
Namaku Kevin Safiro, biasa dipanggil Kevin. Umurku masih 17 tahun. Aku duduk di bangku SMA kelas 3. Aku tak memiliki orang tua, karna 5 tahun yang lalu mereka meninggal karna mengalami kecelakaan. Untungnya aku terlahir dari keluarga yang berada, tapi sulit bagiku untuk mencari teman yang tulus dan setia. Sampai, aku bertemu dengan mereka berdua, pada kelas 1 SMP.
Mereka adalah 2 sahabatku yang setia dan tulus padaku. Sahabatku yang perempuan bernama Amanda Maulida sedangkan yang laki-laki bernama Kenzi Apriliano. Amanda itu cewek fujo akut, dia itu sangat suka menjodohkan laki-laki dengan laki-laki, dan itu termasuk aku dan Kenzi. Ya, aku dan Kenzi memang sering skinship, tapi hanya seperti berpegangan tangan dan berpelukan, tak lebih dari itu!
Awalnya aku hanya menganggapnya sebagai sahabat biasa, tapi lambat laun aku jadi menyukainya, lebih tepatnya cinta. Aku sempat berpikir, tidak mungkin kan aku mencintainya? Aku ini kan laki-laki dan begitu juga dengan dia. Tapi, setelah itu aku sadar bahwa aku mencintainya, benar-benar mencintainya.
Flashback
Waktu itu, kami masih kelas 2 SMP. Pada jam istirahat, kami pergi ke kantin bersama. "Cieee Kev, sama Kenzi terus sih? Kalian Paca-" Perkataan Amanda ku sela.
"Jangan ngadi-ngadi lu! Udah berapa kali gua bilang kalau kita itu cuma sahabatan, gak lebih! Kebanyakan nge-Fujo elu tuh!"
"Bodo amat! Yang penting kalian berdua langgeng terus ya, pacarannya. Hehehe..." Kata Amanda.
"Hmm iya, kita bakal langgeng terus." Kata Kenzi.
"Hah? Apa-apaan nih anak?!" Batinku.
"Aaaa, cieee. Tuh kan Semenya aja udah bilang 'Iya', masa Ukenya nggak." Ledek Amanda.
"Ihhh, Kenzi! Kamu apa-apaan?!" Protes ku pada Kenzi.
"Udahlah gak apa-apa." Ucapnya padaku, dia tersenyum lembut sambil mengelus kepala ku.
Deg deg deg, jantungku berdegup kencang saat itu. "Kenapa aku deg-degan? Apa yang terjadi padaku?" Batinku. Dan sejak saat itulah aku mulai menyukainya.
Present Time (Sekarang)
'Beep beep beep.' Suara alarm berbunyi, dengan malas aku pun membuka mataku.
"Ah, udah pagi ya?" Ucapku. Dengan malas aku bangun dari tempat tidurku dan berjalan pergi ke kamar mandi. Selesai mandi aku sarapan dan aku hendak pergi ke sekolah, tapi aku kaget melihat Kenzi ada di depan rumahku.
"Berangkat bareng yuk." Ajaknya.
"Eh? Dari kapan kamu ada di sini?" Tanyaku.
"Emmh, belum lama baru sebentar kok. Udah ayok, kita berangkat. Katanya, dia tersenyum sambil memberikan helmnya padaku. Lalu, aku naik ke motornya.
"Pegangan." Kata Kenzi.
"Hah?"
"Bercanda" Kata Kenzi.
Deg deg deg, jantungku berdegup kencang rasanya mau copot.
"Kenapa Kev? Kok kayaknya kamu ngeliatin aku terus?" Tanya Kenzi.
"Ehhh.... nggak! Nggak apa-apa kok!" Jawabku.
"Yakin nggak?" Tanya Kenzi, dia mendekatkan wajahnya pada wajahku.
Deg deg deg
"Ya.. yakin!" Jawabku, malu.
"Ohh, ya udah." Katanya. Lalu, dia menggandeng tanganku dan kami berdua pergi ke kelas.
Di kelas, kami di sambut dengan tatapan aneh dari Amanda. Kami pergi ke tempat duduk masing-masing. Aku sebangku dengan Amanda sedangkan Kenzi duduk di kursi paling belakang.
"Cieee, berangkat bareng sama Kenzi yaa?" Ledek Amanda.
"Apaan sih lu? Otak lu makin hari makin gesrek ya?" Kata ku.
"Hmmm, iya. Gesrek gara-gara lu berdua." Jawabnya.
"Lah kok?"
"Iya, pacaran terus sih." Jawabnya.
"Hah? Pacaran? Emangnya dia mau ya sama aku?" Ucapku dengan suara kecil.
"Hah? Bilang apa lu tadi?" Tanya Amanda.
"Gak, bukan apa-apa." Jawabku.
-T.B.C
Author's Note :
Ok guys, jadi author mau nanya nih :v
Jadi ceritanya bagus ngak? :vv
Kalau ada kritik dan saran kasih ya, soalnya Author suka bingung buat next Chap.
Ok segitu aja, jangan lupa like-vote-komen ya guys.
Kasih kritik dan saran juga biar author rajin update :v