
Kevin's POV
"Po... pokoknya lupakan!" Ucapku sambil menutupi wajahku dengan tanganku.
"Hahh, iya-iya." Jawab Kenzi.
"Ka.. kalau begitu aku mandi dulu.." kataku.
Dengan cepat ku langkahkan kaki ku dan pergi ke kamar mandi.
Kamar Mandi
"Ahhh apa yang aku lakukan?! Kenapa aku bereaksi semalam? Aahhh apa yang harus aku katakan pada Kenzi? Aku malu..." keluhku dalam hati.
"Hufft, oke bersikap normal saja. Anggap saja tak ada yang terjadi." Gumam ku sambil menampar pelan pipiku dengan kedua tanganku.
Tak lama kemudian, aku keluar dari kamar mandi. Aku melihat Kenzi sedang sibuk dengan handphone nya. Lalu, aku mendekatinya dan duduk di sampingnya.
"Perasaan dari kemaren kamu sibuk sendiri terus." Ucap ku.
"Kenapa? Apa kamu cemburu?" Tanya Kenzi. Ia tersenyum sambil tertawa kecil.
"Apa... bu.. bukan itu!" Kata ku terbata-bata.
"Haha... ya elah canda doang" Kata Kenzi.
"Ahhh, berhentilah menggodaku!!" Protes ku dalam hati.
Tok, tok, tok
Seperti ada suara ketukan pintu. Tapi siapa yang datang ke rumahku pagi-pagi begini? Ah, perasaan ku tidak enak.
"Bentar ya Ken, aku buka pintu dulu. Kamu mandi sana!" Ucapku.
Aku berdiri dan pergi turun ke lantai 1 untuk membukakan pintu.
"Semoga firasat ku salah." Batinku.
Aku meraih gagang pintu dan membuka pintunya.
"Hai!" Ucap seorang perempuan yang kelihatannya sangat bersemangat. Ya, siapa lagi kalau bukan Amanda Si Cewek Fujo.
"Ngapain?" Tanyaku dengan ekspresi wajah yang tak bisa di jelaskan.
"Lu gak liat apah gua udah bawa tas gede? Ya mau nginep lah!" Ucapnya sambil tersenyum jahat.
"Pergi sana! Lu gak di terima di sini!" Kataku. Aku ingin menutup pintunya tapi di cegat oleh Amanda.
"Wehh, jangan gitulah! Kita ini kan sahabat! Ya kan??" Ucapnya dengan wajah memelasnya. Bukannya merasa iba aku malah merasa semakin kesal.
"Gak usah gitu deh. Gua bukannya iba malah makin kesel tau gak?" Kataku.
"Ck, ya udah ayo masuk!" Kataku. Aku sudah pasrah dan membiarkannya masuk ke dalam rumah ku.
"Oh iya, btw si Kenzi kemana?" Tanya Amanda.
"Lagi mandi kali" jawabku.
Krrruuyuuukkk
"Pfffft, lu belum sarapan ya?" Tanya Amanda sambil tertawa.
"Be- belum..." Jawab ku.
"Karna semangat buat anak, sampai lupa sarapan ya?." Ledek Amanda.
"Jangan ngajakin ribut deh!" Ucap ku pada Amanda.
"Ya udah lu masak aja sana! Gua juga belom makan nih. Hehe..."
"Ck, nyusahin aja lu." Kata ku sambil pergi ke dapur.
"Ya kan sekalian, ashuu!" Kata Amanda. Dia terlihat pergi ke lantai atas.
"Ck, ada-ada aja" batin ku.
Author's POV
Selesai memasak, Kevin menyiapkan semua makanannya di atas meja. Tak lama kemudian, Kenzi muncul di susul dengan Amanda di belakang nya.
"Beruntung banget ya Si Kenzi, punya calon istrinya jago masak.. hihihi" Ledek Amanda.
"Iya dong. Emangnya elu, kagak bisa masak. Lu tuh bisanya makan doang tau gak?" Kata Kenzi, membalas perkataan Amanda.
Blush, tanpa di sadari pipi Kevin memerah.
"Ehh? Kenapa Kev? Kok pipinya merah? Kamu sakit?" Tanya Kenzi pada Kevin.
"Bwahaha, bukan sakit bambang! Dia lagi ngeblush." Jelas Amanda sambil mengunyah makanannya.
"U.. udah a.. a.. aku gak apa-apa kok!" Jawab Kevin sambil tersenyum.
"Hah, syukurlah kalau begitu." Kata Kenzi.
"Anjim, bisa-bisa diabetes gue..." batin Amanda sambil menahan senyumnya.
-T.B.C
...Note : Maaf lama updatenya, Author banyak tugas nih. Terus gak ada ide buat update....