In Love With My BFF {BL}

In Love With My BFF {BL}
Chap 32 - Misi Selesai



Terdengar suara notifikasi dari handphone ku. Aku dan Amanda sama-sama melihat apa yang Kuro balas padaku.


"Apa yang dia balas?" Tanya Amanda tidak sabaran.


"Dia bilang, "Kau harus menembak ku di hadapan Kevin." Tunggu, apa dia gila?!!" Seruku.


"Shhh... ikuti saja kemauannya!" Ujar Amanda padaku.


"Tunggu?! Lu gila ya Man? Bisa-bisa Kevin sama gua bisa putus Man! Putus!" Seruku.


"Haaah... justru itu Kenzi! Aku mau ngejodohin Alvin sama Kuro. Mereka itu cocok tau. 'Si Uke Tsundere dan Si Seme Dominan' cocok kan?" Tanya Amanda.


"Man, lu otaknya miring ya?" Tanyaku. Bisa-bisanya di keadaan seperti ini dia masih bisa ngelawak.


"Iya, miring!" Jawabnya, dia melotot kearahku.


"Baiklah, ayo tanya dimana lokasinya. Setelah itu, kita cekokin obat perangsang biar dia 'ah uh ah' sama Si Alvin." Ujarnya.


"Oke." Balasku.


.


.


.


"Sudah paham dengan rencananya?" Tanya Amanda. Aku membalas Amanda dengan cara menganggukkan kepalaku.


"Baiklah kalau begitu, semoga berhasil!" Ujarnya.


Aku menaiki motorku dan dengan segera aku melajukan motorku dan segera pergi menyelamatkan Kevin.


Aku yakin, kali ini rencana kami tidak akan gagal.


...***...


Tak butuh waktu yang cukup lama, aku telah sampai di sebuah taman. Taman ini cukup sepi pengunjung. Aku melihat Kevin yang sedang duduk di atas kursi taman, serta Kuro yang terlihat sibuk dengan handphonenya. Aku menghampiri mereka berdua.


"Kuro." Panggilku.


Kuro dan Kevin terlihat menengok secara bersamaan. Aku dapat melihat wajah senang Kevin, dan aku merasa sangat bersalah. Karena nanti, aku harus melunturkan senyumannya.


"Mari selesaikan ini dengan cepat." Ucapku.


Aku memegang pundak Kevin dengan lembut. Mulutku saat ini rasanya seperti terkunci, aku tak dapat mengatakannya.


"Kevin... kita putus." Ujarku.


Wajah Kevin yang awalnya tampak senang itupun luntur seketika. Dia menggigit bibirnya, air matanya perlahan jatuh.


Kuro memegang tangan Kevin, lalu melepaskan ikatan ditangannya.


"Baiklah, karena sekarang kalian sudah putus, kau boleh pergi." Ucap Kuro dengan santainya.


Kevin terlihat berlari. Aku ingin sekali mengejarnya, tapi aku harus menjalankan rencana ini dengan benar.


"Ekhem..." Kuro berdehem padaku.


Aku mengerutkan dahi ku, tidak ikhlas karena harus mengatakan cinta kepadanya.


"Kuro... apa kau mau menjadi pacarku?" Tanyaku sembari tersenyum sebal. Kuro dengan cepat menganggukkan kepalanya.


"Aku mau." Jawabnya, dia memegang tanganku.


.


.


.


Singkat cerita, aku berhasil membuat Kuro memakan makanan yang sudah diberi obat tidur dan juga obat perangsang.


Dengan segera, aku membawa Kuro kerumah Amanda. Untung saja mamanya Amanda sedang tidak ada dirumah.


"Man... sebenarnya kau tidak perlu membawanya kesini." Kataku.


Amanda terlihat tidak mempedulikan perkataan ku, ia tengah sibuk dengan handphonenya.


"Man?" Aku memanggilnya.


"Sshh! Diam, aku ingin merekam suara desahan mereka!" Balasnya.


Grep!


Seseorang memelukku erat dari belakang, aku tau bahwa dia adalah Kevin.


"Maaf, aku kira kita beneran putus." Ucapnya dengan nada imut.


Tanpa kusadari, adik kecilku sudah berdiri ketika dia memeluk tubuhku. Aku mengelus lembut tangan Kevin yang melingkari pinggangku.


"Man, boleh pinjem kamar tamu gak?" Tanyaku.


Seolah mengerti maksudku, Amanda menoleh dan mengangguk dengan cepat.


"Jangan lupa ganti spreinya." Ucapnya.


Aku mengangguk, kemudian menggendong tubuh mungil Kevin.


"Ehh?"


"Aku merindukanmu, jadi aku menginginkanmu sekarang." Ucapku pada Kevin.


...***...


T.B.C