
...Author's POV...
"A.. aku... pulang dulu ya? Bye-bye..." ucap Amanda dan segera pergi meninggalkan Kevin dan Kenzi.
Setelah kepergiannya, Kevin terdiam. Ia masih bingung, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Kenzi tidak mau memberitahukan apapun kepadanya?
"Ken..." panggil Kevin tanpa menatap Kenzi. Ia menundukkan kepalanya.
"Hm?" Jawab Kenzi singkat.
"Tolong jujur, sebenernya ada apa? Kenapa sikap kamu aneh? Please Ken, jujur sama aku..." lirih Kevin sambil meremas baju yang ia kenakan.
"Maaf Kev... tapi aku gak bisa! Tolong jangan tanya aku lagi." Ucap Kenzi.
"Tapi, Keen aku penasaran. Sebenarnya itu kalian kenapa? Kenapa aku gak boleh tau?" Lirih Kevin.
"Kev ngerti gak sih? Tolong jangan tanya lagi!!" Bentak Kenzi.
"Ta.. tapi..."
"KAMU NGERTI GAK SIH?!" Bentak Kenzi.
Mata Kevin sudah berlinang air mata. Itu adalah pertama kalinya Kenzi membentak Kevin. Padahal ia hanya bertanya tentang 1 hal saja, kenapa Kenzi sampai membentaknya? Jika Amanda ada di sini pasti Kenzi sudah habis di hajar olehnya.
"Ah.. m- maaf..." ucap Kevin sambil menghapus air matanya.
Kenzi ingin memeluk Kevin, ia merasa sangat bersalah. Tapi, ia urungkan niat nya itu.
...***...
Kevin dan Kenzi tidak saling bicara sepatah kata pun. Kevin hanya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Berbeda dengan Kenzi yang menjadi dingin. Bahkan, mereka tidur saling membelakangi.
"Besok aku pulang." Ucap Kenzi.
"Ehm.." jawab Kevin singkat.
Kevin tidur sambil memeluk gulingnya. Ia menangis, tapi Kenzi tidak mengetahuinya. Hatinya sakit, padahal baru beberapa hari mereka pacaran. Tapi kenapa jadi begini? Ini bukanlah hal yang Kevin inginkan.
...***...
...Kevin's POV...
Aku membuka mataku. Aku menangis semalaman dan aku tidak tau aku tidur jam berapa. Aku melihat ke sampingku, Kenzi sudah tidak ada. Aku berasumsi bahwa ia kembali ke rumahnya.
"Hiks... hiks..." aku menangis.
"Huaaaa...." aku tak bisa memendamnya lagi. Aku menangis sejadi-jadinya.
Aku menggigit bibirku dan memeluk bantalku. Aku tak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Aku tak ingin kami berpisah. Aku tak ingin hubungan kami menjadi retak. Aku... aku mencintainya, aku sangat mencintainya.
"Hiks... Ken... zi..." lirihku.
Aku mengusap air mataku. Aku mengambil handphone ku. Tidak ada pesan dari Kenzi. Apa yang aku lakukan salah? Apa pertanyaanku begitu salah?
Aku beranjak dari kasurku dan pergi ke kmar mandi. Aku mencuci muka ku. Mata ku terlihat sembab karna menangis. Lalu, aku menggosok gigiku dan pergi ke dapur.
Aku memasak, tapi kali ini aku memasak hanya untuk diriku sendiri.
"Hiks..." aku kembali menangis, rasanya hatiku sakit sekali.
...***...
...Kenzi's POV...
Aku kembali ke rumahku. Aku benar-benar bingung. Aku harus apa? Apa aku harus menceritakan semua rahasia yang selama ini ku jaga? Aku tak ingin hubungan kami berdua retak.
Aku tau dia akan marah ketika mengetahui bahwa ayahku yang membunuh kedua orang tuanya. Tapi sekarang, beliau sudah tiada. Dan sekarang aku tinggal hanya dengan ibuku, beliau ada seorang wanita karir. Ia jarang sekali kembali ke rumah semenjak ayah meninggal.
Aku selalu kesepian di rumah. Kadang, aku selalu membayangkan Kevin ketika dia menjadi istriku.
"Haahhh..." aku menghela nafasku dengan kasar.
Aku masih bimbang. Jika aku tidak menceritakannya, hubungan kami akan semakin retak. Jika aku menceritakan semuanya, aku khawatir dia akan menjauhiku, karna tau orang tua nya meninggal karna ayahku.
Triiinggg
Seseorang menelponku, aku mengambil handphone ku. Di layar terlihat nama 'Amanda'. Aku langsung mengangkatnya.
"Halo Ken, lu di ada mana sekarang?!" Tanya Amanda. Dari nada suaranya ia terdengar sangat marah.
-T.B.C
Note :
Author mo cerita nih. Kalian tau Bright Vachirawit ga? Ih sumpah author syok berat pas tau Ruang Guru ngundang dia 😭🔫
Oh iya nanti author mau ngasih seme buat si Kuro. Kalian maunya sifat semenya yang kek gimana? Kalau author sih pengennya ngasih Seme yang kek Seungho atau gak Sangwoo abu :v