.
"Ntar aja yah aku males." Ucap Kenzi. Ia mengubah posisinya dari duduk menjadi tiduran di sofa.
"Ken..." Panggil Kevin.
"Hmm?"
"Es krim... es krim... es krim..."
"Ntar aja." Kata Kenzi, betapa senangnya Kenzi mengerjai Kevin.
Karna kesal, Kevin duduk di atas Kenzi.
"Ah!" Kenzi kaget.
"Mau es krim!" Ucap Kevin.
Kenzi diam tidak menjawab. Ia merasakan ****** milik Kevin bergesekan dengan adik kecil miliknya.
"Kev... bangun dulu ya?" Pinta Kenzi. Ia tidak mau kehilangan kendali dan memakan Kevin. Bisa-bisa masalahnya menjadi lebih panjang.
"Nggak mau!" Jawab Kevin.
"Kev, please... bangun dulu, ya?" Pinta Kenzi lagi.
"Tahan Ken... tahan..." batin Kenzi yang sudah tak tahan.
"AHHH!" Kevin berteriak ketika Kenzi merubah posisinya. Sekarang Kevin ada di bawah.
"Ken... Kenzi?" Panggil Kevin.
"Maafin aku ya Kev, kamu yang mancing duluan." Ucap Kenzi.
"Mmmhh..." Kevin membelalakkan matanya ketika Kenzi menciumnya.
"Mmmhhh..." Desah Kevin ketika tangan Kenzi masuk ke dalam bajunya.
"Huaahhh.... haahhh..." nafas Kevin tersengal-sengal ketika Kenzi melepaskan ciumannya.
"Emmhh..."
Ciuman itu turun ke leher. Kevin memberontak tapi Kenzi menahannya.
"Kenzi... ahh~" Kevin terus mendesah.
Kenzi membuka celana Kevin dan memainkan junior Kevin.
"Aahhh, emmhh" desahan demi desahan keluar dari mulut Kevin.
......***......
Tok tok tok
"Aahhh, kok gak di buka-buka sih?" Gumam Amanda.
"Ahh~ masuk ajalah." Ucap Amanda.
Ia membuka pintunya. Amanda mendengar suara desahan.
"Aahhh... ahhh... pel... pelan-pelan Ken... emmhh..."
Amanda mengenal suara seperti ini. Ini adalah suara desahan.
"Baru dateng udah di suguhin asupan..." batin Amanda. Betapa bersyukurnya dia mendengar desahan indah Kevin.
...***...
"Emmmhh... aaahhh... Ken..." desah Kevin.
"Aaahhhk... sa... sakit Ken... pelan-pelan..." ucap Kevin.
Kevin meremas pundak Kenzi karna sakit yang ia rasakan.
Sedangkan Amanda mengintip sedikit adegan yang mereka lakukan.
"Untung iman gue kuat..." batin Amanda.
"Hiks... Ken... AAAAHHH" Kevin sangat amat kesakitan ketika Kenzi mempercepat temponya.
Fwop fwop fwop, itulah suara yang Amanda dengar. Tanpa ia sadari darah keluar dari hidungnya.
"Emmmhhhkk" Amanda menutup mulutnya yang akan berteriak.
"Ken... hiks... aaahh..." Kevin masih terus mendesah.
"AAAAHHHH...!" Kevin mendesah panjang ketika Kenzi mencapai batasnya.
Croot, darah bertambah banyak keluar dari hidung Amanda. Dengan tergesa-gesa ia pergi keluar dari rumah Kevin dan segera kembali ke rumahnya.
"Ahhh... haahhh..." nafas Kevin tersengal-sengal.
Air mata keluar dari mata Kevin. Kenzi mengeluarkan miliknya secara perlahan.
"Emmh..." desah Kevin
"Maaf... aku..." ucap Kenzi ragu.
Kevin mencium pipi Kenzi, lembut.
"Udah~ gak apa-apa." Kata Kevin sambil tersenyum lembut.
...***...
Amanda segera masuk ke kamarnya tanpa memperdulikan ibunya yang memanggilnya. Ia mengelap darah yang keluar dari hidungnya dengan tisu.
Ini adalah pertama kalinya Amanda melihat secara langsung adegan panas ganda putra. Rasanya hari ini adalah hari terberuntungnya.
"Haahh, bahas tentang masalahnya besok aja deh. Aku gak mau ganggu mereka berdua." Gumam Amanda sambil tersenyum tipis.
...****************...
Kenzi sudah selesai membersihkan hole Kevin. Ia merasa puas dan lega karna bisa menyentuh Kevin.
Kevin saat ini tengah tiduran sambil memeluk Kenzi.
"Sakit?" Tanya Kenzi.
"Sedikit..." jawab Kevin.
"Nanti malem.... mau lagi gak?" Tanya Kenzi, wajah memerah saat menanyakannya.
"Nggak!" Jawab Kevin.
"Kenapa?" Tanya Kenzi.
"Kamu belum beliin aku es krim!" Jawab Kevin.
"Besok aja ya?" Tanya Kenzi dengan nada yang lembut.
"Hmph!" Kevin mengembungkan pipinya.
Note : Guys, jangan lupa kasih kritik dan saran ya? Jangan lupa juga untuk Like-Vote-Komen