In Love With My BFF {BL}

In Love With My BFF {BL}
Chap 13 - Bingung



...Author's POV...


Kevin menyusul Kuro ke kamarnya, ia melihat Kenzi dan Kuro sedang berciuman.


Deg


Kevin benar-benar kaget dengan apa yang di lihatnya. Kenzi yang menyadari keberadaan Kevin langsung melepaskan ciuman Kuro.


"Sial..." batin Kenzi.


Kuro tersenyum jahat saat melihat Kevin pergi.


"Sialan, apa yang kau lakukan?! Apa kau bodoh?!" Bentak Kenzi pada Kuro.


"Aku tau apa yang aku lakukan... aku juga tau bahwa Amanda selalu membuntuti ku. Jadi, aku menyuruh anak buahku untuk mengurusnya." Kata Kuro sambil menyeringai.


"Cih" Kenzi berdecih setelah itu dia pergi menyusul Kevin yang pergi.


...••••...


Di ruang tamu, Kevin sedang duduk memainkan handphonenya. Dia berusaha untuk tidak menangis.


...Kevin's POV...


Aku memainkan handphone ku untuk melupakan apa yang terjadi barusan. Aku berusaha agar tidak menangis. Dan, aku juga baru tau kalau dia itu g*y. Tapi dia menyukai orang lain, dan orang itu bukan aku.


Aku melihat Kenzi turun dari lantai 2 di susul Kuro yang terlihat sangat bahagia.


"Aku pamit dulu ya Kev, byee!" Pamitnya.


Setelah Kuro pergi, kami tinggal berdua.


"Apa kau sudah baikan?" Tanya ku memecah keheningan.


"Iya udah baikan..." jawabnya.


Aku merasakan aura yang canggung di antara kami berdua. Aku kembalikan memainkan handphoneku dan men-chat Amanda. Aku ingin jujur padanya bahwa aku mencintai Kenzi.


📱 Kevin : Man? Bisa kita ketemuan di Cafe XXX? Aku mau bicara tentang hal penting.


Aku men-chat nya tapi tidak ada balasan. Dia juga tidak online.


"Haaahhhh...." aku menghela nafas.


"Ada apa?" Tanya Kenzi.


"Emmh, ng- nggak apa-apa kok..." Jawabku.


"An... anu aku ke kamar dulu ya mau ngerjain tugas..." kataku, aku hendak berdiri tapi di tahan olehnya.


"Jangan salah paham dulu!" Ucapnya tiba-tiba.


"Ha- hah? Ma.. maksudnya?" Kata ku gugup.


"..." aku hanya diam tidak menjawab.


"Itu... ti- tidak apa-apa kan jika kau menyukai sesama jenis, aku tetap mau berteman denganmu kok." Kataku sambil tersenyum pahit


"Bu... bukan itu.. a- aku memang menyukai sesama jenis tapi-" ucapannya terhenti ketika ada seseorang yang mengetuk pintu.


"Uhk, ku harap itu Amanda." Batinku.


Aku berjalan meninggalkan Kenzi. Aku pergi membuka pintu dan benar saja, aku mendapati Amanda yang kelihatan sangat berantakan.


"Man apa yang-" perkataan ku terhenti. Amanda menarikku masuk ke dalam rumahku dan mengunci pintunya.


"Man kamu kenapa?" Tanyaku sedikit khawatir.


"Kevin, Kenzi di mana?" Tanya Amanda.


"A...ada emangnya kenap-" lagi-lagi ucapanku terpotong karna Amanda langsung pergi meninggalkanku.


Aku menyusul Amanda yang mencari Kenzi. Dia duduk di sofa di sebelah Kenzi. Wajah Amanda kelihatan serius.


"Kevin, kamu kan anak baik... kamu ke kamar kamu dulu yah..." kata Amanda, nada nya sok keibuan.


"Heh? Emangnya kenapa hah?" Tanyaku. Saat ini aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


"Tolong masuk dulu yah ke kamar kamu. Pleaseee....." pinta Amanda, ia menunjukan puppy face nya yang membuat ku bergidik ngeri.


"Hahh... iya-iya" jawabku, pasrah


...Kenzi's POV...


Aku melihat Kevin pergi ke kamarnya. Setelah itu aku beralih pada Amanda yang kelihatannya ingin bicara serius kepadaku.


"Ada apa?" Tanyaku to the point.


"Si Kuro itu kurang ajar tau gak?! Dia curang banget! Aku ngelawan 5 anak buahnya sekaligus!!" Keluh Amanda padaku.


Ya, aku tau itu. Dia kelihatan begitu lelah.


"Apa Kevin baik-baik saja?" Tanya Amanda.


Aku menggelengkan kepalaku.


"Hah?! Kenapa?!" Lanjut Amanda.


"Tadi Kevin ngeliat gua di cium sama si Kuro." Ucapku sambil mengacak-acak rambutku.


"Lah, terus?!" Tanya Amanda lagi.


"Ya.. tadinya gua mau bilang ke dia kalau gua itu suka sama dia. Elu sih datengnya gak pas." Keluhku


"Hehe... maaf.." kata Amanda sambil menggaruk-garuk kepalanya.