
...Kevin's POV...
Pukul 22.46, aku sudah bersiap-siap untuk pergi tidur. Sedangkan Kenzi, dia bilang dia masih belum mengantuk jadi aku akan tidur lebih dulu.
"Ken, aku tidur duluan ya.." ucapku sambil pergi ke tempat tidur.
"Hmmm" jawabnya singkat. Ia terlalu serius pada handphone nya.
"Sebenarnya apa yang sedang Kenzi lakukan?" Batinku. Kenapa aku jadi kepo begini? "Ahhh sudahlah! Aku lebih baik tidur." Batinku lagi.
20 menit kemudian.....
"Ahhh, kenapa aku tidak bisa tidur?" Batinku.
Lalu, aku menghadap ke arah Kenzi yang masih fokus pada handphone nya. Dia melihat ke arah ku, spontan aku menutup mata dan berbalik arah.
Aku merasa seperti ada orang yang datang. Aku terus memejamkan mataku. Dan.... Kenzi memeluk tubuhku dari belakang.
"Aku tau kamu belum tidur, ya kan?" Tanya Kenzi padaku. Eh? Dia tau dari mana kalau aku belum tidur?
"Ke... Ken?" Panggil ku.
Bukannya menjawabku dia malah mengeratkan pelukannya dan berbisik, "Tidurlah." Bisiknya, tepat di telingaku.
"Euhhmm, I- iya." Jawabku.
...Kenzi's POV...
Aku tau dia belum tidur, jadi aku memeluknya dari belakang. Tubuhnya sangat empuk, mungkin enak jika ku 'makan'. Ahh, sekarang bukan waktunya untuk memikirkan itu!
Aku berbisik padanya, "Tidurlah."
"Euhhmm, I- iya." Jawabnya.
Tunggu, apa barusan dia mendesah? "Sial.." batinku. Haa, kenapa juniorku harus tegang sekarang? Lalu, aku memeluk erat dirinya. Tubuhnya, kenapa tubuhnya sangat harum dan manis? (Heh lu kira dia mangga apa :v)
Aku benar-benar ingin memakannya sekarang!
"Ke... Ken?" Panggil Kevin.
"Hmm?" Jawabku.
"Bisa gak, kamu gak terlalu erat meluk aku?" Tanya nya.
"Kenapa?" Kataku yang semakin mengeratkan pelukannya.
"P.. pa.. panas." Katanya. Ya, aku memang merasakan panas pada tubuhnya.
"Ma- maaf!" Ucapku, lalu aku melepaskan pelukannya.
Kevin terlihat sedikit menjauh dariku. Dan aku sedikit mendekatkan diriku padanya. Begitu terus sampai dia terpojok di tembok.
"Ke... Ken, ja.. jangan terlalu dekat." Katanya.
"Kenapa?" Tanyaku. Aku memeluknya dari belakang.
"Emm, it.. itu.... panas..." Jawabnya.
"Emmm, uhhh.... it- itu..." Ucapnya terbata-bata. Sepertinya dia kehabisan kata-kata.
Lalu, dia berbalik ke arahku dan memeluk ku, aku membalas pelukan nya.
"Tolong jangan berkata apa pun!" Katanya.
Aku hanya bisa diam sebagai jawaban. Dan, aku merasa seperti ada yang bergerak-gerak di bawah sana.
"Hahh? Di.. dia?" Batinku.
"Kev, kau..."
"Diam!" Kata Kevin. Dia semakin mengeratkan pelukannya.
Sedangkan aku mengelus kepalanya.
"Tenanglah." Ucapku padanya.
Tak lama kemudian, dia tertidur di dalam pelukan ku.
"Manis..." Batinku.
...Author's POV...
Besoknya....
Kevin membuka matanya perlahan. Samar-samar ia dapat melihat orang yang berada di sampingnya.
"Ken.. zi?" Ucap Kevin dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.
"Pagi Kev." Ucap Kenzi sambil tersenyum manis ke arah Kevin.
"Tunggu... kenapa ada Kenzi di sini?" Batin Kevin yang berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi kemarin.
"Ah ya ampun.. apa yang aku lakukan tadi malam? Bisa-bisa nya aku 'bereaksi' hanya karna di peluk." Batin Kevin. Pipinya terlihat merah merona karna mengingat apa yang terjadi semalam.
"Ke.. Kenzi soal yang semalam, tolong lupakan ya?" Pinta Kevin pada Kenzi.
"Ah, itu-" Kenzi yang belum selesai bicara langsung di potong perkataannya oleh Kevin.
"Po.. pokoknya lupakan!" Kata Kevin, sambil menutupi wajahnya.
"Haiss, imutnya..." Batin Kenzi
-T.B.C
Author's Note :
Ok guys, makasih buat kritik dan sarannya ya :v
Kalau bisa kasih kritik dan saran lagi ya guys.
Luv You ❤