
...Author's POV...
Kevin terbangun dari tidurnya, ia melihat sosok Kenzi yang memeluknya. Kevin masih tak percaya bahwa orang yang memeluknya ini sekarang menjadi pacarnya.
Lalu, Kevin mengecup bibir Kenzi sekilas.
"Emmphhh!!" Kevin kaget karna Kenzi menciumnya balik.
Kenzi mengubah kecupan tersebut menjadi ciuman. Ia memegang kepala Kevin lalu mengemut bibir Kevin.
"Mmmphh, mmmh" desah Kevin yang membuat adik kecil Kenzi bangun.
Kenzi melepas ciumannya.
"Haahh... hahh.." Kevin berusaha mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Apa... apa yang... kau lakukan?" Tanya Kevin.
"Mencium mu. Suruh siapa memancing ku duluan? Lihat kan, adik kecilku jadi bangun." Ucap Kenzi sambil menunjukkan benda yang bergerak-gerak di balik celananya.
"Ng- maaf..." kata Kevin sambil menunjukkan raut wajah sedih.
Kenzi hendak pergi ke kamar mandi untuk menyelesaikan urusannya, tapi tangannya di tahan oleh Kevin.
"Hem? Kenapa?" Tanya Kenzi.
"Emmm, gak jadi..." jawab Kevin sambil menggelengkan kepalanya, pelan.
...••••...
Kevin membuka pintu kamarnya. Ia kaget melihat Amanda tertidur pulas di depan Kamarnya.
"Eh, Amanda?" Gumam Kevin.
"Haahhh..." Kev menghela nafasnya.
Ia berjongkok lalu membangunkan Amanda.
"Man... Amanda.... Maann?" Panggil Kevin.
"Hemm..." Amanda menolak untuk bangun dan lebih memilih untuk melanjutkan acara tidurnya.
"Hahh... sudahlah." Ucap Kevin pasrah, biarlah Amanda tidur asalkan tidur itu tidak selamanya.
Kevin pergi memasak ke dapur.
"Aku udah kayak ibu rumah tangga aja..." batin Kevin.
Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.
"Pagi sayang" ucap Kenzi menggoda Kevin.
Blush, wajah Kevin seketika berubah menjadi merah.
"Ah, euhmmm... pagi..." kata Kevin.
Ia melanjutkan kegiatan masaknya, tapi Kenzi tiba-tiba mencium leher Kevin dari belakang.
"Ahhh... emmm... Kenzi geli..." ucap Kevin.
"Woyy!! Hape mana hape?!" Batin Amanda. Dia merogoh saku celananya berharap handphonenya ada di sana.
Amanda mendapatkan handphonenya, tapi sayangnya baterainya habis.
"Sial..." gumam Amanda.
"Ukhhh Kenzi jangan...." Kevin berusahan untuk melepaskan diri dari Kenzi yang hendak membuka sleting celana Kevin.
Crooot, Amanda mengeluarkan darah dari hidungnya. Dia pikir ini adalah pemandangan yang indah karna dia menyaksikannya secara langsung.
"Ahhh~ Indahnya..." batinnya sambil tersenyum-senyum.
Amanda segara menyari tempat untuknya bersembunyi sekaligus menyaksikan adegan 'Yaoi Live Action'.
"Bagus... terus.... buka celananya Ken!" Batin Amanda. Ia mengusap darah yang ada di hidungnya.
"Ken, na... nanti kalau Amanda liat gimana?" Ucap Kevin sambil menahan tangan Kenzi yang akan membuka celana Kevin.
"Udah gak apa-apa." Kata Kenzi.
"Bagus Ken.... lu emang sahabat ter-the best!" Batin Amanda yang terharu dengan sikap Kenzi.
"Ta- tapi aku malu... aku juga lapar nih mau makan..." kata Kevin. Jujur, Kevin belum siap untuk berhubungan bada dengan Kenzi.
"Hahh... ya udah deh...." kata Kenzi, pasrah.
"Yaahhh... kok udahan sih?" Batin Amanda kecewa.
...••••...
Di meja makan, Amanda bukannya makan, dia malah asik melihat Kevin dan Kenzi yang sedang bersuap-suapan mesra.
"Nginep sehari lagi dehhh...." Batin Amanda.
"Aaaa" Kenzi mengarahkan sendok ke arah mulut Kevin.
"Amm..." Kevin memakan makanan yang ada di sendok tersebut.
"Ternyata ngeliat langsung itu feel nya beda ya. Ahhh rasanya aku mau teriak tau gak? Huaaaaa gemoy..." batin Amanda.
Uhk, betapa senangnya Amanda ketika ia melihat pemandangan yang menghangatkan hatinya. Fujoshi mana coba yang tidak ingin menjerit ketika melihat pemandangan seperti ini?
Author's Note 🌻
Halo guys 👋
Gimana keadaan readers author? Semoga sehat selalu yaa...
Jadi guys kalau ada yang kurang memuaskan kalian tinggal kasih kritik dan saran di komentar ya 😊
Jangan lupa untuk Like-Vote-Komen
Terimakasih bagi yang sudah mampir 🌸
Love You All !! ❤