
...Author's POV...
Besoknya adalah hari Sabtu. Kevin terbangun dari tidurnya.
"Emmmh, jam berapa sekarang?" Katanya. Lalu dia melihat jam pada HP nya.
"Ah, baru jam segini..." ucap Kevin. Dia berniat untuk melanjutkan tidurnya.
Tok tok tok
Ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. "Aah, siapa sih?" Kata Kevin.
Dengan malas ia beranjak dari tempat tidurnya lalu turun ke lantai 1 rumahnya.
Ceklek, Kevin membuka pintunya. "Kenzi? Kamu ngapain? Terus itu, kenapa kamu bawa tas?" Tanya Kevin, kaget.
"Hm? Kamu baru bangun ya jam segini?" Kata Kenzi.
"Ah i- iya." Kata Kevin, dia mengucek-ngucek matanya.
"Udah kamu mandi sana! Aku mau ngomong." Kata Kenzi yang di balas anggukan kepala oleh Kevin.
"Ken, tunggu di ruang tamu bentar ya?" Kata Kevin.
"Iya" jawabnya. Lalu dengan cepat Kevin pergi ke atas.
"Harusnya aku mandi dari tadi." Batin Kevin.
Beberapa saat kemudian, Kevin pergi mendatangi Kenzi.
"Ck.. ck, jam segini baru mandi." Ledek Kenzi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aahh, kan hari ini libur." Sahut Kevin dengan raut wajah cemberut.
"Ish jangan begitu dong, nanti kamu kebiasaan loh." Kata Kenzi, menasehati Kevin.
"Iya iya! Terus sekarang kita mau ngapain?" Tanya Kevin.
"Kev, boleh gak aku nginep di sini?" Tanya Kenzi.
...Kenzi's POV...
Aku meminta pada Kevin untuk menginap di rumahnya. Ya, aku tau aku memang punya rumah sendiri. Tapi, aku punya tujuan kenapa aku ingin menginap di rumahnya. (Jangan mikir yang aneh-aneh! Author tau kalian semua mikir apa 🌚)
"Loh, kenapa tiba tiba kamu kau nginep?" Tanya Kevin.
"Emm, gak apa-apa.. haha.." jawabku, aku bingung harus bilang apa padanya.
"Kamu nginepnya hari ini?" Tanya nya lagi.
"Iya. Aku nginep di sini seminggu, gak apa-apa kan?" Ucapku sambil tersenyum padanya.
"E eh, i- iya gak apa-apa!" Jawabnya.
"Tapi... aku tidur nya di kamar kamu gak apa-apa kan?" Tanyaku.
"H- hahh?!"
"Gak apa-apa kan? Ya udah aku ke kamar kamu dulu ya." Kata ku, aku pun membawa tas ku ke kamarnya.
...Kevin's POV...
Aku kaget, kenapa harus di kamarku? Dan kenapa aku tidak bisa menolak?
Lalu, aku menyusul Kenzi ke kamarku.
"Ken.." kataku, memanggil Kenzi.
"Hmm" jawabnya, dia sedang duduk sambil bermain game online di hpnya.
"Kam- kamu tidur di kamar tamu aja yah?" Aku memohon padanya.
"Gak!" Itulah jawabannya.
"Haahh, ya udah deh aku yang tidur di kamar tamu."
"Hah? Nggak! Kamu tidur di sini!" Perintahnya.
"Kamu kenapa sih? Kok jadi begini?" Tanyaku heran.
Habisnya, dia kan jarang menginap di rumahku, kalau menginap juga biasanya dia di kamar Tamu. Tapi sekarang, dia mendadak ingin menginap di rumahku tanpa adanya alasan yang jelas.
"Kev.." panggilnya. Lalu, dia berjalan mendekatiku. Dia menkabedon ku.
"Kamu pasti gak percaya, tapi aku mau melindungi kamu." Ucapnya lembut, tepat di telingaku.
"Me- melindungi ku dari apa?" Tanyaku, heran.
"...."
"Ken?"
"Maaf, Kev.. aku gak bisa kasih tau kamu sekarang. Tapi, kalau kamu ngerasain sesuatu yang berbahaya panggil aku ya." Kata Kenzi.
Entah mengapa ketika mendengarnya aku merasa ketakutan.
"Ken, kam- kamu bercanda doang kan? Berbahaya? Ap- apa nya yang bahaya?"
"Jangan takut. Aku ada di sini." Kata Kenzi.
Lalu, dia memeluk ku. "Hangat." Pelukannya terasa sangat hangat. Tanpa ku sadari air mata menetes di wajahku.
Kenzi melepas pelukannya dan berkata, "Kok kamu nangis?" Katanya sambil menghapus air mata di wajahku.
"Ah, itu..."
"Kalau kamu takut, kamu harus bilang padaku. Ya?" Kata Kenzi.
