
Kenzi's POV
🍃Flashback🍃
Waktu itu umurku masih sekitar 8 tahun. Aku melihat anak seusiaku duduk sendiri di taman bermain. Karna penasaran, aku pun menghampirinya.
Aku duduk di sampingnya dan melirik wajahnya sekilas. Mata nya berukuran normal, bibirnya kecil mungil dan berwarna peach, wajahnya tirus tapi pipinya tembem, hidungnya mancung dan kesan yang ku berikan padanya saat itu adalah 'cantik'.
"Hai..." aku menyapanya. Ia menoleh dan tersenyum tipis padaku.
"Nama kamu siapa?" Tanyaku.
"Ke... Kevin Safiro, panggil aja Kevin." Jawabnya sambil tersenyum manis padaku.
"Aku-" ucapan ku terpotong saat Kuro menarik tanganku.
Ia membawa ku pergi menjauh dari Kevin.
"Ehh... Kuro! Kenapa sih?" Tanya ku.
"Hmph! Aku gak suka kamu deket-deket sama orang lain!" Ucapnya sambil mengembungkan pipinya.
"Ah, tapi kan kasian dia sendiri..." kataku.
"Cih pokoknya Kuro gak suka! Hmph!" Kata Kuro.
"Haahhh..." aku menghela nafas kasar.
Esoknya, aku melihat Kevin di tempat yang sama. Setiap ada kesempatanku untuk mendekatinya, Kuro selalu saja menghalangiku.
Sejujurnya aku kurang menyukai sifa Kuro. Sejak kecil ia selalu ingin semua orang menuruti perkataannya. Dia hobi membully orang lain. Meskipun sering ku tegur dia untuk tak melakukannya, dia tetap saja melakukannya.
...***...
Saat itu aku sedang makan siang di kantin bersama Kuro. Hening, tidak ada satupun dari kami yang mengatakan sepatah kata pun.
Tiba-tiba Kuro berkata dengan, "Ken, aku benzi Kevin. Kamu jangan deket-deket ya sama dia?"
"Hah?" Aku mencoba untuk mencerna apa yang di katakan oleh Kuro.
"Please ya? Ya?" Ucap Kuro lagi.
"Tapi kenapa Ro?" Tanyaku.
"Kalau kamu temenan sama dia, liat aja nanti. Aku bakalan buat dia malu nanti!" Kata Kuro.
"Kok kamu jahat sih?" Tanyaku.
"Hmph, liat aja nanti. Kalau kamu masih ngedeketin si Kevin apa lagi temenan sama dia, aku jamin dia bakalan malu satu sekolah!" Ujarnya lalu berlalu meninggalkanku.
Aku diam membeku di tempat. Aku menuruti perkataan Kuro karna aku takut terjadi apa-apa pada Kevin. Tapi, beberapa hari setelahnya Kevin pindah sekolah ke sekolah lain. Aku kaget mendengar kabar itu.
Seketika aku menyesal karna belum sempat mengenal Kevin lebih jauh lagi. Aku bahkan belum mengenalkan diriku padanya. Aku menyesal menuruti perkataan Kuro. Aku sadar betapa egoisnya dia.
"Aku tak ingin lagi berteman denganmu!" Seruku padanya.
"Hah? Kenapa? Apa karna Kevin si*lan itu?" Tanya nya. Itu adalah pertama kalinya aku mendengar Kuro berkata kasar.
"Bukan, aku muak pada sifat burukmu ini!" Ucapku lalu pergi meninggalkannya.
Setelah itu aku tak pernah bicara dengannya lagi. Setahun pun berlalu, aku naik ke kelas 3. Aku mendengar kabar bahwa Kuro akan pindah ke Jepang. Aku tak peduli, karna kami bukan sahabat lagi.
Aku mengenal Kuro sejak umur 3 tahun. Dulu aku begitu menyayanginya, tapi sekarang aku begitu membencinya.
1 tahun dan 2 tahun pun berlalu. Aku naik ke kelas 5 SD. Aku bertemu dengan Amanda, si murid pindahan. Saat itu aku sebangku dengannya karna aku tak memiliki teman sebangku.
"Hai!" Sapanya.
"Halo." Jawabku singkat.
"Ekhem... ekhem... kenalin... namaku Amanda Maulida. Panggil aja Amanda!" Katanya sambil mengulurkan tangannya padaku.
"Kenzi Apriliano. Panggil aja Kenzi." Jawabku dingin.
"Oh iya, berhubung kamu temen sebangku aku. Aku cuma mau bilang, hati-hati soalnya aku cewek Fujo." Ucapnya sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.
"Hah? Fujo?" Tanyaku heran.
"Ahh~ lupakan apa yang ku katakan tadi." Jawabnya.
Semenjak saat itu Amanda selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Ia menjadi sahabatku, bahkan ia bercerita bahwa ia sangat suka cerita tentang hubungan sesama jenis. Aku heran dengan hobinya itu. Pantas saja dia jomblo.
Amanda juga sering bertanya apa suka dengan laki-laki atau tidak. Dulu aku menjawab, "Tentu saja tidak!" Tapi sekarang jawaban ku berbeda ketika kami memasuki SMP.
Saat itu siswa dan siswi tengah berkumpul di lapangan sekolah. Aku diam tak melakukan apa pun, tapi aku melihat sosok yang sangat mirip dengan orang yang sedang ku cari.
"Kevin?" Batin ku.
Aku berjalan mendekatinya dan berpura-pura tak sengaja menabraknya.
"Ah, maaf." Ucapku sambil mengulurkan tanganku padanya.
"Ah, nggak apa-apa." Kata Kevin. Lalu, ia tersenyum manis padaku.
Karna malu aku berlalu pergi meninggalkannya.
Pembagian ruang kelas telah di bagikan. Aku masuk ke kelas 1A, itu artinya aku masuk ke kelas yang sama dengan Amanda. Tapi, Aku melihat sosok Kevin di sana. Betapa bahagianya aku ketika melihatnya.
Ia duduk di dekat Jendela. Aku mendekat dan duduk di sampingnya. Untung bangkunya masih kosong.
"Hai." Sapa ku padanya.
Dia menoleh padaku. Dan menajawab, "Hai."
Aku tersenyum manis kepadanya. Aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu padanya.
"Gue Kenzi Apriliano, lu?" Tanyaku.
"Kevin Safiro, panggil aja Kevin." Jawabnya.
Tiba-tiba Amanda mendekat dan berkata, "Gue Amanda Maulida Si Cewek Fujo!"
Kevin terkekeh mendengar ucapan Amanda. Ia tersenyum manis.
"Akhirnya kita bertemu lagi, Kevin..." batinku.
Note : Tim Gadang mana nih? Wkwk