
...Author's POV...
"Iya-iya gua tau. Terus lu jujur ama gue kan kalau lu itu suka sama Kevin." Kata Amanda melanjutkan ceritanya.
"Cih, si Kuro itu bener-bener ya! Ternyata dia itu gesrek sejak dini!" Lanjut Amanda.
"Man, lu inget cewek yang waktu itu nyamper kita di kantin gak?" Tanya Kenzi.
"Yang lu bilang nembak elu kan? Inget lah." Jawab Amanda mantap.
"Dia itu sebenernya waktu itu bilang kalau si Kuro bakalan balik ke Indo. Terus cewek itu bilang kalau dia itu suruhan Kuro." Ucap Kenzi.
"Jadi pengen bantai si Kuro." Kata Amanda dengan senyum jahatnya.
...***...
Di kamarnya Kevin terbangun tanpa adanya Kenzi di sampingnya. Ia duduk dan mengucek-ucek matanya.
"Hoaammm..." Kevin menguap dan berdiri.
Dia pergi keluar dari kamarnya hanya dengan selimut yang menutupi tubuhnya kecuali lehernya.
Ia turun ke lantai 1 dan mendengar suara dari ruang tamu. Ia pergi mendatangi sumber suara tersebut. Kevin melihat Kenzi dan Amanda yang sedang mengobrol.
"Ken?" Panggil Kevin sambil mengucek-ucek matanya.
Amanda melihat tubuh Kevin yang hanya di tutupi oleh selimut dan bekas Kissmark di lehernya.
Amanda tersenyum-senyum sendiri. Kenzi bangun dari tempat duduknya dan menggendong Kevin untuk pergi ke kamarnya.
Kenzi membuka pintu kamar mandi yang berada di kamar Kevin. Ia memasukkan Kevin ke bathup dan menyalakan airnya dengan temperatur hangat. Kenzi membuka bajunya dan ikut masuk ke bathup. Padahal dia sudah mandi.
"Hoaammm..." Kevin menguap. Ia masih mengantuk.
Kenzi membelai wajah Kevin.
"Ken..." panggil Kevin.
"Hmm?" Jawab Kenzi lembut.
"Kenapa ada Amanda di sini?" Tanya Kevin.
"Uhm... aku sedang bicara sesuatu yang penting dengannya..." jawab Kenzi.
"Ngomongin apa?" Tanya Kevin dengan wajah polosnya.
"...." Kenzi tidak menjawab pertanyaan kekasih nya itu.
"Apa?" Jawab Kenzi.
"Sebenernya kamu, Amanda sama Kuro itu ada hubungan apa? Perasaan semenjak Kuro pindah ke sekolah kita, kamu sama Amanda jadi aneh gitu. Terus Amanda bilang..." Ucapan Kevin terhenti.
"Dia bilang apa?" Tanya Kenzi.
"Dia bilang, 'Kev, kamu percaya sama aku gak? Kamu jangan deket-deket sama Kuro, ya?', gitu katanya." Jelas Kevin.
"Haahhh..." Kenzi menghela nafasnya.
Haruskah Kenzi menceritakannya semuanya kepada Kevin? Haruskah ia membongkar semua rahasia yang selama ini ia tutup-tutupi? Ia tak ingin hubungan keduanya retak. Apalagi jika Kevin tau bahwa orangtuanya meninggal bukan karna kecelakaan, melainkan di bunuh oleh ayah Kenzi sendiri.
...***...
Kenzi memakaikan baju kepada Kevin. Ia sesekali menelan salivanya karna menahan dirinya.
"Udah... turun ke bawah, yuk?" Ajak Kenzi yang di jawab anggukan oleh Kevin.
...***...
Amanda di ruang tamu Kevin sedang asyik membaca Manhwa Yaoi. Sesekali ia tersenyum dan menutup mulutnya supaya ia tidak teriak.
"Genjod terus bang! Ayok semangat!" Batin Amanda.
Kevin dan Kenzi yang melihat Amanda yang tersenyum, hanya bisa menghela nafasnya. Toh, itu juga sudah menjadi hobi dan keseharian Amanda.
"Manda?" Panggil Kevin.
Mereka berdua berjalan ke arah sofa. Kevin duduk di sebelah Kenzi. Kenzi melirik Amanda, tatapan nya sangat menyeramkan. Amanda begidik ngeri melihatnya.
"Kenapa kamu ke sini Man?" Tanya Kevin.
"A... aku... emmm, aku mau bicara sama Kenzi, haha..." kata Amanda sambil menggaruk kepalanya.
"Man, Ken... kalian sebenernya nyembunyiin apa dari aku? Rasanya dari kemaren tuh kalian sikap nya aneh..." Tanya Kevin.
"A... are... itu..." Amanda meremas celananya.
"Kamu nanya apaan Kev? Kita gak nyembunyiin apa-apa kok..." kata Kenzi, ia tak menatap mata Kevin.
"Lebih baik aku tanya ke Kuro...." batin Kevin.
-T.B.C