
Jam istirahat akhirnya tiba, seperti biasa kami pergi ke kantin bersama. Tapi, tiba-tiba ada seseornag yang datang pada kami.
"Boleh gak aku ngobrol sama Kak Kenzi? Sebentar aja." Katanya, ya Kenzi memang populer di sekolah ini. Wajahnya yang tampan membuat banyak perempuan jatuh hati padanya.
"Ngomong aja di sini." Kata Amanda, dia kelihatan kesal.
"Iya, di sini aja." Kata Kenzi.
"Ta- tapi bisa kan Kak kita ngobrol berdua aja?" Katanya.
"Emangnya nih anak mau ngapain sih?" Batinku.
"Ya udah ayok." Kata Kenzi, dia bangun dari tempat duduknya dan pergi bersama dengan perempuan itu
"Ish, nyebelin amat tuh cewek!" Kata Amanda.
"Kenapa lu? Cemburu?" Tanyaku.
"Ndasmu cemburu! Gua cuma kesel aja ngeliat dia sama cewek lain. Harusnya kan sama elu!" Jawab Amanda.
"Kira-kira mereka mau ngapain ya?" Ucapku.
"Ekhem, cemburu nih ceritanya?" Kata Amanda.
"Dih, kan gua cuma nanya." Kataku, yaa jujur saja aku memang cemburu, tapi mau bagaimana lagi.
Beberapa saat kemudian, dia kembali. Tapi jika dilihat dari wajahnya dia kelihatan kesal.
"Ken, kenapa sih? Lama amat lu! Bentar, jangan bilang lu di tembak sama dia?" Tanya Amanda.
"Tumben lu pinter." Jawab Kenzi.
"Trus, lu beneran di tembak?" Tanya Amanda lagi, dia terlihat sangat penasaran.
"Ya iyalah." Jawab Kenzi.
"Terus, kamu terima gak?" Tanyaku, aku penasaran sekaligus takut.
"Nggak, aku kan udah suka sama seseorang." Jawabnya, dia melihat ke arah ku dan tersenyum manis kepada ku. Blush.
"Oh My God! It's- It's so cutee!!" Kata Amanda, matanya berbinar-binar.
"Ken lu.... lu suka ama Kevin?" Tanya Amanda, lagi.
"Apaan sih?" Kataku.
"Ah udah-udah! Gak usah di bahas lagi!" Kata Kenzi.
"Tap-"
"Udah Kev, ngalah aja. Yaa?" Pinta Kevin dan aku pun menurutinya.
Jam istirahat telah usai, kami bertiga kembali ke kelas.
"Kev, lu tau nama cewek tadi gak?" Tanya Amanda.
"Ha? Gua gak tau. Emangnya kenapa?" Jawabku.
"Gak apa-apa sih, cuman gua gak yakin aja kalau si Kenzi tuh cuma di tembak doang." Katanya.
"Haah? Gak yakin gimana?" Tanyaku.
"Lu liat kan tadi mukanya si Kenzi tuh kek kesel gitu?" Tanya Amanda.
"Iya juga sih...." Jawabku.
"Nah lo, jadi kepo kan gue." Kata Amanda.
"Kenzi kenapa ya?" Batinku.
Pulang Sekolah
"Kev, pulang bareng yuk." Ajak Kenzi padaku.
"Lho? Bukannya kamu ada eschool basket ya?" Tanyaku.
"Udahlah, gak apa-apa." Jawabnya.
"Se.. serius nih gak apa-apa?" Tanyaku lagi.
"Iya gak apa-apa!" Jawabnya.
Lalu, aku menaiki motornya.
"Pegangan ya Kev." Kata Kenzi.
"Gak usah bercanda deh Ken!" Kata ku.
"Kali ini aku gak bercanda! Pegangan, yang erat ya!" Kata Kenzi.
"I- iya..." kataku. Aku pun memeluk erat tubuh kekarnya.
Deg deg deg, jantungku terus berdetak keras.
"Kenzi hari ini aneh banget sih? Sebenarnya dia kenapa?" Batinku.
"Ke.. Ken?" Panggil ku.
"Hmm... kenapa?" Jawabnya.
"Ng- nggak jadi deh..." Kataku.
"Ihhh kok aku jadi grogi begini sih?" Batinku.
"Haha..." Tiba-tiba Kenzi tertawa kecil.
"Eh, kok malah ketawa sih?" Tanyaku, heran.
"Habisnya kamu imut sih." Katanya.
"Hah? Im.. imut apanya?" Tanyaku, sepertinya sekarang ini wajahku memerah karnanya.
"Sifatnya, mukanya, semuanya. Semuanya dari kamu tuh imut." Jawab Kenzi.
Tak lama kemudian, kami sampai di rumahku.
"Kev, udah sampai nih." Katanya.
"Hmm, iya. Makasih ya Ken." Kataku, aku pun turun dari motornya.
"Iya, sama-sama Kev." Kata Kenzi sambil mengelus kepalaku.
"Di.. dia ngelus kepala ku?" Batinku.
"A- aku masuk duluan ya, Ken?" Ucapku, malu-malu.
"Iya." Jawabnya, dia tersenyum sambil melambaikan tangannya padaku.
-T.B.C
Author's Note :
Guys, kalau ada kritik dan saran kasih ya, soalnya Author suka bingung buat next Chap.
Ok segitu aja, jangan lupa like-vote-komen ya guys.
Kasih kritik dan saran juga biar author rajin update :v