...****************...
...Author's POV...
7 jam telah berlalu, Kevin dan Kenzi menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol, nonton film, dan bermain game. Sampai...
Drrrt, drrrrt, terdengar suara dering handphone milik Kevin.
"Siapa Kev?" Tanya Kenzi.
"Bentar aku liat dulu." Kata Kevin sambil mengambil hpnya.
"Amanda? Ngapain dia nelpon?" Kata Kevin, lalu dia mengangkat telponnya.
"Halo? Kenapa Manda?" Tanya Kevin.
"WOOOY! GUA UDAH SETENGAH JAM DI DEPAN RUMAH LU!! UDAH GUA KETOK-KETOK, GUA PENCET BEL NYA, TAPI LU NYA KAGAK KELUAR JUGA!" Kata Amanda yang teriakannya terdengar sampai ke Kamar Kevin.
"Ah ummh, ma-maaf Mand. Aku otw ke depan pintu sekarang." Ucap Kevin.
Tuuut...
"Pfft, Si Amanda ya?" Tanya Kenzi.
"I- iya.." jawab Kevin.
"Bentar ya, aku ke bawah bentar. Nanti malah tambah ngamuk kalau aku lama." Kata Kevin.
"Iya" jawab Kenzi.
Tak lama kemudian, ia membuka pintu rumahnya.
"Baru di buka sekarang? LU DARI TADI KEMANA B*NGSA*?" Bentak Amanda.
"Ma- maaf, aku gak denger.." jawab Kevin.
"Lu lagi ngapain sih?! BUDEG YA?!" Bentak Amanda lagi.
"Ng, itu..."
"Gak! Aku gak boleh kasih tau Amanda kalau ada Kenzi di sini... nanti dia malah mikir yang aneh-aneh lagi.." Batin Kevin.
"JAWAB!" Teriak Amanda, tepat di wajah Kevin.
"Emmh, anu..." Kata Kevin, dia sedang berpikir, jawaban apa yang tepat untuk dia jawab.
"Kenapa sih brisik banget?" Kata Kenzi, dia menyusul Kevin ke lantai 1.
"Wait.... kok ada Kenzi?" Tanya Amanda, mimik wajahnya berubah 180°.
"Gua nginep di rumah Kevin, kenapa?" Kata Kenzi.
"Ngi- nginep?!" Kata Amanda dia tersenyum lebar sambil tertawa tidak jelas.
"KEV! LU HARUS JELASIN INI SEMUA! KENAPA KENZI NGINEP DI RUMAH LO? BERARTI TADI LU GAK BUKAIN PINTU KARNA LAGI-" Perkataan Amanda di sela oleh Kevin.
"GAK! APA-APAAN LO?! KITA GAK NGAPA-NGAPAIN!" Sahut Kevin yang malah sewot.
"Dih, masa gak ngapa-ngapain. Gua yakin lu pasti lagi 'anu-anu' ya sama si Kenzi. JUJUR LOO!" Kata Amanda.
"Hahh, udah-udah gak usah berantem!" Kata Kenzi yang berusaha melerai Kevin dan Amanda yang sedang berdebat.
Beberapa saat kemudian....
Kenzi menjelaskan semuanya yang di simak dengan baik oleh Amanda.
"Ooooh, gitu toh? Ternyata Kenzi cuma nginep doang..." kata Amanda sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Paham kan lu sekarang?" Ucap Kevin.
"Paham, tapi gua yakin nanti malem lu berdua bakalan-"
"DI BILANGIN GUA AMA KENZI GAK BAKAL GITUAN!!" Kata Kevin, berteriak.
"Haha, btw Man lu ngapain ke rumahnya Kevin?" Tanya Kenzi.
"Gua mau ngebabuin si Kevin." Jawab Amanda.
"Pfft.. ngebabuin?" Tanya Kevin sambil tertawa.
"Iya, tadinya kan gua mau ngajakin elo ke Mall buat bawain barang gua nanti. Ehh tapi gak jadi, kan pawang nya ada di sini hehe." Ledek Amanda.
"Hahhh, dahlah gua balik ya. Gua ke Mall nya sendiri aja. Bye guys." Kata Amanda. Lalu dia pergi keluar dari rumah Kevin.
"Cih dasar Cewek Fujo akut!" Ucap Kevin.
"Udahlah, yuk ke atas. Tutup dulu tuh pintunya." Kata Kenzi.
"Hmm, iya." Kevin menuruti perkataan Kenzi lalu mengikutinya ke Kamar.
-T.B.C
Author's Note :
Guys segini panjang gak? 😭
Gua bikin ampe bengek tau ngak :v
Ok udah-udah curhat nya
Jangan lupa like-vote-komen ya guys.
Kasih kritik dan saran juga biar Author rajin Update :vvv