
...Author's POV...
Sudah beberapa hari Kevin dan Kenzi tidak bertemu. Itu karena Kenzi terlihat sedang menjauh dari Kevin. Jujur, Kevin merasa sakit karena ia menjauhinya. Tapi mau bagaimana mana lagi?
Dan sudah beberapa hari ini pula Kevin dekat dengan Kuro. Tapi tenang saja, jauh di dalam lubuk hati nya yang paling dalam dia masih sangat mencintai Kenzi.
Hari ini adalah hari Kamis, yang berarti ada jam pelajaran olahraga.
"Ahh, panas banget sih?!" Keluh Amanda.
"Ya mau gimana lagi? Masa lu mau bolos sih? Lu tiap hari Kamis pasti selalu bolos tau gak!? Alesannya inilah itulah, ckckck..." Ucap Kevin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya habisnya... panas banget tau!" Keluh Amanda.
...***...
Setelah pelajaran olahraga selesai, Kevin pergi mengganti bajunya.
"Haaahh..." Kevin menghela nafasnya berat.
"Sampai kapan aku sama Kenzi begini terus?" Batinnya.
Selesai mengganti bajunya, Kevin kembali ke kelasnya. Di kelas Kevin duduk di bangkunya. Ia sesekali melihat Kenzi di belakangnya.
"Kev..." panggil Amanda.
"Ah, iya?" Jawab Kevin.
"Kamu belum baikan ya sama Kenzi? CK, dia itu kenapa sih?" Kata Amanda kesal.
"Hmm... mau gimana lagi Man? Aku cuma bisa pasrah aja, aku gak tau apa yang Kenzi pikirin sekarang. Tapi, aku masih bener-bener cinta sama dia." Ucap Kevin, ia menahan air mata yang akan jatuh di pipinya.
"Yang sabar ya Uke aku yang cantiiikkk." Kata Amanda menyemangati.
"Hmm" jawab Kevin sambil menyunggingkan senyumnya.
...***...
Kevin berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya. Ia berjalan sambil melamun. Tiba-tiba Kuro datang entah dari mana.
"Kev, kamu kenapa? Kok kayaknya sedih banget sih?" Tanya Kuro.
"Ah itu... aku gak apa-apa kok." Jawab Kevin sambil tersenyum kecut.
"Aku ikut ke rumah kamu ya?" Kata Kuro.
"Boleh" jawab Kevin singkat.
Kuro menyeringai.
Sesampainya di rumah Kevin, Kuro masuk ke dalam rumahnya. Ia menutup dan mengunci pintunya.
"HMMMPHHH!" Kevin di bekap oleh Kuro dengan kain yang sudah di berikan obat bius.
"Maaf ya Kev, kamu memang baik. Tapi aku sangat membencimu!" Ucap Kuro.
Kuro menyeret tubuh Kevin. Ia menelpon bawahannya untuk datang dengan mobilnya.
...***...
Kuro membawa Kevin masuk ke dalam mobilnya. Ia mengambil handphonenya dan menelpon Kenzi.
"Rencana ku pasti berhasil." Batin Kuro sambil tersenyum jahat.
Kenzi mengangkat telpon tersebut.
"Apa maumu?" Tanya Kenzi dingin.
"Kamu yakin gak mau jadi pacar aku?" Tanya Kuro.
"Gak!" Jawab Kenzi.
Lalu, Kenzi mematikan telponnya secara sepihak.
Kuro menyeringai dan tertawa pelan.
"Haha... aku tak bisa membunuhnya sekarang. Astaga~ Kevin, kau sangat polos ya ternyata. Kau terlalu mudah percaya pada orang lain. Haha..." Kata Kuro.
Kuro mengirimkan pesan kepada Kenzi.
"Aku menculiknya. Kalau kamu mau dia selamat, kamu harus jadi pacar aku dulu. Kalau kamu masih gak mau, aku jamin dia akan menyusul kedua orang tuanya."
...^^^***^^^...
Kenzi yang membaca pesan dari Kuro terlihat sangat frustasi.
"Sial, aku sangat bodoh! Kenapa aku menjauhinya?! Kenapa?! ARGHHH!" Kenzi melempar handphonenya ke kasur.
"Ini semua salahku! Kevin... aku harap kamu gak apa-apa." Gumam Kenzi.
Tanpa Kenzi sadari air mata mulai membasahi pipinya. Ia bingung harus berbuat apa lagi. Jika dia menolak Kuro, Kevin akan tiada. Dan jika ia menerima Kuro, hubungan nya dan Kevin akan kandas.
"Ini semua salahku Kev... maaf..." lirih Kenzi dalam hati.
-T.B.C