In Love With My BFF {BL}

In Love With My BFF {BL}
Chap 17 - Kaget



...Author's POV...


Selesai dengan tugasnya, Kenzi menghembuskan nafasnya. Betapa sakit tangannya ketika harus mengerjakan tugas sebanyak itu.


Waktu sudah menunjukkan jam 17.00. Kenzi berniat menyusul Kevin yang tengah mandi.


Ceklek


Kenzi membuka pintu kamar mandi.


"Hahh, kenapa Kevin bodoh sekali? Kenapa dia tidak mengunci pintunya?" Batin Kenzi, ia menyeringai.


Kenzi dapat melihat seseorang dari balik tirai bathup. Kenzi melepaskan semua baju yang ia kenakan, kemudian berjalan ke arah bathup.


Kenzi menarik tirai bathup tersebut. Kevin yang kaget refleks menutup dadanya.


"Aahh..." Kevin menutup matanya dan memalingkan wajahnya.


Kenzi tersenyum manis, ia langsung masuk ke bathup dan berendam di hadapan Kevin.


Kevin tak menatap Kenzi sedikit pun, ia membuang mukanya.


"Kenapa, hm?" Tanya Kenzi sambil menyubit pipi gembul Kevin.


"Kamu kenapa ke sini, huh??" Kevin bertanya balik. Ia mengembungkan pipinya dan memanyunkan bibirnya.


"Kenapa hm? Kamu malu ya?" Goda Kenzi, ia terus membelai wajah Kevin dan memainkan telinganya.


"Uhm..." Kevin berusaha untuk menyingkirkan tangan Kenzi dari telinganya.


"Ehmm... aaahhh..." Kevin mendesah saat Kenzi membelai dada Kevin.


"Ken... ahhh... Ken... ja... jangan Ken...." Desah Kevin saat Kenzi memainkan adik kecil milik Kevin.


"Ken...zi... emhhh~" desah Kevin.


Kenzi terus meng*cok junior Kevin, sesekali ia menekannya.


"Ahhh... aahhh... Ken.. be.. berhenti..."


Bukannya berhenti, Kenzi malah terus meng*c*k junior Kevin sampai ia mencapai batasnya.


"Emmh... aaaaaahhh..."


Cairan putih dan kental keluar dari junior Kevin. Kenzi tersenyum puas.


"Hmph..." Kevin mengembungkan pipinya, ia seolah marah atas apa yang di lakukan oleh Kenzi.


••••


"Kevin~ sayang... jangan ngambek dong." Ucap Kenzi membujuk Kevin.


Kevin tetap diam tak menjawab Kenzi. Ia tetap menutupi dirinya dengan selimut.


"Kevin~" panggil Kenzi.


"Kevin... maaf, ya? Jangan ngambek dong." Bujuk Kenzi.


"Ya udah, kamu mau apa? Aku kasih, asal kamu gak ngambek." Kenzi mengeluarkan jurus terakhirnya.


Benar saja, Kevin membuka selimutnya. Ia menatap wajah Kenzi.


"Mau es krim." Ucap Kevin, mata nya berbinar-binar.


"Ta- tapi ini kan udah malem. Gak boleh! Besok aja!" Larang Kenzi.


Kevin menutup dirinya lagi dengan selimutnya.


"Jangan ngambek lagi dong.... Keeeev~" panggil Kenzi.


"Males sama Kenzi!" Ucap Kevin.


"Aaah~ maaf!" Kata Kenzi.


"Suruh siapa tiba-tiba megang tanpa izin... trus kamu..." Kevin memberhentikan kalimatnya. Ia sangat malu mengingat kejadian di kamar mandi tadi.


"Iya-iya maaf... maaf ya?" Kata Kenzi.


"Keev~" lanjutnya.


"Keeeev, maaf... iya-iya nanti kita makan es krim ya? Tapi besok!" Kata Kenzi.


Kevin membuka selimutnya lagi.


"Besok? Beneran kan?" Ucap Kevin memastikan.


"Hemm, iya.. besok." Jawab Kenzi meyakinkan.


"Janji?" Tanya Kevin sambil menunjukkan jari kelingking nya.


"Hmm... iya janji." Jawab Kenzi sambil mengaitkan jari kelingking nya di jari kelingking Kevin.


~Di sisi lain


Amanda sedang sibuk dengan layar laptop nya. Ia sedang mencari tau tentang permasalahan Kenzi dengan Kuro.


Jujur saja, selama ini Amanda tidak tau masalah mereka itu apa. Kenzi hanya berkata bahwa Kuro membenci Kevin, dan Amanda harus melindungi Kevin dari Kuro.


Amanda mencari tau sebanyak-banyaknya tentang Kuro.


"Hmm, oke... Kuro ini teman masa kecilnya Kenzi ya? Pantesan si Kuro tergila-gila banget ama si Kenzi." Batin Amanda.


Ia terus men-scroll ke bawah. Ia kaget dengan informasi yang ia dapatkan.


"Ayah nya Kenzi ngebunuh orang tua Kevin?!"


-T.B.C