In Love With My BFF {BL}

In Love With My BFF {BL}
Chap 8 - Murid Baru



Author's POV


Di sekolah ketiga sahabat itu masuk ke dalam kelas mereka. Mereka datang sangat awal, bahkan kelas itu masih sangatlah sepi.


"Ya ampun gak sabar banget!" Ujar Amanda pada Kevin.


"Gak sabar apa? Gak sabar upacara lu?" Kata Kevin, ia mengingatkan Amanda soal upacara.


"Oh iya anjir, sekarang hari Senin! Ehh, gue bawa topi gak ya?" Kata Amanda, panik. Dia membongkar tasnya untuk mencari topinya.


"Mampus!" Kata Kevin.


"Wahh, syukurlah gua bawa topi!" Katanya.


...🌻🌻🌻...


Selesai upacara, semua murid kembali ke kelas mereka masing-masing. Begitu pula dengan Kevin dan kedua sahabatnya itu.


Di kelas sudah ribut dengan murid baru yang ketampanannya tak bisa di pertanyakan lagi.


"Sudah-sudah diam!! Jangan berisik!" Perintah Guru perempuan itu.


"Perkenalkan, namaku Kuro Maeda. Semoga kita bisa berteman ya." Kata Kuro sambil membungkukan badannya.


Visual Kuro Maeda :



"Baik, kau boleh duduk dibangku yang kosong dekat dia." Kata sang Guru sambil menunjuk ke arah Kenzi.


"Baik bu, terimakasih." Katanya sambil tersenyum.


Kuro berjalan ke tempat duduknya melewati Kevin. Lalu, dia duduk bersebelahan dengan Kenzi.


"Lama tak bertemu, Kenzi" ucap Kuro yang tak di balas sepatah kata pun oleh Kenzi.


Jam istirahat pun tiba. Tak seperti biasanya, karna Amanda tidak ikut ke kantin bersama dengan kedua sahabatnya itu.


"Kev, Ken, gua gak ke kantin dulu ya..." ucapnya.


"Kenapa lu?" Tanya Kevin.


"Gak tau, gak enak badan aja. Dahlah gua mau ke UKS" Katanya, lalu dia berjalan pergi ke UKS.


".... ya udah, kita ke kantin berdua aja yuk." ajak Kenzi.


"A.. ayok!" Jawab Kevin.


Kevin's POV


"Hai, boleh aku duduk di sini?" Tanya seseorang yang sepertinya tidak asing.


"Tunggu, bukankah dia murid baru tadi?" Batin ku.


Aku diam sesaat dan menjawab "Iya". Lalu, dia duduk di samping ku.


"Aku Kuro Maeda, kamu boleh panggil aku Kuro. Boleh aku tau siapa nama mu?" Tanya Kuro dia tersenyum pada ku.


"Ah! Na.. nama ku Kevin Safiro, panggil saja Kevin." Jawab ku dan membalas senyuman nya.


Lalu aku menoleh ke arah Kenzi, tatapan nya terlihat sangat tajam dan mengintimidasi. Aku merinding melihatnya.


"Oh, iya. Kuro kenalkan ini Kenzi, dia sahabatku." Ucapku memperkenalkan Kuro dengan Kenzi.


"Aku tau." Jawab Kuro. Tunggu, dia tau Kenzi dari mana? Apa dia sudah mengenal Kenzi?


"Tunggu.... apa?" Tanya ku bingung.


"Maksudku aku sudah berkenalan dengan nya di kelas. Iya kan?" Kata Kuro, ia melirik Kenzi.


"Iya" jawabnya singkat.


Aku dan Kuro mengobrol tentang banyak hal. Dia orang yang sangat ramah dan mudah bergaul. Menurutku kami memiliki banyak persamaan.


Krrringggg


Tanpa terasa bel sudah berbunyi, tandanya semua murid harus kembali ke kelasnya masing-masing. Aku pergi bersama Kuro dan Kenzi. Tapi, kenapa aku merasa kalau Kenzi jadi lebih pendiam?


Di kelas, Amanda terus memperhatikan ku.


Aku yang merasa di perhatikan pun bertanya, "Kenapa kamu ngeliatin aku terus?" Tanya ku pada Amanda.


"Kamu selingkuh ya?" Kata Amanda yang malah balik nanya.


"Selingkuh? Selingkuh apanya? Punya pacar juga belum!" Kata ku.


"Hahh... lu tau gak? Tadi gua ke kantin mau nyusul kalian, tapi aku malah ngeliat pemandangan yang bikin hati aku sakit." Kata Amanda.


"Hah?"


"Lu tau gak? Tadi gua perhatiin si Kenzi, dia tuh mukanya kek sedih gitu. Lu nya juga ngacangin dia terus. Kasian any*ng" Jelas Amanda.


Tiba-tiba aku merasa tidak enak hati pada Kenzi. Aku menyukainya, tapi kenapa aku malah menyakitinya?


"Pulang nanti, aku harus minta maaf pada Kenzi." Batinku.