In Love With My BFF {BL}

In Love With My BFF {BL}
Chap 29 - Fujoshi's Diary



Namanya Amanda Maulida. Namanya memang bagus tapi tak seindah kehidupannya.


Amanda terlahir dari keluarga yang terbilang berkecukupan. Meskipun bergelimang harta, ia tak pernah bisa merasakan kenyamanan di 'rumah'nya.


Orang tua Amanda bercerai sejak Amanda masih berumur 3 tahun. Selama ini Amanda selalu berpikir, jika dia berpura-pura tidak tau apa-apa, semuanya akan baik-baik saja.


Amanda memang anak yang periang sejak kecil. Ia selalu tersenyum dan tertawa, tapi dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia tak merasakan apa pun. Amanda tidak pernah mau membicarakan apapun tentang keluarganya, ia selalu menghindari pertanyaan, 'Siapa nama orang tuamu?' atau 'Apa pekerjaan ibu dan ayahmu?'


Amanda tak pernah merasa memiliki keluarga. Meskipun ia tau keluarganya tak memiliki niat untuk menyakitinya, ia selalu tak ma berurusan dengan keluarganya. Karna ia tau, bahwa hal yang dia lakukan akan selalu salah di mata keluarganya.


Saat umur Amanda menginjak umur 4 tahun, ibunya Amanda menikah lagi dengan seseorang. Awalnya Amanda pikir pasti ayah tirinya itu akan membencinya, tapi semuanya salah. Ayah tiri Amanda selalu memperlakukan Amanda dengan baik. Ia mendapatkan kasih sayang yang bahkan lebih dari apa yang ayah kandungnya berikan.


Ayah tiri Amanda bekerja sebagai seorang TNI Angkatan Laut, jadi Amanda jarang bertemu dengan ayah tirinya itu. Ayah tiri Amanda biasa pulang ke rumah 6 bulan sekali. Amanda selalu kesepian jika dia berada di rumahnya.


Ketika Amanda naik ke kelas 5 SD, ayah kandungnya menemuinya di sekolah. Awalnya Amanda menolak untuk menemuinya, tapi karna paksaan dari ayah kandungnya itu ia terpaksa untuk menemuinya.


"Siapa kau?" Tanya Amanda, sekali lagi ia berpura-pura tak tau apa-apa.


"Aku ayah kandungmu." Jawabnya.


"Aku gak peduli, aku mau balik ke kelas." Kata Amanda dengan nada yang dingin.


"Tunggu, ambilah uang ini. Maaf aku tak pernah menemuimu dan maaf aku tak pernah menafkahimu." Katanya.


Amanda mengambil uang tersebut dan pergi meninggalkan ayah kandungnya.


Di perjalanan menuju ke kelas, ia menangis. Banyak sekali orang bahkan kakak kelas yang berbisik-bisik ketika melihatnya.


Sesampainya di kelas, Cahaya dan Lestari teman Amanda menyambutnya dengan pelukan di kelas.


"Hiks... kenapa begini? Kenapa mau bahagia susah banget?" Tanya Amanda entah kepada siapa.


"Yang sabar Man..." Kata Lestari menyemangati.


"Iya yang sabar ya, ini ujian." Kata Cahaya.


Seisi kelas melihat Amanda menangis. Bahkan mereka ikut sedih melihat Amanda seperti itu.


...***...


Beberapa minggu kemudian, Amanda harus pindah. Ia harus meninggalkan teman-teman dan sahabatnya.


"Besok kamu pindah ya? Yahh gak ada temen ngehalu lagi dong." Kata Cahaya.


"Aku sih gak mau nonton h"m" sama Cahaya. Pengeng kuping aku dengerin dia teriak-teriak." Kata Lestari.


"Hmm, ya udah ya guys. Aku pamit dulu. Kalian jaga diri baik-baik yah?" Kata Amanda lalu pergi meninggalkan ke-2 sahabatnya itu.


"NANTI KITA KAPAN-KAPAN KETEMUAN YAA?" Teriak mereka berdua.


"IYAAA!" Jawab Amanda sambik mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.


Amanda kembali duduk ke posisinya semula. Ia menahan tangisnya.


Saat masuk ke kelasnya ia memperkenalkan diri.


"Hai aku Amanda Maulida. Panggil aja Amanda. Salken ya!" Kata Amanda sambil tersenyum manis.


"Ya udah kamu boleh duduk di sana." Kata sang guru sambil menunjuk ke arah bangku kosong tepat di sebelah Kenzi.


Amanda mengangguk lalu berjalan ke arah meja tersebut.


"Hai!" Sapa Amanda pada Kenzi.


"Halo." Jawab Kenzi singkat.


"Ekhem... ekhem... kenalin... namaku Amanda Maulida. Panggil aja Amanda!" Kata Amanda memperkenalkan diri.


"Kenzi Apriliano. Panggil aja Kenzi." Kata Kenzi, dingin.


"Buset es batu." Batin Amanda.


"Eh, dia kayaknya seme deh. Hehe..." Batin Amanda.


"Oh iya, berhubung kamu temen sebangku aku. Aku cuma mau bilang, hati-hati soalnya aku cewek Fujo." Ucap Amanda sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.


"Hah? Fujo?" Tanya Kenzi bingung.


"Ahhh~ lupakan apa yang ku katakan tadi." Kata Amanda.


"Cekokin BL ah... tapi kayaknya susah deh." Batin Amanda.


Hari itu ia merasa senang kembali karna menemukan teman baru. Semakin hari Kenzi dan Amanda menjadi dekat dan menjadi sahabat. Dan saat mereka naik ke kelas 6 Amanda terkejut ketika mengetahui bahwa Kenzi menyukai anak laki-laki yang bernama 'Kevin'.


"Hah? Beneran nih? L... lu gak bohong kan?" Tanya Amanda.


"Gak lah ngapain gua bohong." Jawab Kenzi.


Amanda langsung tersenyum dan tertawa tidak jelas.


"Cantik gak?" Tanya Amanda.


"Manis." Jawab Kenzi.


"AHHH YA AMPUN COBA AJA INI DI HUTAN AKU UDAH TERIAK PASTI!!!" Kata Amanda dalam hatinya.


"Yah, aku harap kau akan bertemu dengannya lagi. Dengan begitu aku akan mendapatkan banyak asupan... hehe." Kata Amanda.


"Saraf..." Batin Kenzi.


-T.B.C


^^^^^^Note : Cerita Amanda ini terinspirasi dari kehidupan Author. Tapi soal yang pindah sekolah itu, Author gak pernah pindah sekolah :v. Tapi nanti Author naik kelas ke SMP jadi pasti pisah sama temen-temen Author. Sedih banget ')^^^^^^