In Love With My BFF {BL}

In Love With My BFF {BL}
Chap 3 - Selamat Malam



Pada malam harinya aku tidak bisa tidur, untung besok hari Sabtu. Karna ketika aku memejamkan mata pasti selalu muncul wajahnya.


"Andai Kenzi benar-benar di sini." Gumam ku.


"Ahhh mikir apaan sih?!" Batinku.


Karna tak bisa tidur aku mengambil Handphone ku dan menelpon Kenzi.


"Aku harap dia belum tidur." Batinku.


...Kenzi's POV...


Malam ini aku tidak bisa tidur, aku masih berpikir kenapa aku melakukan itu pada Kevin? Apa aku gila? Sial, wajahnya tak dapat hilang dari otak ku. Malam ini, aku sangat ingin memeluk Kevin. Lalu suara dering HP ku memecah lamunanku. Di layar Handphone ku terlihat nama Kevin. Dia menelponku? Apa dia juga rindu pada ku?


Dengan senang ku angkat telponnya. "Halo Kev, kenapa?" Ucapku padanya.


"Nggak apa-apa kok Ken. Aku cuman gak bisa tidur hehe.." kata Kevin.


"Aku juga, terus sekarang kamu mau ngapain?" Tanyaku.


"Emmh, gak tau." Jawabnya. Suaranya terdengar sangat imut.


"Mau aku ceritain sesuatu gak?" Kataku.


"Cerita apa?" Tanya Kenzi, sepertinya dia penasaran.


"Ceritanya ada 2 sahabat, cewek-cowok. Terus sahabat cowoknya itu suka sama yang ceweknya, tapi ceweknya gak tau. Terus si cowoknya itu ngasih kode keras terus ke si ceweknya. Tapi tetep aja si ceweknya ga tau. Akhirnya karna gak mau ngerusak persahabatan mereka si cowok mendem perasaannya." Kataku.


"Emmh, kamu lagi suka sama seseorang ya?" Tanya Kevin.


"I.. iya." Jawabku.


Ya aku memang sedang menyukai seseorang, dan itu adalah Kevin. Yaaa, memang aneh.. tapi tidak salah kan?


"Ooh, siapa tuh?" Tanya Kevin lagi. Deg, aku kaget mendengar pertanyaannya.


"Haha, kepo." Jawabku.


"Dih gitu... jawab dong!" Kata Kevin.


"Udah sono tidur aku ngantuk nih.." kataku, mengalihkan pembicaraan.


"Jawab dulu!!" Kata Kevin.


Tuut, aku memutuskan telponnya. "Maaf ya Kev, untuk sekarang aku masih mau menjaga persahabatan kita. Aku belum siap kehilangan kamu." Batinku.


...Kevin's POV...


Tuut, panggilannya terputus. "Tunggu, apa Kenzi yang mematikan panggilannya? Kenapa? Kenapa dia tidak mau menjawab pertanyaanku? Apa aku salah??" Batinku bertanya-tanya. Karna penasaran, aku kembali menelpon Kenzi. Berdering, tapi kenapa tidak di angkat?


...Author's POV...


Kevin terus dan terus menelpon Kenzi, tapi tak kunjung di angkat. "Ahh, kalau gini kan aku tambah gak bisa tidur!!" Ucap Kevin. Karna pasrah akhirnya Kevin hanya men-chat Kenzi.


Kevin 📱: Ken, angkat dong. Aku mau ngomong bentar :((


"Vin." Ucap Kenzi, lembut.


"Emmh, Ken maaf. Kamu gak marah kan?" Kata Kevin.


"Nggak." Jawab Kenzi.


"Kev, aku suka sama kamu." Ucap Kenzi.


"ARRRRGGGHH, NGAPAIN GUA NGOMONG ITU SEKARANG?!" Batin Kenzi, dia mengacak-acak rambutnya.


"H- hah?" Kata Kevin, bingung.


"Maksudnya?" Tanya Kevin, wajahnya merah merona. Dia kaget sekaligus senang.


"Uh umm, lupakan." Kata Kenzi.


"Ken.." kata Kevin.


"Ah, iya kenapa?" Balas Kenzi.


"Temenin aku bobo ya...?" Kata Kevin, dari sebrang sana wajahnya sudah sangat merah.


"Hah? Emmh, iyah sayang." Jawab Kenzi, tanpa ia sadari ia mengucapkan sayang pada Kevin.


"Hah? Di... dia tadi panggil aku apa? Sayang?!" Batin Kevin.


...****************...


Beberapa menit kemudian, tanpa di sadari Kevin tertidur.


"Kev, kevin..." panggil Kenzi.


"Sepertinya dia sudah tidur." Batin Kenzi.


"Selamat malam ya sayang.. semoga mimpi


indah." Ucap Kenzi lalu memutus panggilannya.


-T.B.C


Author's Note :


Ok seperti biasa saya akan meminta kritik dan saran. (Mungkin minta di perpanjang ceritanya kali ya :^)


Ok nanti Author usahakan untuk memperpanjang kalimatnya (Kalau niat sih wkwk 😭)


MOHON MANGAP BILA ADA TYPO ATAU KALIMAT YANG TIDAK DAPAT DI PAHAMI


👁👄👁🤙


Ok segitu aja, jangan lupa like-vote-komen ya guys.


Kasih kritik dan saran juga biar author rajin update terus ceritanya makin panjanggg :v